Muslim, Tionghoa Australia, dan Pribumi paling Menjadi Sasaran Liputan Media Rasis

Sebuah studi baru menemukan pemberitaan rasis masih marak di media Australia
Laporan itu mengatakan ada "peningkatan bentuk rasisme terselubung yang mungkin lebih sulit dideteksi"
Pemuda Australia dengan beragam latar belakang mengatakan bahwa mereka tidak terwakili di media
Itu hanyalah satu dari beberapa pertemuan rasis yang dia hadapi saat tumbuh besar di Australia, setelah beremigrasi dari Bangladesh ketika dia berusia empat tahun.


By :Erwin Renaldi, Nazli Bahmani and Samuel Yang

NarasiPost.Com-Ketika Nayma Bilal pergi ke pantai Sydney dengan mengenakan niqab, seorang asing berjalan ke arahnya dan menyuruhnya untuk "keluar dari negara ini, tempatmu bukan di sini".

"Saya dibesarkan di sini dan saudara laki-laki saya lahir di sini. Kami sama Australia seperti Anda," jawabnya kepada orang asing itu.

Ms Bilal mengatakan wanita Muslim, terutama mereka yang memakai cadar, sering disalahpahami dan menjadi korban rasisme terang-terangan di banyak bagian media.

"Itu salah satu bagian yang paling menjengkelkan tentang representasi media; ketika media sangat fokus untuk merepresentasikan Muslim sebagai teroris dan sebagai orang jahat," kata pria berusia 19 tahun itu kepada ABC.

"Ini menciptakan bias yang tidak disadari dalam pikiran orang-orang ketika mereka berinteraksi dengan Muslim.

"Sangat mengecewakan bahwa kami tidak diberi kesempatan sebanyak komunitas lain untuk benar-benar menyuarakan pendapat kami dan mengungkapkan siapa kami dan terdiri dari apa agama kami."

Sebuah studi "potret media" baru-baru ini menganalisis opini terkait ras di surat kabar dan program televisi arus utama Australia dan menemukan lebih dari setengahnya melibatkan penggambaran negatif tentang ras.

Kelompok nirlaba anti-rasisme All Together Now mengatakan Muslim Australia, Tionghoa Australia, dan Pribumi Australia adalah komunitas yang paling ditargetkan.[]


Photo and News source :https://www.abc.net.au

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Don't Feel Insecure
Next
Kemiskinan Sistemik, Bukan Kebetulan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
R. Bilhaq
R. Bilhaq
7 months ago

Memang Islam yang tidak diskriminatif.. Semua manusia sama, yang membedakan hanyalah ketakwaannya saja..

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram