Mengalah untuk Menang

Pernah merasa down karena ketika menyampaikan kebaikan ke orang, tapi tidak direspon baik, bahkan dibenci ketika menyampaikan hal baik, atau disindir, pernah?


Oleh: Nadiya R.

NarasiPost.com- Pernah merasa down karena ketika menyampaikan kebaikan ke orang, tapi tidak direspon baik, bahkan dibenci ketika menyampaikan hal baik, atau disindir, pernah? Gimana sih, rasanya? Pasti enggak enak, dong? Rasa enak dari mana kalau dihujat sama orang? Jelas enggak enak lah yaa. Mari kita menyibak sedikit tentang keganjalan yang ada. Sebenarnya, apa sih yang kita sampaikan sehingga ada saja orang yang membenci dengan sesuatu yang kita sampaikan. Salahnya di mana?

Kalau menyampaikan Islam, terkadang ada saja problem di depan mata. Ya memang, hari gini biasanya kalau menyampaikan Islam itu terkadang banyak problem yang terus-terusan ada. Salah satunya ya tadi, bakalan ada yang ngehujat karena kita menyampaikan Islam.

So, apa yang jadi masalah sekarang? Banyak orang saat ini yang merasa down akibat kebaikan yang dia sampaikan, malah berujung hujatan kebencian yang ia dapat. Padahal, sudah bersusah payah menyusun kata berhari-hari dan siap mental untuk menyampaikan. Tapi setelah tahu responnya, kita jadi down. Sungguh menyedihkan.

Karena faktanya, remaja zaman ini atau bahkan manusia di zaman sekarang, terkadang susah untuk diberi pengertian agar meninggalkan hal maksiat. Walaupun kita sudah menyampaikan hal baik, itu sudah merupakan pahala bagi kita. Masalah orang tadi membenci kita, biarkan saja orang membenci, yang terpenting, jangan balas orang itu dengan kebencian juga.

Tetaplah berbuat baik, melemparkan senyum, dan bersilaturahmi. Hindari rasa benci itu. Kemungkinan besar, hati orang tadi akan luluh, dan sedikit demi sedikit bisa menerima apa yang kita sampaikan. Jangan sampai menyebabkam permusuhan dan memutus silaturahmi. Baiknya adalah, kita harus mengalah terlebih dahulu jika mengalami masalah seperti tadi. Karena, jika kita memaksakan, pasti ya enggak akan bisa.

Sesuai judul, mengalah untuk menang. Maksudnya ya, memang kita harus menerima kalau dibenci orang saat kita berdakwah. Kita harus lebih lapang dada, karena berdakwah atau menyampaikan kebaikan itu memang tak mudah. Proses hijrah untuk menjadi seorang yang lebih baik adalah hal yang berat. Memang berat, kan? Nantinya pasti ada yang mencaci, membenci, dibilang sok alim lah, ini lah.

Berdakwah itu perintah, jadi jangan lalai sama perintah Allah. Walaupun ada hambatan di tengah jalan, itu adalah suatu hal yang membuat kita diuji oleh Allah. Ada baiknya pula kita mencontoh Rasulullah, yang saat menyampaikan Islam sering diboikot, dicaci, bahkan pernah dilempari kotoran unta dan lain sebagainya. Tapi Rasulullah tak membalas semua perbuatan itu. Beliau menerima dengan lapang dada. Pada akhirnya, banyak kaum Quraisy yang masuk Islam. Mungkin kalau zaman sekarang jarang sih sampai dilempari kotoran unta. Kebanyakan di zaman sekarang itu sindir menyindir. Ya, kan?

Memang berat banget, ya Sob. Karena sampai membuat kita down. Tapi, jangan sampai kita menyerah dari kewajiban ini. Teruslah semangat dan berbuat baik. Biarkan si pembenci itu nantinya menyesal karena menyia-nyiakan waktu dan tenaga untuk membenci kita. Tugas kita, selalu mengingatkan sesama dalam kebaikan. Kalau ada yang tidak berkenan atau tidak suka dengan apa yang kita sampaikan, maka kita juga harus mendoakan supaya mendapatkan hidayah.

Jika Islam tegak, pasti dituntut untuk mematuhi aturan yang sesuai dengan Al-Quran. Maka jika ada yang melanggar, pasti ada konsekuensi. Dan pastinya akan membuat orang yang membenci, mengabaikan aturan Allah tadi akan patuh juga dengan aturan Islam. Karena tidak mungkin juga akan melanggar, bukan?

And the last. Pastikan dirimu untuk selalu semangat, berdakwah karena Allah, jangan takut jika ada yang mencaci, berarti mereka sebenarnya paham apa yang kita sampaikan, namun enggan melakukan. Semangat terus, Sob, jangan sampai putus asa. Menyadarkan orang terkadang butuh waktu lama, dan sangat menguji kesabaran. Buat yang lagi down, segera bangkit ya. "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." Semangat semua![]


Picture Source by Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Janji Kampanye, Hiburan Pesta Demokrasi
Next
Kunci
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram