Buku Sunnah Sedirham Surga mengingatkan kita untuk tidak meremahkan amalan-amalan kecil. Bila dilakukan dengan ikhlas dan konsisten, sunnah-sunnah sedirham itu akan mengantarkan ke surga.
Oleh. Haifa Eimaan
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)
NarasiPost.Com-Buku yang akan kita resensi kali ini berjudul Sunnah Sedirham Surga karya Ustaz Salim A. Fillah. Gambaran besar buku ini bisa kita baca di sampul belakang.
Kita sering bersemangat dalam hal-hal besar hingga kadang luput memperhatikan dan mengamalkan detail-detail kecil. Padahal, Rasulullah saw. merupakan suri teladan terbaik bagi kita, baik perilakunya, perkataannya, bahkan diamnya. Kadang kita lalai bahwa dalam tiap detak kehidupan Rasulullah saw. memuat teladan.
Isi Buku Sunnah Sedirham Surga
Buku Sunnah Sedirham Surga mengajak kita untuk lebih menghargai sunnah-sunnah kecil yang diajarkan Rasulullah saw. Bisa jadi, amal besar menjadi kecil bila tidak dibarengi niat yang sahih. Sebaliknya, amal kecil yang kerap diremehkan bisa berpahala besar dikarenakan niatnya pula. Ustaz Salim A. Fillah mengumpamakan amal "sedirham" pun bisa menjadi tiket menuju surga.
Sunnah-sunnah ringan yang juga bernilai surga itu disampaikan oleh Ustaz Salim melalui kisah inspiratif. Baginya, sebuah kisah yang disajikan penuh hikmah akan mudah dikenang dan menjadi bahan refleksi bagi pembacanya. Ada kalanya kisah lebih relate dengan kehidupan kita sehari-hari.
Kisah penuh hikmah dalam buku ini disarikan dari zaman sahabat, tabiin, ulama klasik hingga modern. Ustaz Salim menyajikan teladan akhlak, adab, semangat menuntut ilmu, kelembutan hati, dan kepekaan terhadap amal kecil yang penuh keikhlasan. Saat membacanya, kita tidak merasa sedang digurui, tetapi didongengi. Kalau sering menyimak kajian Ustaz Salim di YouTube, tulisan yang kita baca seolah bernada dan berirama khas suaranya.
Buku ini merupakan kompilasi tulisan lepas yang sebelumnya dibagikan di media sosial. Tulisan-tulisan ini, kemudian disusun rapi menjadi empat bab utama, yakni “Teladan Salaf untuk Para Mukallaf”, “Belajar Bajik dari Ulama Klasik”, “Oratoria Para Ksatria”, dan “Belantara Cendekia Nusantara”. Dari tiap bab terbagi lagi ke dalam subbab-subbab yang dari judulnya saja sangat memikat. Sebagai contoh, subbab yang berjudul “Sunnah Sedirham Surga” yang juga dijadikan judul buku ini.
Hikmah Kisah Sunnah Sedirham Surga
Begini cerita singkat yang termuat di halaman 170 itu. Saat Imam Abu Dawud berperahu di Sungai Dajlah, terdengar seseorang bersin di tepi sungai dan mengucap hamdalah. Demi mendengar ucapan tahmid itu, penulis kitab Sunan itu menyerahkan uang satu dirham pada tukang perahu, lalu memintanya untuk menepi sejenak.
Tiba di tepian, Imam Abu Dawud menghampiri laki-laki yang bersin, kemudian mendoakannya, “Yarhamukallah.” Artinya, semoga Allah merahmatimu.
Laki-laki itu pun menjawab sepenuh senyuman, “Yahdikumullahu wa yushlihu baalakum.” Artinya, semoga Allah menunjuki dan membaikkan kesudahan seluruh urusanmu.
Setelah itu, perahu lanjut menyeberangi Sungai Dajlah. Penumpang lainnya heran, termasuk saya yang membaca buku ini. Kenapa perahu harus putar balik demi menjawab doa saat bersin, bahkan merelakan perak sedirham. Imam Abu Dawud menjawab bahwa mudah-mudahan doa yang dipanjatkan laki-laki tadi, dikabulkan oleh Allah.
Baca juga: hikmah ayat ayat cinta
Di tengah perjalanan, teman-teman seperahu Abu Dawud bermimpi yang sama. Mereka mendengar seseorang mengatakan, sesungguhnya Abu Dawud telah membeli surga dengan uang satu dirham. Saat terbangun, mereka saling bercerita tentang mimpinya. Kisah ini dimuat di dalam kitab Fathul Bari Jilid 10 halaman 610 karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dengan sanad baik.
Kisah ini menjadi ibrah bagi kita agar tidak meremehkan amal-amal kecil yang ternyata bernilai janah. Abu Dawud, sebagai salah satu perawi hadis, tentu memahami betul keutamaan mendoakan orang yang bersin sebagaimana termaktub di dalam Kitab Shahih Bukhari nomor hadis 6223.
Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila salah seorang di antara kalian bersin lalu memuji Allah, maka wajib bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan, yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap, itu berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampu mungkin, karena apabila seseorang menguap, setan akan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari)
Isi, Kekuatan, dan Kelemahan Buku
Isi dan kekuatan buku Sunnah Sedirham Surga karya Salim A. Fillah terletak di cara bertutur yang lembut, indah, santun, dan penuh hikmah, tetapi tidak meninggalkan ketegasannya terhadap syariat. Buku ini juga tidak diberati dengan dalil-dalil rumit. Penyajiannya sangat ringan tanpa mengurangi kedalaman hikmahnya yang menyentuh hati.
Bentukan-bentukan kata hingga frasa-frasa yang terangkai sangat orisinal dan menarik tentu saja. Sebagai contoh, Ustaz Salim mengganti bagian “Kata Pengantar” dengan “Sepeminum Kopi”; kata dikisahkan diganti menjadi terkisah; kata instan disubstitusi dengan keserbasegeraan; atau niat yang tidak lillahi taala diramu menjadi niat yang tak menyurga. Bagi penikmat bahasa, padanan kosakata baru ini terasa sangat inspiratif dan menyegarkan.
Kekuatan lainnya terletak pada kisah-kisah yang terpilih. Semuanya merupakan cerita sederhana, tetapi ibrahnya cukup membuat tercenung, bahkan tertampar. Ternyata amalan-amalan kecil seperti menjaga lisan, menghormati ilmu, atau sikap lemah lembut bisa membawa pahala berlipat. Ajakan untuk tidak meremehkan amalan-amalan kecil menjadi kekuatan intinya.
Jujur. Buku ini menjadi "penyegar" jiwa di tengah kehidupan yang rumit dan makin darderdor. Ustaz Salim ingin mengingatkan kita lagi bahwa Rasulullah saw. sebaik-baik role model. Meski kehidupan tidak baik-baik saja, selama bersandar kepada Allah dan Rasulullah saw. niscaya hati tetap tenang, pandangan lurus terarah, dan akhir kehidupan yang indah.
Untuk kelemahannya, ada sedikit saltik seperti bjerziarah yang seharusnya berziarah. Selain itu, ada kata yang tetap dipertahankan transliterasinya. Beberapa di antaranya adalah akhlaq, syaithon, afdhal, taqwa, dan ta’zhim. Namun, secara keseluruhan, kekurangan ini tidak mengurangi keindahan dan manfaat yang diperoleh tatkala membacanya.
Penutup
Buku berjudul Sunnah Sedirham Surga ini sangat layak dimiliki, bukan hanya untuk menambah khazanah pengetahuan dan memperkaya hati. Namun, buku ini bisa menjadi wasilah mendekatkan diri pada Allah dengan cara sederhana yakni memulai dengan amalan-amalan kecil sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw.
Di buku ini kita diingatkan bahwa surga bukan hanya soal amal besar, tapi juga keikhlasan dan kekonsistenan dalam hal-hal kecil sebagaimana judulnya, Sunnah Sedirham Surga.[]
















