Ringan namun Berat

“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lisan, namun berat di dalam timbangan kebaikan dan dicintai oleh Allah Ar-Rahman, kalimat itu adalah 'subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim' (Mahasuci Allah, segala pujian hanya untuk-Nya. Mahasuci Allah, Dialah yang Mahamulia)" (HR. Bukhari dan Muslim)


 
Oleh. Aya Ummu Najwa

NarasiPost.Com-Ketika Ramadan menyapa, kita selalu ingin setiap waktu yang kita miliki tak ada yang sia-sia. Akan tetapi, kita juga tidak sanggup untuk melakukan salat atau tilawah terus-menerus sepanjang hari. Padahal, kita ingin memanfaatkan setiap waktu di bulan suci ini dengan sebaik-baiknya. Kita tak ingin merugi, karena kita tidak yakin tahun depan apakah masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengan Ramadan ataukah tidak.

Lalu, bagaimana caranya agar kita tetap mendapat pahala ibadah, namun kita tak harus selalu dalam keadaan bersusah payah dan capek? Intinya, kita ingin ibadah yang ringan tapi mempunyai nilai pahala yang besar, apa yang harus kita lakukan?

Ada banyak sekali di dalam hadis Nabi saw. yang menyebutkan terkait ibadah yang ringan tapi nilai pahalanya besar, salah satunya disebutkan dalam Hadis Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi waallam bersabda,

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lisan, namun berat di dalam timbangan kebaikan dan dicintai oleh Allah Ar-Rahman, kalimat itu adalah 'subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil ‘azhim' (Mahasuci Allah, segala pujian hanya untuk-Nya. Mahasuci Allah, Dialah yang Mahamulia)"
 
"Kalimatan khafifatan," begitu ringan diucapkan dalam lisan kita, tidak perlu menggunakan tenaga yang besar, bahkan sambil melakukan pekerjaan lain pun kita bisa melafalkannya dan tidak perlu bersusah payah. "Tsaqilatan fii Al-Mizaan," yang artinya berat di timbangan. Pada saat kelak kita dibangkitkan di padang mahsyar untuk dihisab semua amalan, akan didapati timbangan kebaikan kita sangat berat, lebih berat daripada Gunung Uhud karena kita sering mengucapkan kalimat ini. "Habibatan ila Ar-Rahman," dan Allah sangat menyukai kalimat ini. Bisa kita bayangkan, ringan diucapkan namun berat timbangan kebaikannya, dan Allah sangat menyukainya, kalimat tersebut adalah "subhanallah wabihamdihi subhanallah hiladzim."

Jika kita hitung, kira-kira berapa detik untuk mengucapkan kalimat ini? Kurang lebih hanya lima detik! Akan tetapi, pahalanya luar biasa besar dan Allah sangat menyukai kalimat itu. Jadi, ketika sedang capek di bulan Ramadan, sedang haus, lapar, lemas, mengantuk, bisa mengucapkan kalimat ini sekali saja, maka itu sudah berpahala besar sampai berapa kali. Apalagi jika bisa menambahnya lima, sepuluh, atau bahkan lebih, maka itu akan menjadi ladang pahala buat kita. Begitu luar biasa, kita mendapat tiga kebaikan sekaligus. Pertama, kita akan merasa santai tapi sudah beribadah. Kedua, timbangan kebaikan kita akan sangat berat hanya dengan satu kali ucapan itu. Yang ketiga, Allah akan cinta kepada kita karena ucapan tersebut.

Kemudian, selain bacaan tasbih di atas, salah satu di antara ibadah ringan tapi berpahala besar adalah dengan broadcast, repost, atau story, juga copy link. Maksudnya adalah jika kita mendapat sebuah konten yang baik, seperti acara booster menjelang berbuka puasa, atau booster dakwah, maka kita tinggal mengajak orang lain untuk ikut menyebarkannya agar dapat tersebar lebih luas lagi. Begitu ringan dan mudah, bukan? Hanya dengan menggunakan gadget dan jempol saja, kita dapat mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Dimulai dari kita sendiri yang menyebarkan konten kebaikan, ilmu, nasihat dari para ulama kita, motivasi agama, kemudian kita broadcast, mengajak teman kita untuk ikut serta, dan ketika mereka pun ikut menyebarkan, sepuluh, dua puluh, seratus orang, maka pahalanya akan terus mengalir kepada kita yang pertama kali menyebarkan tanpa kita sadari.

Namun, tidak berhenti di sini saja, sesungguhnya mereka telah mendapatkan pahala mencari ilmu, dan apabila mereka yang telah mendengarkan konten kebaikan itu dan mengamalkan ilmu yang mereka dapatkan, maka pahalanya pun akan terus mengalir untuk kita, yaitu orang yang pertama kali mengajak, di sinilah investasi pahala itu berjalan. Padahal, kita hanya mengajak satu orang, atau satu kali broadcast di grup WhatsApp atau grup komunitas kita, sebagaimana dinyatakan dalam satu hadis Rasulullah, diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1893 dalam kitab sahihnya, hadis dari Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Siapa saja yang menunjukkan jalan kebaikan, maka ia pun akan memperoleh pahala layaknya pahala orang yang mengerjakannya."

Hadis ini mengandung keutamaan dakwah di jalan Allah, serta keutamaan menunjukkan kebaikan, baik kebaikan dunia atau akhirat kepada orang lain. Bagi orang yang telah menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka ia akan mendapatkan pahala sebab menunjukkan kebaikan, juga baginya pahala orang yang mengikutinya. Amalan yang dapat dirasakan oleh orang lain, lebih besar nilai manfaatnya daripada amalan yang manfaatnya hanya dapat dirasakan diri sendiri. Hadis ini pun mencakup orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain lewat perbuatannya, kendati pun tidak melalui lisannya. Termasuk ketika kita menyebarkan konten ketaatan yang bermanfaat, agar umat kembali ke jalan Allah, serta keutamaan mengajarkan ilmu agama, besarnya pahala bagi seorang pengajar yang mengharapkan pahala akhirat. Karena dalam Islam, kita sangat dianjurkan berdoa kepada Allah untuk menjadi teladan dalam kebaikan dan ketaatan.

Bisa kita bayangkan, jika misalnya kita mengajak orang untuk mendengar bacaan Al-Qur'an di channel YouTube atau podcast, atau media yang menayangkan tulisan-tulisan ideologis, dan mengajak umat untuk lebih mengenal keindahan Islam, media yang ikut berjuang dalam upaya mencerdaskan umat seperti NarasiPost.Com yang ada bacaan Al-Qur'an di sana, padahal kita tahu beberapa pahala akan dia dapatkan jika satu huruf bernilai sepuluh kebaikan. Ada ilmu di sana, muhasabah, serta amar makruf nahi mungkar, dan banyak lagi pengetahuan Islam yang bisa kita ambil dari sana. Apalagi jika orang yang kita ajak tersebut mengajak orang lain untuk ikut membaca dan tergerak ikut memperjuangkan Islam, atau ayat tersebut diamalkan, maka itu tentu lebih dahsyat lagi pahalanya.

Itulah amalan-amalan yang ringan tapi berpahala besar untuk mengisi waktu-waktu jeda, baik di siang ataupun malam-malam sepanjang Ramadan. Jadi, tak ada alasan untuk malas mengajak teman kita meski hanya saling share link kajian dan tulisan-tulisan ideologis yang penuh ilmu, agar semakin banyak orang yang mendekat kepada Allah. Untuk mengobarkan semangat ketaatan yang total hanya kepada Allah, dan ingin kembali menerapkan Islam agar menjadi sistem kehidupan. Ketika mereka mendekat kepada Allah, bangkit menjadi pejuang Islam, yang semua itu bermula dari kita, maka Allah tak akan pernah salah menilai, Allah pasti akan memberikan semua pahala kebaikan mereka untuk yang pertama kali mengajak, yaitu kita. Jadi ayo semangat share. Cause sharing is caring.

Wallahu a'lam.[]

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Aya Ummu Najwa Salah satu Penulis Tim Inti NP
Previous
Agar Ramadan Tak Sia-Sia
Next
Tolong Bangunkan Aku!
5 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

4 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
R. Bilhaq
R. Bilhaq
10 months ago

masyaa Allah...

Firda Umayah
Firda Umayah
10 months ago

MasyaAllah, sungguh Allah sangat dekat kepada orang-orang yang senantiasa mengingat dan berdzikir kepada-Nya

Tes komentar
Tes komentar
10 months ago

Tes komentar lagi

Sherly
Sherly
10 months ago

Tulisan yang mengingatkan agar kita harus senantiasa berzikir. Jazaakillah khair.

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram