Antara Aku, Mom Andrea, dan Jejak Literasiku

Antara aku, mom andrea dan Jejak Literasiku

Terima kasih Mom sudah memberiku kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga NarasiPost.Com. Berkat NarasiPost.Com aku semakin mengenal dunia media dan literasi. Terima kasih sudah menemani perjalananku mengukir aksara dalam membumikan Islam. 

Oleh. Renita
(Tim Redaksi NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Senin malam tanggal 8 Agustus 2023 lalu, kami Tim Redaksi NarasiPost.Com melakukan rapat melalui Zoom Meeting. Rapat bulanan memang menjadi agenda rutin kami sebagai tim ‘dapur’ NarasiPost.Com. Di forum itu biasanya kami talking about program-program NarasiPost.Com, evaluasi masing-masing tim, challenge, dll. 

Dua jam lebih berlalu, di akhir rapat Mom Andrea pun menanyakan kepada kami terkait progres naskah challenge Tim Inti NarasiPost.Com. Jujur, saat itu aku sama sekali belum menulis naskah sesuai dengan tema yang diajukan oleh Mom Andrea. Bukan apa-apa, tetapi aku merasa insecure setelah membaca naskah challenge salah satu rekan kami. Hehehe… Meskipun sebenarnya sudah ada konsep yang ingin kutuangkan dalam naskah story tentang Bu Pemred, tetapi memang belum kutulis secara mengalur. 

Kalau boleh jujur, sebenarnya tema challenge Tim Inti NarasiPost.Com ini gampang-gampang susah menurutku. Tahu sendiri ‘kan ya, tema challenge-nya itu tentang Bu Pemred NarasiPost.Com. Auto panas dingin gak sih? Kita diminta menuliskan tentang beliau sendiri dalam sebuah story. Mom bilang, “Terserah kalian mau bilang saya jahat kek, pemarah kek, saya enggak peduli, tetapi saya ingin kalian itu menulis dari dua sisi.” Ya, begitulah pesan Mom malam itu sebelum menutup rapat. 

Esok harinya aku pun mulai merangkai kata untuk dijadikan story tentang Mom Andrea. Aku berharap setidaknya naskahku ini bisa menjadi pengingat tentang betapa melimpahnya kebaikan beliau padaku selama hampir tiga tahun aku mengenal beliau. Kalaupun ada kekurangan dari beliau, biarlah menjadi rahasia di antara kami. Bukankah kita hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari keburukan? Maka, ketika kita mengetahui keburukan seseorang alangkah lebih baik kita menutup aibnya. “Dan barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat.” (HR. Tirmidzi)

Sang Founder NarasiPost.Com

Mendengar nama Mom Andrea, pasti kita akan langsung teringat dengan media NarasiPost.Com, ya ‘kan Bestie? Terkhusus bagi para Kontributor NarasiPost.Com, mungkin sudah tak asing lagi dengan sosok tegas namun ramah satu ini. Yups, beliau adalah founder website NarasiPost.Com sekaligus ujung tombak setiap program serta terobosan yang ditelurkan NarasiPost.Com. Beliaulah yang menjadi wasilah para penulis ideologis di negeri ini untuk menyebarkan naskah-naskah mereka ke seantero dunia.  

Mom Andrea, begitulah kami memanggilnya. Entah dari mana asal panggilan tersebut, yang jelas aku pun langsung memanggilnya Mom Andrea ketika pertama kali bergabung di grup Kontributor NarasiPost.Com. Mungkin karena beliau tinggal di luar negeri, sehingga orang-orang lebih nyaman menyebutnya dengan panggilan ‘Mom’. Sedangkan Andrea, tentu saja nama beliau sendiri. 

Sepengetahuanku Mom Andrea mempunyai 2 orang anak kandung dan beberapa anak angkat serta ratusan anak-anak yang berada di madrasah yang dibangunnya. Aku sempat terkejut ketika beliau bercerita bahwa beliau lahir di sebuah kota yang berada di Jawa Barat yang kental dengan nuansa Hindu. “Kok bisa orang bule lahir di kota kecil di Jawa Barat? Hm… Ternyata dunia begitu sempit”, pikirku ketika beliau mulai bercerita tentang asal usulnya. Karena beliau mempunyai keluarga bule jadi memang tidak aneh ketika beliau memiliki nama lengkap Andrealica Nhoordheeniz, sedangkan nick name-nya Wind Wickham. Wickham adalah nama keluarga papanya "David Lewis Wickham. Namun saat ini beliau lebih akrab disapa Andrea Aussie. 

Meskipun beliau lahir di Indonesia, tetapi sudah lama sekali beliau meninggalkan Indonesia. Bahkan beliau pernah mengatakan trauma untuk kembali ke Indonesia karena berbagai pengalaman buruk yang dialaminya sewaktu kecil. Meskipun aku tidak tahu bagaimana persisnya, namun itulah yang beliau ceritakan dalam beberapa naskah story miliknya. Intinya, beliau memiliki frame yang buruk tentang Indonesia karena kisah hidupnya. Mungkin karena itu pula yang membentuk karakter Mom Andrea seperti saat ini. 

Selama puluhan tahun beliau tinggal di beberapa negara seperti Finlandia, Hong Kong, Singapura, Perancis, Tunisia, England, Mesir, Saudi Arabia, Dubai, Canada, Macau, Scotlandia, Australia dan negara lainnya. Jadi, wajar dong kebiasaan beliau sangat berbeda dengan orang Indonesia. Saat ini beliau tinggal di Sydney Australia. Pernah baca nggak naskah traveling beliau yang salah satunya tentang tempat tinggalnya. Nich saya beri info ya http://narasipost.com/traveling/11/2020/vaucluse-is-my-home-town/

Oya, moto hidup beliau juga keren banget nih, Bestie. Kalian bisa intip di buku antologi NarasiPost.Com, ya. Beliau bilang motto hidupnya itu, “Hidup tidak pernah berjalan mulus, selalu ada riak yang menerjang. Maka, jadilah sebagai peselancar yang bisa mengendalikan gelombang ombak dan mengendarainya dalam buihan ke tepian.”

Beliau membangun NarasiPost.Com pada 23 Oktober 2020 bersama sahabatnya Teh Cut Putri Cory. Sudah hampir 3 tahun NarasiPost.Com berdiri, pergantian formasi Tim Redaksi pun kerap terjadi, begitu pula Tim Penulis Inti. Namun satu hal yang tak berbeda, keberadaan Mom Andrea yang selalu menjadi ciri khas media NarasiPost.Com, selamanya akan terkenang di hati para penulis ideologis. Benar ‘kan Bestie? Ya, memang kenyataannya, dengan kepiawaian, keluwesan, keramahan, serta loyalitasnya, beliau telah berhasil membawa NarasiPost.Com menjadi salah satu media kredibel dan berkualitas serta menjadi rujukan bagi kaum muslimin, terutama bagi para penulis ideologis. Barakallah, Mom. Semoga dengan wasilah media NarasiPost.Com, Allah catatkan pahala yang mengalir untuk Mom.  

Seperti kata Ali bin Abi Thalib, “Semua orang akan mati, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakanmu di akhirat kelak.” Semoga dengan adanya NarasiPost.Com ini, bisa memberikan kebahagiaan di akhirat kelak bagi semua penulis, Tim Redaksi NarasiPost.Com, beserta semua orang yang terlibat di dalamnya. Aamiin. 

Begitulah aku mengenal Mom sebagai founder NarasiPost.Com. Media yang dibangun beliau ini memang memiliki ruang tersendiri di dalam hatiku. Ceu ileeh.. bahasanya. Bukannya gombal ya, tetapi media ideologis keren yang memiliki tagline ‘Cerdas dalam Literasi Media, Bijak Menangkap Peristiwa Kunci’ ini memang selalu menjadi prioritasku untuk mengirimkan naskah-naskah opini hingga saat ini. Karena memang sekeren itu NarasiPost.Com di mataku, Bestie! Setuju gak sih? Harus dong ya! Maksa pokoknya. Hehehe.. 

Hikmah Pandemi 

Oya, aku juga mau cerita tentang pertama kali aku mengenal Mom Andrea, yaitu sekitar akhir tahun 2020. Ketika itu masih suasana pandemi Covid-19, di mana aku mulai belajar mengasah kemampuanku untuk menulis, terutama opini. Saat itu, aku melihat naskah opini temanku di grup alumni kepenulisan. Aku pun mulai memperhatikan media yang mem-publish naskah temanku tersebut. Karena penasaran akhirnya aku berselancar menelusuri website NarasiPost.Com. Entah kenapa saat pertama kali melihat NarasiPost.Com aku merasa media ini berbeda dengan media ideologis lain di luar sana. Serasa ada bargain tersendiri ketika melihat naskah-naskah yang terpampang di sana. Sampai akhirnya aku pun mencoba menantang diri untuk mengirimkan naskah opini pertamaku ke NarasiPost.Com. https://narasipost.com/challenge-true-story/03/2023/antara-aku-mom-andrea-dan-narasipost-com/  

Kukirimkan opini pertamaku melalui email NarasiPost.Com. Tak kusangka, media ini sangat cepat mem-publish naskah yang baru saja kukirimkan. Kurang dari satu jam, aku pun mendapat balasan dari admin NarasiPost.Com, yang saat itu langsung mengirimkan link naskah opiniku yang sudah di-publish. Ternyata admin yang membalas pesanku adalah Pemred NarasiPost.Com sendiri, Mom Andrea. Aku pun diminta memberikan nomor WhatsApp untuk dimasukkan ke dalam grup Kontributor NarasiPost.Com. Saat itu aku berpikir, “Ya Allah, media ini welcome banget sama penulisnyasampai langsung diajak untuk bergabung ke grup para kontributor.”

Belum lama menjadi Konapost, aku pun langsung dimintai testimoni tentang NarasiPost.Com oleh Mom Andrea. Kupikir hanya testimoni biasa, tetapi ternyata testimoni tersebut beliau tampilkan di salah satu event NarasiPost.Com. Huft… Terharu banget atas apresiasi ini, sebagai orang baru tiba-tiba langsung dipercaya memberikan kesan tentang media ini. Aslinya malu juga sih, kalau tahu begitu aku buat testimoni yang lebih baik lagi. Hehehe…  

Sebenarnya, aku tidak terlalu percaya diri ketika mengirimkan naskah ke NarasiPost.Com. Bahkan, pernah suatu hari aku mengirim naskah ke NarasiPost.Com kemudian kutarik kembali naskahku. Bukan apa-apa, tetapi aku merasa naskahku tidak layak untuk tayang di media ini. Enggak tahu kenapa ya, perasaan kalau mau kirim naskah ke NarasiPost.Com tuh biasanya aku harus semedi dulu beberapa hari hingga bisa merampungkan satu tulisan. Karena memang kenyataannya, media ‘racikan’ Mom Andrea ini ‘beda’ dari yang lain. Kalian merasa gak sih?

Selama menjadi Konapost aku pun mengirimkan tulisan opiniku beberapa kali ke media ini. Pernah suatu ketika naskahku terpilih menjadi naskah terbaik kedua di rubrik opini. Sepertinya itu reward pertamaku dari Mom Andrea. Tak lama setelah itu aku pun dipinang untuk menjadi Kontap di NarasiPost.Com. Sempat speechless juga, “Kok bisa aku terpilih menjadi Kontap di NarasiPost.Com?” Ini pun sempat kutanyakan pada Mom Andrea, beliau mengatakan aku masuk menjadi Kontap atas rekomendasi salah satu admin NarasiPost.Com. Nah, mulai dari Kontap ini akhirnya aku bisa lebih mengenal Mom Andrea. 

Kontap yang Memorable

Banyak orang yang bilang Mom Andrea itu perfeksionis, ya memang kenyataannya seperti itu, Bestie. Aku baru merasakan hal itu ketika menjadi Kontap NarasiPost.Com. Karena Mom selalu bilang jika Kontap (sekarang menjadi Tim Penulis Inti NP) NarasiPost.Com itu memang menjadi rujukan penulis lain yang ada di Konapost. Mau enggak mau kita tuh dituntut untuk selalu meng-upgrade diri, entah dari sisi kualitas tulisan, menaklukkan rubrik lain di luar zona nyaman, hingga mengisi sharing ilmu di grup khusus Kontap. 

Program-program yang dijalankan Mom beserta Tim Redaksi dalam menggembleng Kontap, ternyata memang aku rasakan sendiri manfaatnya. Setelah menjadi Kontap, aku merasa tulisanku menjadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari segi konten maupun teknik penulisan. Padahal sebelumnya, yang selalu menjadi PR-ku adalah KBBI, itu yang selalu Mom Andrea katakan. Perlahan aku pun mulai memahami tulisan seperti apa yang diinginkan Bu Pemred NarasiPost.Com. Jadi memang wajar saja ketika Mom Andrea ingin kami mempersembahkan kemampuan terbaik kami ketika menulis naskah. Karena, toh semua itu untuk kebaikan kami juga. Kalian Tim Penulis Inti NP, merasakan hal yang sama gak sih? 

Semenjak bergabung menjadi Kontap, aku juga memiliki bestie-bestie baru sesama Tim Kontap. Tanpa disadari, interaksi yang terjalin di antara kami membuat kami kian dekat dari hari ke hari. Bahkan grup Kontap sepertinya tidak pernah sepi waktu itu dengan keriuhan para anggotanya. Entah untuk sekadar memberikan ucapan “Barakallah” atas naskah yang tayang, cerita tentang aktivitas sehari-hari, sharingtentang tulisan, hingga mengadakan ‘konser’ dengan saling mengirimkan suara melalui voice note. Terbayang gak sih ramainya grup Kontap waktu itu? 

Kalau ingat masa-masa itu jadi kangen juga nih.. Hiks… Kok, jadi mellow... Ya, meskipun akhirnya kami harus berpisah karena ada beberapa anggota yang keluar, ‘naik pangkat’ jadi admin, ataupun karena hal lainnya. Alhamdulillah kami masih berhubungan baik hingga sekarang. Oya, di Kontap juga Mom Andrea memberikan julukan kepada masing-masing penulis lho! Misalnya nih, si Mutiara dari Pasundan, Burung Cendrawasih, Maestro Sastra, Gadis Aceh, Jalan Tol KBBI, dll. Unik-unik banget ya julukan yang diberikan Mom ini. Pokoknya, I say thank you Mom, sudah mempertemukanku dengan sahabat-sahabat penulis keren ini.

Sekitar setengah tahun aku berada di Kontap, akhirnya aku pun memutuskan untuk mundur dari NarasiPost.Com karena satu dan lain hal. Ketika aku menyampaikan hal itu kepada Mom Andrea, “Re, saya nangis lho dengar kamu mau keluar dari NP,” ucap Mom. Saat itu aku benar-benar galau, gak menyangka ternyata Mom begitu sedih aku keluar. Padahal aku mah apa atuh, merasa belum banyak berkontribusi untuk media ini. Di situ aku semakin menyadari bahwa selain tegas, Mom juga memiliki hati yang lembut, mudah sekali tersentuh. Mungkin Mom sudah mengganggap aku bagian dari NP, makanya beliau berkata seperti itu. Bahkan, Mom sempat bilang, “Kapan pun kamu mau masuk lagi ke NP, pintu akan selalu terbuka untuk kamu. Begitu juga kalau kamu ingin menjadi admin”. Lagi lagi aku terharu dengan kebaikan Mom. Merasa bersalah juga karena harus meninggalkan media yang sudah sangat berjasa dalam jejak literasiku.

‘Kursi Panas’

Kurang lebih setengah tahun aku vakum dari NarasiPost.Com, akhirnya aku kembali ditawari oleh Mom Andrea untuk mengedit buku antologi opini. Setelah itu, aku pun bergabung kembali menjadi bagian dari Tim Redaksi NarasiPost.Com. Bertemu kembali dengan bestie-bestie yang dahulu sama-sama berada di Kontap, dan sekarang menjadi admin. Kerinduanku bercengkerama dengan mereka serasa terobati dengan aku berada di Tim Redaksi. Semenjak menjadi admin inilah aku pun semakin mengenal Mom Andrea. Ya, meskipun baru setahun ini aku menjadi admin, berbeda dengan sahabat seperjuanganku di Tim Redaksi yang sudah lebih dulu mengenal Mom. 

Setelah menjadi admin, aku semakin merasakan berada di Tim Redaksi NarasiPost.Com merupakan ‘kursi panas’. Karena di Tim Redaksi NarasiPost.Com, Mom Andrea selalu mendorong kami untuk memiliki inovasi dan terobosan baru dalam rangka memajukan media dakwah ini, memiliki sense of belong terhadap NarasiPost.Com, dan tentu saja sigap dalam setiap amanah yang diberikan meski itu harus keluar zona nyaman kami. Kalau di antara kami ada yang belum menyelesaikan amanah, Mom pasti akan langsung keluarkan jurus andalannya, yaitu dengan mention orang tersebut di grup admin. Bahkan terkadang dengan style capslock jebolnya saking Mom ‘greget’ sama kita-kita yang jalan kayak siput. Ya, begitulah Mom sering banget menganalogikan cara kerja admin itu dengan kelinci dan siput. Hehehe… 

Oya, Mom juga gak segan memuji para admin-admin yang kerjanya sigap dan tepat waktu, lho! Meskipun Mom juga tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing dari kami. Intinya, Mom tahu banget karakter masing-masing timnya, mulai dari si A sampai Z, si tukang ghosting, si siput , sampai si Mrs. Gombal. Benar-benar perhatian ‘kan Mom tuh! Biasanya Mom juga membicarakan tentang naskah para penulis mulai dari penulis yang selalu bagus naskahnya, sampai yang menjadi langganan revisi. Hei, kamu yang suka diberikan ‘surat cinta’ dari admin, bantu admin yuk dengan sering melakukan self editing, perhatikan tanda baca dan KBBI sebelum mengirimkan naskah, supaya Mom gak ‘gregetan’ sama kalian. Yah, jadi curcol.. wkwkwk…  

Menjadi admin NP akhirnya aku merasakan sendiri sensasi ‘panas dingin’ ketika ditantang oleh Mom. Mom yang selalu bilang kita harus berjalan layaknya kelinci yang melompat, harus punya banyak terobosan baru untuk NarasiPost.Com agar media ini bisa terus survive dan banyak dikunjungi para pembacanya. Jangan seperti siput yang berjalan lambat dan harus selalu diarahkan. Jangan jadi admin yang kerjanya cuma mojok. Kita tuh tuan rumah, di grup harus sering menyapa para Konapost. Bagaimana mereka akan betah berada di Konapost kalau kita tidak membuat mereka nyaman dalam grup itu? Itulah yang sering Mom katakan padaku dan teman-teman di Tim Redaksi NarasiPost.Com. 

Pada intinya, Mom menginginkan setiap program yang diagendakan kita garap dengan baik. Tahu sendiri ‘kan NarasiPost.Com itu adalah media yang sangat loyal dengan berbagai challenge, reward, sharing ilmu, dll. Makanya Mom begitu ‘bawel’ dalam mengaping timnya. Karena memang program-program NP kebanyakan adalah ide briliannya Mom. Aku minta maaf ya Mom, kalau selama ini masih siput belum bisa jadi turbo. Menulis naskah ini pun sepertinya setor paling akhir. Mianhaeyo..

Ya, begitulah karakter beliau yang sangat berbeda dengan kami di Tim Redaksi. Beliau yang cekatan, perfeksionis, loyal, tegas, akhirnya memaksa kami untuk mengikuti ritme beliau dalam setiap amanah yang diberikan. Meskipun kami sering kali melakukan kesalahan yang sama, tetapi pintu maaf Mom begitu luas. Ketika kami menyadari kesalahan kami, Mom hanya mengingatkan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Layaknya seorang ibu yang selalu memaafkan kesalahan anak-anaknya. 

Perhatian Luar Biasa

Di balik ‘kebawelan’ Mom selama ini, aku pun tahu itu semua demi dakwah. Ada kalanya aku merasa tidak layak untuk berada di Tim Redaksi NarasiPost.Com, karena keteledoran/keterlambatanku dalam beberapa amanah sehingga membuat Mom kecewa. Terkadang juga berimbas pada amanah teman-teman admin yang lain. Tetapi, Mom masih berbaik hati untuk memaafkan dan mempertahankanku di sini.  

Berbicara perhatian dan kebaikan Mom, mungkin rasanya tulisan ini tidak akan cukup menggambarkan betapa aku bersyukur dan berterima kasih pada Allah karena telah menghadirkan Mom dalam perjalanan hidupku. Ketika aku mengalami kesulitan, Mom Andrea adalah salah satu orang yang membantuku. Mungkin kalian juga tahu, Mom itu orang yang sangat perasa, tidak tega melihat kesulitan orang lain, Ya, memang begitulan kenyataannya. Sampai beliau sering sekali ditipu oleh orang yang memanfaatkan kebaikannya. 

Satu hal yang luar biasa yaitu kontribusi Mom Andrea untuk kemajuan media dakwah NarasiPost.Com. Tak terhitung berapa banyak nominal yang beliau keluarkan untuk dakwah ini. Bukan hanya harta, tetapi beliau juga mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk keberlangsungan dakwah literasi di website ini. Beliau sering kali hanya tidur beberapa jam demi bisa mem-publish naskah para penulis. Bahkan, beliau beberapa kali tertidur ketika rapat sedang berlangsung. Ya, wajar saja sih, karena memang perbedaan waktu Australia dan Indonesia hampir 4 jam. Ketika kita rapat selesai jam 9 malam otomatis di sana sudah lewat tengah malam. Kebayang ‘kan?

Sering kali aku berpikir bagaimana cara Mom mengatur waktu? Di tengah kesibukannya sebagai seorang dokter, mengurus rumah dan anak, beliau juga melakukan banyak sekali aktivitas di dapur NarasiPost.Com. Mulai dari menerima naskah yang masuk, menyetor naskah kepada para editor, mem-publish naskah, membuat desain naskah, mengurus website beserta pernak-pernik IT, memikirkan program-program NP, mengurusi rilis buku-buku NP, mendesain flyer acara, membuat video, meng-share link naskah di grup, dll. Padahal, dari segi kesehatan, sebenarnya beliau mungkin sudah sangat rapuh. Seperti beliau sampaikan dalam naskah story tentang lika-liku kehidupannya.

Akhir-akhir ini beliau juga semakin sering tertimpa musibah, entah itu jatuh dari tangga, terpeleset hingga keningnya harus dijahit, tumitnya retak, dll. Kalau ingat kejadian-kejadian itu kami pun merasa sedih karena belum bisa membantu Mom. Apalagi ketika mendengar Mom yang sangat kesulitan untuk sekadar berbicara dan melihat karena tragedi-tragedi yang menimpanya. Selama ini kami hanya bisa mendoakan untuk kesembuhan beliau. Semoga Allah melindungi Mom di mana pun berada. Aamiin. 

Bagi orang yang baru mengenalnya, mungkin akan terkaget-kaget dengan kepribadian unik beliau. Itu pun yang aku rasakan ketika aku semakin mengenal beliau. Tetapi, satu hal yang aku banyak belajar dari Mom Andrea, yaitu cara beliau men-treat seseorang. Beliau sangat memahami bagaimana menghargai keberadaan seseorang. Misalnya saja, saat rapat beliau selalu menanyai kami satu per satu terkait kabar kami, meminta pendapat kami tentang program-program NarasiPost.Com, bahkan beliau begitu paham karakter kami di Tim Redaksi NarasiPost.Com. Sering kali beliau pun menghubungi kami satu per satu melalui ponsel dengan durasi yang cukup lama hanya untuk menanyakan kabar kami dan kendala-kendala yang kami hadapi selama berada di Tim Redaksi NarasiPost.Com. 

Pun kepada Tim Penulis Inti NP, beliau sangat hafal dengan kelebihan dan kelemahan mereka dalam penulisan naskah, bagaimana jatuh bangunnya mereka dalam memprogres diri agar bisa tetap bertahan di Tim Penulis Inti NP, tahu tentang kondisi mereka, dll. Begitu juga para Konapost yang sering di-mentionMom di grup agar kembali menulis, sekadar menyapa, mengapresiasi karya tulisan, menanyakan kabar, dikirimi message pribadi, bahkan hingga ditelpon. Bener ‘kan, Bestie? Ya, itulah bentuk perhatian Mom kepada kami semua para penulis ideologis yang menurutku ini sangat special, karena mungkin Pemred media lain jarang bahkan bisa jadi tidak ada yang melakukan ini. 

Setitik Asa 

Huft….Ternyata story-ku tentang Mom Andrea begitu panjang, Bestie. Sebenarnya ingin cerita lebih banyak, tetapi aku juga harus mempertimbangkan agar kalian yang membaca gak mual karena saking panjangnya naskah ini wkwkwk.. Janji deh, ini yang terakhir ya.

Harapanku untuk media NarasiPost.Com, semoga NarasiPost.Com selalu menjadi media ideologis yang kredibel dan terdepan dalam menyajikan naskah-naskah yang bernapaskan Islam,menjadi rujukan bagi umat dalam menambah tsaqafah dan pemahaman mereka tentang Islam, semakin banyak orang yang mengunjungi dan tercerahkan dengan naskah-naskah di NarasiPost.Com, bisa menelurkan penulis-penulis ideologis yang kompeten dan dapat diterima di semua kalangan masyarakat. Teruntuk timnya, semoga semakin solid dan kompak dalam mengemban amanah dan memajukan NP.

Terkait program-program NarasiPost.Com, aku berharap Mom tetap mengagendakan sharing-sharing yang bermanfaat untuk para penulis, meng-upgrade para penulis agar semakin berbobot naskahnya, menghadirkan lagi narasumber andal baik itu dalam dunia literasi atau yang lainnya. Berharap suatu hari nanti para penulisnya bisa memiliki buku solo sendiri. Semoga website NarasiPost.Com juga bisa tetap bertahan, tidak ada lagi ‘tamu-tamu asing’ yang mencoba meruntuhkannya. 

Terima kasih Mom sudah memberiku kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga NarasiPost.Com. Berkat NarasiPost.Com aku semakin mengenal dunia media dan literasi. Terima kasih sudah menemani perjalananku mengukir aksara dalam membumikan Islam. Terima kasih untuk semua kebaikan dan perhatian Mom selama ini. I love you because Allah. Jazakillah khairan katsiran. Semoga Allah izinkan kita untuk bertemu di dunia dan di surga-Nya kelak. Aamiin. 

Wallahu a’lam bishawab.[]

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Tim Redaksi NarasiPost.Com
Renita Tim Redaksi NarasiPost.Com
Previous
Hilangnya Muruah Muslimah dalam Gempuran Sistem Liberalisme
Next
Membaca Arah Kurikulum Merdeka di Tingkat SMA
4.2 10 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

61 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kireifitri
Kireifitri
10 months ago

Bismillah...

Satu kata buat kamu re...."최고야!!!!!!"
Ga nyangka tulisanmu sekerennn ini

Sangat mudah dipahami, dimengerti buat aku yg notabene nya "jarang baca buku/tulisan"...hahahahah

Terusss..ga bosen juga bacanya...kadang kan klo orang yg ga suka baca tuch, baru baca beberapa paragraf dah mundur...
Nah yg aku rasa ga gitu, pengen terus2 baca...ehhh gtw nya udah the end aja..wkwkwkwk...

Semoga bisa jadi "the winner" ya beb d challenge ini...

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  Kireifitri
10 months ago

Makasih banget lho beb udah baca sampe tuntas.. Jarang baca yaa... wkkwkk...

Bacaan ringan biar yang baca ga mikir keras

Aamiin buat doanya... Insyaallah menang itu bonus. Yang penting udah mengutarakan isi hati ... eaeaea ❤❤

Tika
Tika
10 months ago

Ini yang namanya rizqi tak ternilai.. Mengenal orang baik dan menginspirasi kebaikan. Semoga relationships ini Lanjut di Jannah-Nya yaa.. Barokallahu fii kum..

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  Tika
10 months ago

Aamiin. Skenario Allah luar biasa. Wa fiik Barakallah teh ❤

Dini Agustina
Dini Agustina
10 months ago

MasyaAllah keren bun tulisannya , semangat terusss yaaa ❤️

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  Dini Agustina
10 months ago

Masyaallah. Jazakillah khair ya Ibun ❤

Euis Daniawati
Euis Daniawati
10 months ago

Masya Allah tabarakallah..
Tulisan yg sgt bermanfaat,, terus berkarya th rere yg sholchan...
Teruslah jadi penerang

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  Euis Daniawati
10 months ago

Aamiin. Jazakillah khair ya sudah mampir ❤

Enung Nurhayati
Enung Nurhayati
10 months ago

Enak bangets baca tulisan teh Renita..ringan..tapi penuh makna..

Mohon ijin sy copas yaa..motto mom Andreanya..hihi..bgs bangets siiih

Keren teh..Maasyalloh..tetap semangat menulis ya Sholehah..sebaik baiknya manusia adalah yg bermanfaat bagi sesama..tentu dalam hal ini tulisan teteh sangat bermanfaat bagi sy khususnya dan tentu bagi yang lain jg..syukron yaa cantik sholehah..Barokalloh

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  Enung Nurhayati
10 months ago

Aamiin. Luar biasa moto hidupnya keren memang Bu. Jazakillah khair udah mampir Buk ❤

Ratna Juwita
Ratna Juwita
10 months ago

MasyaAllah keren banget tulisannya t Rere ..semoga semakin kuat terjalin ikatannya,dan tetap semangat dakwah lewat goresan pena nya

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  Ratna Juwita
10 months ago

Masyaallah barakallah teh. Jazakillah khair yaa ❤

dian
dian
10 months ago

MasyaAllah ,,,lewat tulisan ini sedikit banyak nya jadi tau sosok mom Andrea dan sangat menginspirasi ,semoga narasi post,mom Andrea,teh Rere dan rekan penulis lainnya selalu dalam keberkahan dan narasi post semakin maju ,semakin berkembang terlebih dalam membumikan dakwah Islam

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  dian
10 months ago

Aamiin. Jazakillah khair yaa ❤

Nurhasanah
Nurhasanah
10 months ago

Penulis Bu Renita memaparkan sosok yang luar biasa ,dengan tulisan yang begitu apik seperti saya benar2 berkenalan secara langsung dengan sosok mom Andrea.
Sangat indah penulis dan hal yang ditulisnya
Perempuan-perempuan hebat

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  Nurhasanah
10 months ago

Masyaallah. Aamiin. Semoga kita semua menjadi perempuan hebat di mata Allah. ❤ Makasih ya sudah mampir

Utin
Utin
10 months ago

Luar biasa kisah mom Andrea ini... Tulisan nya lengkap sehingga dengan membacanya seolah2 diajak berkenalan dengan mom Andrea.... Salam kenal juga buat mom Andrea

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia
Reply to  Utin
10 months ago

Masyaallah. Jazakillah khair udah mampir ya ❤

trackback
10 months ago

[…] Belum lagi kalau tiba-tiba mommy mengadakan meeting dadakan. Saatnya kamu bertanya-tanya. Kenapa lagi, ya? Ada apa, ya? Siap-siap berikan seribu satu jawaban atas semua pertanyaan mommy. Jangan mematung alias tripel D (datang, duduk, diam). Mommy bakal jitakin kamu lagi. Kita kalau meeting durasinya terbilang lama. Ibarat seorang ibu yang memegang raport anaknya, begitulah mommy. Seakan mommy sudah pegang raport kamu dan harus mempertanggungjawabkan isi raport kamu itu. https://narasipost.com/challenge-true-story/08/2023/antara-aku-mom-andrea-dan-jejak-literasiku/ […]

Rere Ummu Sophia
Rere Ummu Sophia

Nining Sarimanah
Nining Sarimanah
10 months ago

Storynya lengkap banget. NP emang beda, mau kirim naskah kudu berulang kali dicek. Biar bisa lolos.

renita ayu
Reply to  Nining Sarimanah
10 months ago

Yaa Mbak. NP memang buat penulis ga sembarangan asal kirim naskah heehee

Aidha
Aidha
10 months ago

Dari tulisan ini jadi lebih mengenal sosok mom Andrea. Meski mengenal NP belum lama, namun saya merasakan sendiri NP sangat berbeda. Nomor 1 di hatiku. He..he... Karena NP berhasil bikin panas dingin saat kirim naskah. Apalagi hanya NP yang kirim surat cinta revisi.he...he.. malu juga saat dapat surat cinta, ujungnya di situ lagi kesalahan saya. Maafkan ya tim NP. Dan NP sangat khas di warnai Bu Pemred nya. Sangat menginspirasi dari Bu Pemred, tim redaksi dan para konapost. Sukses selalu NP. Mohon maaf jika ada komen yang tidak berkenan di hati. Mohon di maafkan.

renita ayu
Reply to  Aidha
10 months ago

Ya mbak. NP memang beda. Luar biasa masyaallah. Media yang sangat memperhatikan para penulisnya. Surat cinta adalah bentuk cinta admin pada para penulis. ❤

Maftucha
Maftucha
10 months ago

Tidak ada kata lain untuk Mom n tim NP selain kueren euy

renita ayu
Reply to  Maftucha
10 months ago

Masyaallah barakallah Mbak. Jazakillah khair. Yuk terus kirim naskah ke NarasiPost.Com ya ❤

trackback
11 months ago

[…] Sukses tanpa pengorbanan? Nonsens! Tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Sekecil apapun kesuksesan itu, pasti butuh pengorbanan. Salah satunya adalah pengorbanan harta. Pepatah Jawa mengatakan, "Jer basuki mawa beya."  Maknanya, untuk meraih cita-cita dibutuhkan biaya dan pengorbanan. https://narasipost.com/challenge-true-story/08/2023/antara-aku-mom-andrea-dan-jejak-literasiku/ […]

Deena
Deena
11 months ago

So true...
Masa2 di Kontap yg seru, sempat jadi admin beberapa bulan.. dan kembali ke tim inti.. semuanya kusyukuri dan bahagia.. bersama kalian semua.. love pokoknya..

renita ayu
Reply to  Deena
11 months ago

benar-benar kangen kalian tim Kontap gen dua hihihi...

Maya Rohmah
Maya Rohmah
11 months ago

Ya Allah ... Lengkap banget Teh Rere .... Membacanya jadi lebih mengenal Sang Pemred.

renita ayu
Reply to  Maya Rohmah
11 months ago

Iya Teh Maya, memang ini jejak literasiku sepanjang itu hehehe. Jadi kenal Bu Pemred ya

Sherly Agustina
Sherly Agustina
11 months ago

Wah, story nya kereeen. Sangat berkesan yaaa. Masyallah ❤️

Barakallah, mom Andrea dan all tim NP ❤️❤️

renita ayu
Reply to  Sherly Agustina
11 months ago

Masyaallah jazakillah khair Buket 🙂
NP memang sangat berkesan hehehe

Daiyah Isty
Daiyah Isty
11 months ago

Mbak .....MasyaAllah, hampir sama dengan yang kurasakan. Meskipun diriku bukan tim inti, namun senang banget di Konapost. Dan bagian kalimat "Bukan apa-apa, tapi saya merasa naskahku tidak layak untuk tayang di media ini. Enggak tahu kenapa ya, perasaan kalau mau kirim naskah ke NarasiPost.Com tuh biasanya aku harus semedi dulu beberapa hari hingga bisa merampungkan satu tulisan. Karena memang kenyataannya, media 'racikan' Mom Andrea ini 'berbeda' dari yang lain" Inilah yang kurasakan.....he he he. NP memang Berbeda.

renita ayu
Reply to  Daiyah Isty
11 months ago

Betul kan Mbak? Pasti pernah ngerasain ada di posisi itu. Karena NP memang beda heheh

Hanimatul Umah
Hanimatul Umah
11 months ago

Panjang bacanya jadi sakit pinggang hehehe keren barakallah

renita ayu
Reply to  Hanimatul Umah
11 months ago

Maaf yaa Mbak, gak kerasa nulis sampe sepanjang itu hehehehe

diadwi arista
diadwi arista
11 months ago

Kontap... ah, jadi kangen ya sama Kontap. Btw, emang kita jatuh bangun, senang bersama di Kontap. Teringat kala aku, dirimu, dan mbak Deena Noor masuk berbarengan di Kontap. Progresku yang paling lambat. Hahaha. Sempet diancam mau keluar, aslinya pasrah aja, mau dikeluarin ya gak papa, lah gimana dong wong progres minim . Eh, tapi kok ya sekarang malah di tim redaksi sama kamu say. Wkwkwk. Mbak Deena keluar masuk tim redaksi dan tim penulis inti. Intinya kita bertiga masih tetap di sini

renita ayu
Reply to  diadwi arista
11 months ago

Iya say... kita akhirnya tetap ngumpul di sini walaupun beda. Ada yang di Tim Redaksi dan Tim Inti heheheheh

Atien
Atien
11 months ago

Masyaallah. Secara di kisah dongeng saat membaca storynya mba Renita. Dibalik ketegasannya Bu Pemred, hatinya begitu baik. Jadi ikut baper bacanya.

renita ayu
Reply to  Atien
11 months ago

Ya Mbak. betul banget. Mom itu sangat lembut hatinya meskipun memang orangnya tegas hehehe

sar tinah
sar tinah
11 months ago

Masyaallah, ternyata Mom memang sangat lekat dengan kita semua ya. Semua cerita tentang Mom, NP, para penulis, selalu bikin kangen. Barakallah mbak Renita ...

renita ayu
Reply to  sar tinah
11 months ago

Wa fik Barakallah Mba Sartinah

Witta
Witta
11 months ago

MasyaAllah bisa mengenal Mom lebih dekat lewat naskah ini dan naskah story beliau yg luar biasa. Bener banget sih, beliau yg tegas ini, tp saat berbicara via tlp seolah tak ada jarak, spt pernah kopi darat sejak lama, awalnya sih ngerasa deg-degan tkt ga sopan, tp beliau pembawaannya santai aja, punya sisi humorisnya juga, seru..

renita ayu
Reply to  Witta
11 months ago

Ya betul Teh, beliau memang luar biasa dalam mengapresiasi dan perhatiin para penulis

Ummu Zalfa
Ummu Zalfa
11 months ago

Masya Allah. Keren Storynya, Mba.

renita ayu
Reply to  Ummu Zalfa
11 months ago

Masyaallah. Syukron Mba 🙂

R. Bilhaq
R. Bilhaq
11 months ago

seru baca story nya para bu adminah 😀

renita ayu
Reply to  R. Bilhaq
11 months ago

Hehehe... maaf ya mbak kalau naskahnya bikin pegel saking panjangnya heheh

Muthiah Mila
Muthiah Mila
11 months ago

Tak bisa berword-word lagi, naskahnya paket komplit ni

renita ayu
Reply to  Muthiah Mila
11 months ago

Paket komplet ya Mbak. hehehe

Mariyatul Qibtiyah
Mariyatul Qibtiyah
11 months ago

Wah, Masya Allah, kembali speechless membaca story dari tim redaksi. Baarakallaah mbak ...

renita ayu
Reply to  Mariyatul Qibtiyah
11 months ago

Ya mba.. speechless aku pun kalu udah berbicara tentang Mom Andrea.. Begitu berkesan heheh

Dewi Kusuma
Dewi Kusuma
11 months ago

Wah bahagia banget ya mba Renita menjadi bagian dari media super keren ini. Ya semua mesti mengalami tempaan kehidupan baik yang suram maupun yang ceria. Namun ya beruntung juga si jadi setiap momen yang kita alami bisa dijadikan topik dalam menulis. Yang aku rasakan Mba Andrea itu ya orang yang tegas dan disiplin.
Hal ini yang menjadi aku selalu penasaran untuk melayangkan naskah ecek-ecek aku agar bisa tayang di media bergengsi ini.

renita ayu
Reply to  Dewi Kusuma
11 months ago

Alhamdulillah Bunda Dewi.. Memang bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga NarasiPost.Com yaa

Miladiah Alqibthiyah
11 months ago

Launching. Kamu keren banget bestie. Ada beberapa part yang bikin aku terharu. Salah satunya ketika Mommy sedih saat kamu keluar. Aahhh... Aku sayang banget sama mommy.

renita ayu
Reply to  Miladiah Alqibthiyah
11 months ago

Ya Bestie... aku pun sayang sama Mom yang sangat perhatian sama kita yaa..

bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram