Tren Cek Khodam, Boleh Enggak, Ya?

Tren Cek Khodam

Tren cek khodam ini, hampir mirip dengan ramalan zodiak atau ramalan-ramalan lain, Sob. Tidak boleh percaya, meyakini, atau malah diri kita minta untuk dipasangkan khodam. No!

Oleh. Arum Indah
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Sob, sudah pada tahu belum? Belakangan ini santer banget tren cek khodam di media sosial khususnya platform TikTok. Hmm, tren apa lagi itu, ya?

Jadi, tren ini mulai ramai saat para konten kreator TikTok nge-live sambil menerawang khodam seseorang lewat foto dan nama lengkapnya, Sob. Anehnya, si pembuat konten urung menampakkan wajahnya, ia hanya menggunakan suara dan membaca khodam seseorang dengan cepat. Penamaan khodam-nya pun beragam, Sob. Mulai dari tokoh mistis, leluhurnya sendiri, hingga binatang buas, seperti Nyi Blorong, Rawarontek, Harimau Kutub, si Mbah (sebutan kakek/nenek dalam bahasa Jawa), Raja Sumatra, dan lain-lain, deh.

Seperti live TikTok pada umumnya, tren ini juga ‘gak gratis, Sob. Biasanya saat sedang live, pembayaran dilakukan dengan pemberian gift berupa mawar. Satu tangkai mawar berharga Rp250,-.

Setelah si konten kreator melihat foto dan nama lengkap seseorang, ia pun bisa mengetahui khodam-nya. Bagi mereka yang percaya khodam, hal ini bisa dijadikan sebagai landasan untuk menjalani kehidupan, seperti untuk memulai dan memilih pekerjaan apa yang cocok, hingga memilih pasangan hidup, Sob! Duh, duh, sudah seperti perdukunan online saja, ya.

Mirisnya, bisnis ini laris manis, Sob. Entah hanya sekadar iseng atau fomo atau ada yang benar-benar percaya, yang jelas tiap kali live, peminat cek khodam ini ramai sekali.

Ckckck. Kelakuan anak muda sekarang memang kadang buat geleng-geleng kepala, ya, Sob. Sebagai seorang kawula muda muslim, kamu wajib banget untuk tahu bagaimana pandangan Islam terhadap hal ini, supaya kita gak sekadar ikut-ikutan walau hanya iseng. Yuk, check it out!

Apa itu Khodam?

Khodam merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang memiliki arti sebagai pembantu atau penjaga. Istilah berbau mistis ini, sudah ada sejak zaman dulu dan dipercaya orang-orang sebagai sosok yang dapat melindungi dan menjaga seseorang dari keburukan-keburukan yang mengancamnya, Sob!

Film-film kolosal zaman dulu, banyak banget tokoh-tokoh utamanya yang bisa mengeluarkan jurus untuk memanggil “sang penjaganya” guna melindungi diri. Bahkan, di film kartun anak-anak sekali pun, jurus pemanggil khodam sudah ditampilkan, seperti jurus Kuchiyose no Jutsu di anime Naruto. Wah, wah, padahal itu kartun asal Jepang, lo. Apakah khodam sudah mulai mendunia? Hihihi. Ternyata sudah dari zaman orok kita dididik dengan hal-hal mistis. Apalagi masyarakat Indonesia, ya, hobi banget sama yang berbau mistis. Segala hal yang mistis dicari-cari dan jadi ladang cuan.

Nah, apa pun wujud “si penjaga” ini, ia benar-benar dipercaya untuk dapat membantu, mengikuti, dan menyelesaikan masalah seseorang, Sob. “Si penjaga” ini bisa berasal dari bawaan lahir, ilmu turunan leluhur, atau bahkan bisa melalui prosesi penanaman khodam dengan cara melakukan kontrak atau perjanjian dengan bangsa jin, hiii, kok jadi seram, ya.

Selain itu, khodam juga dipercaya bisa memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dan mengasihi, terlebih lagi, ia juga diyakini dapat membentuk kepribadian seseorang.

Manusia dan Jin

Sob, sebelum lanjut bahas tentang bagaimana khodam dalam pandangan Islam, aku mau bahas dulu, nih, tentang dua makhluk Allah ini, yakni manusia dan jin.

Kalau manusia, sudah barang tentu kita semua tahu, ya, hehehe. Manusia itu, ya, kita sendiri. Makhluk Allah yang paling sempurna, yang telah diciptakan Allah dengan sebaik-baiknya bentuk.

Jin juga merupakan makhluk Allah yang sebenarnya juga hidup berdampingan dengan manusia. Namun, karena pergerakan mereka lebih cepat dan gesit, jadi wujud mereka tak bisa dilihat dengan pandangan biasa oleh mata manusia, Sob.

Manusia dan jin sama-sama diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam surah Az-Zariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya: “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Jika manusia ada yang beriman dan kafir, maka jin juga begitu, ada yang taat dan ada juga yang menyimpang dari kebenaran.

Allah berfirman dalam surah Al-Jin ayat 14:

وَّاَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ وَمِنَّا الْقَاسِطُوْنَۗ فَمَنْ اَسْلَمَ فَاُولٰۤىِٕكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا

Artinya: “Dan sesungguhnya di antara kami ada jin-jin yang taat kepada kebenaran dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.”

Walau manusia dan jin hidup di dunia yang sama, tetapi kita beraktivitas di dimensi yang berbeda, Sob. Manusia tidak bisa melihat jin, tetapi jin bisa melihat manusia. Yang paling penting, apa yang menjadi urusan jin, tak perlu menjadi urusan manusia. Begitu pula kita sebagai manusia, apa yang menjadi urusan manusia, tak seharusnya kita melibatkan jin. Apalagi sampai memercayai kekuatan-kekuatan mistis dari bangsa jin, na’udzubillah, karena pada dasarnya, manusia dan jin sama-sama makhluk Allah, menjadi sebuah kesalahan fatal jika kita memercayai kekuatan kepada sesama hamba Allah, lalu menggantungkan harapan hidup pada mereka. Duh, hati-hati, ya, Sob, bisa-bisa malah terjungkal ke lembah dosa.

Khodam dalam Akidah Islam

Akidah Islam adalah pemikiran yang mendasar dan menyeluruh tentang alam semesta, manusia, kehidupan, apa yang ada sebelum dunia, di dunia, dan apa yang ada sesudah dunia serta hubungan ketiganya.

Melalui pemikiran yang mendasar dan menyeluruh ini, akan kita temukan bahwa kita berasal dari Allah, hidup untuk Allah, dan akan kembali kepada Allah, Sob. Artinya, kita harus senantiasa menyandarkan segala sesuatu di kehidupan ini kepada Allah, meyakini tidak ada kekuatan yang lebih hebat selain punya Allah, dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi (baik atau buruk dalam pandangan manusia), semuanya adalah keputusan terbaik dari Allah.

Lewat akidah Islam juga, akan kita temukan makna tauhid dalam kehidupan, bagaimana kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya kekuatan dan Allah yang berhak menetapkan aturan kehidupan bagi manusia.

Allah Swt. berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 38:

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۗ قُلْ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ اَرَادَنِيَ اللّٰهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كٰشِفٰتُ ضُرِّهٖٓ اَوْ اَرَادَنِيْ بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكٰتُ رَحْمَتِهٖۗ قُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ ۗعَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُوْنَ

Artinya: “Dan sungguh, jika kamu bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ Niscaya mereka menjawab, ‘Allah.’ Katakanlah, ‘Maka katakanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak memberikan mudarat kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu? Atau jika Allah hendak memberikan rahmat kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu mampu menahan rahmat-Nya?’ Katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nya orang-orang bertawakal berserah diri.’”

Jadi, memercayai kekuatan lain selain kekuatan Allah disebut juga syirik dan hukumnya haram. Tren cek khodam ini, hampir mirip dengan ramalan zodiak atau ramalan-ramalan lain, Sob. Tidak boleh percaya, meyakini, atau malah diri kita minta untuk dipasangkan khodam. No! Walau hanya sekadar bercanda, ikut-ikutan or fomo, tetapi hal ini sama sekali bukan dan tidak layak untuk jadi bahan candaan dan ikut-ikutan, ya, Sob. Duh, masa iya, sih, untuk dosa sekelas syirik kita buat bahan guyon dan ikut tren. Sekali lagi, big no!

Kalau hanya untuk sekadar bercanda aja tren ini gak boleh, apalagi serius, tentunya sangat tidak boleh. Tren ini tak hanya sekadar merusak akidah, tapi juga membuat para pelakunya terjerumus dalam lembah dosa.

Sudah begitu, para konten kreator itu bisa juga asbun alias “asal bunyi”, asal sebut khodam saja, yang penting cuan terus mengalir. Anehnya, orang-orang malah pada percaya. Hmm, yuk, cerdas dalam sosial media, Sob.

Oh, iya, tren cek khodam ini, erat juga kaitannya sama kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka banget sama hal-hal mistis. Padahal, percaya hal gaib memang perlu, tapi sekali lagi, kita tidak usah melibatkan diri dalam hal-hal itu, sebab hal itu tidak diwajibkan oleh Allah.

So, Guys. Yuk, sibukkan diri kita dengan aktivitas yang wajib dan sunah, supaya pahala kita yang bertambah, bukan dosa. Hehehe. Kemudian, cerdaskan diri kita dengan mempelajari dan mendakwahkan Islam. Dijamin deh, hidup kita bakal gak latah, gak fomo, intinya sih gak terikut sama arus kerusakan.

https://narasipost.com/challenge-np/07/2024/generasi-bucin-syariah-adakah/

Adapun kepribadian, bukan khodam yang menentukan kepribadian kita, Sob. Melainkan pola pikir dan pola sikap. Jika seseorang terbiasa berpikir dan bersikap tidak dengan Islam, berarti kepribadiannya bukan kepribadian Islam. Sebaliknya, jika seseorang berpikir dan bersikap dengan Islam, tentu seseorang itu telah memiliki kepribadian Islam. Did you know, Guys? Kepribadian itu tidak lahir dengan sendirinya, tapi harus diusahakan! Untuk bisa membentuk kepribadian Islam dalam diri seseorang, jalan satu-satunya hanyalah mengkaji Islam, the one and only!

Dengan mengkaji dan ikut dakwah Islam, hidup kita akan lebih terarah dan lebih berarti, Sob. Sebab, setiap aktivitas yang kita lakukan, semuanya akan dipersembahkan untuk pemilik cinta abadi kita, yakni Sang Khalik, Allah Swt.

Wallahu’alam bishowab []

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Arum Indah Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Kapitalisme Mustahil Menghentikan Human Trafficking
Next
Rere, sang Turbo NP
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

5 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kintan
Kintan
10 days ago

Ma syaa Allah keren sekali sih penjelasannya. Ringan namun detail . Jazaakillah khairan ❤️

Arum indah
Arum indah
Reply to  Kintan
10 days ago

Terimakasih sudah mampir, kak kintan.. ❤️

Deena
Deena
11 days ago

Aish... ada2 aja kelakuan orang zaman sekarang ya?!
Yang aneh dan nyeleneh emang cepat banget jadi tren..

Barakallah mbak Arum..

Dia dwi arista
Dia dwi arista
11 days ago

Apa pun bisa jadi tren ya, baik yang masuk akal atau enggak, membahayakan apa enggak. Daya nalar dan pikir generasi sekarang sungguh miris jika masih percaya dengan hal seperti ini

bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram