Tetap Waspada, Corona Belum Sirna

"Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allâh adalah Maha Penyayang kepadamu"
(QS. an-Nisa : 29).


Oleh : Nay Beiskara
(Admin NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Bagaikan burung di dalam sangkar. Kiranya inilah yang dirasakan oleh warga Spanyol kala pemerintah setempat memberlakukan lockdown di negara itu sejak Oktober 2020 guna melawan virus corona gelombang kedua. Mereka merasa terkekang, tidak ada kebebasan untuk bepergian antarwilayah. Tak hanya itu, pemerintah pun menetapkan jam malam di sana.

Namun, kondisi berbeda kala pemerintah mencabut lockdown di negara tersebut. Dengan dicabutnya peraturan ini, maka masyarakat diperbolehkan untuk bepergian antarwilayah, begitu pula dengan pengaktifan kembali jam malam. Hal ini disambut dengan gembira oleh masyarakat di sana, terutama para pemudanya. Mereka menyambutnya dengan teriakan, riuh tepuk tangan, dan tak ketinggalan musik. Salah seorang pemuda menyatakan bahwa kondisi pascapencabutan lockdown itu seperti Tahun Baru.

Cnnindonesia.com (11/5/2021) melansir, setelah pencabutan lockdown pada Senin (10/5), ratusan pemuda Spanyol mengadakan pesta tanpa menggunakan masker di jalan-jalan di Madrid dan Barcelona. Mereka juga tidak mengindahkan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak dan melakukan kerumunan. Pihak keamanan yang mengetahui adanya kerumunan melakukan penertiban dan pemberlakuan sanksi berupa denda.

Pertanyaannya, sadarkah para pemuda tersebut bahwa Spanyol khususnya dan dunia umumnya, belum juga terbebas dari corona dan apa yang mereka lakukan dapat mengancam keselamatan jiwa mereka?

Corona Belum Sirna, Tetap Waspada

Fernando Simon sebagai Kepala Kesehatan Darurat Spanyol menyatakan keprihatinannya akan kondisi di negaranya pascapencabutan aturan lockdown. Menurutnya, perayaan seperti itu dapat meningkatkan penyebaran corona setelah pemerintah berupaya melawan corona selama setahun terakhir ini.

Keprihatinan itu tentu beralasan. Karena pandemi belum jua berakhir, bahkan di beberapa wilayah di dunia kembali merenggut korban seperti di India, tak terkecuali di Spanyol. Cnnindonesia.com (11/5/20210) melansir, Spanyol memiliki 3,5 juta kasus dengan sekitar 79 ribu kematian. Dalam dua pekan terakhir sebelum dibuka kembali lockdown, jumlah kasus hariannya menunjukkan angka yang terus berkurang hingga 200 kasus. Tetapi, pembukaan lockdown oleh pemerintah setempat dikhawatirkan mampu meningkatkan kembali kasus Covid-19.

Pencabutan lockdown oleh penguasa Spanyol bukanlah alasan untuk tidak menjalani protokol kesehatan. Masyarakat di sana dianjurkan untuk tetap memerhatikan prokes ini, baik dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Karena dunia saat ini belumlah terbebas dari virus corona. Makhluk yang tak kasat mata ini belum jua sirna sehingga siapa pun dari kita harus tetap waspada.

Para pemuda di Spanyol yang terbiasa berperilaku hidup bebas tentu akan merasa amat terkekang. Mereka yang biasa campur baur dalam berinteraksi seakan terpasung di dalam rumah-rumah mereka. Padahal, pembatasan interaksi sejatinya untuk keselamatan diri mereka sendiri.

Sikap Muslim

Bagi seorang muslim yang merupakan bagian dari masyarakat dunia harus pula mengikuti rambu-rambu yang ada. Apalagi, bila rambu-rambu tersebut dipandang penting dilakukan bagi keselamatan jiwa. Selain itu, Islam melarang setiap muslim untuk sengaja melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan mudarat bagi diri sendiri.

Allah Swt. berfirman yang artinya, "Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allâh adalah Maha Penyayang kepadamu" (QS. an-Nisa : 29).

Ayat ini menjadi dalil larangan untuk berbuat aniaya atau zalim pada diri sendiri. Pada saat wabah belum dapat dipastikan lenyap dalam satu wilayah, tidak memperhatikan prokes dan bahkan dengan sengaja berkumpul dengan melanggar prokes yang telah ditentukan, termasuk ke dalam perbuatan menganiaya atau menzalimi diri sendiri. Karena kita tidak pernah tahu siapa saja yang terkena dan terbebas dari virus. Melihat banyak juga orang yang terkena virus, tetapi tidak menunjukkan satu gejala pun. Ia menganggap dirinya sehat, padahal ia pembawa virus dan mampu menularkannya pada orang lain dengan kondisi imun yang lemah.

Karenanya, bila seorang muslim menemui kondisi semacam ini, bersabar menjadi pilihan utama baginya. Bersabar untuk tidak berkerumun. Bersabar dalam menaati protokol kesehatan selama dunia masih diliputi wabah. Ini adalah salah satu bentuk ikhtiar agar kesehatan selalu terjaga. Dengan ini, kita tidak akan tertular dan orang lain di sekitar kita pun selamat.[]


photo : google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Menyadari Braxton Hicks adalah Tanda Cinta Sang Pencipta
Next
240 Jam
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram