Smart Financial Is A Must!

Smart Financial

Smart financial akan membuat seseorang mendapat banyak keuntungan dan tidak menyesal di kemudian hari, juga terhindar dari virus hedonisme yang amat menyesatkan.

Oleh. Angesti Widadi
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Hai hai hai, halo, Bestie! Siapa nih di sini yang suka jajan? Mengaku deh! Siapa di sini yang kalau mengerjakan tugas sukanya mencari tempat yang nyaman alias di kafe atau restoran? Ayo, mengaku! Saya juga pernah muda dan punya hobi jajan, lo! Dahulu, saya juga suka mengerjakan tugas sambil nongkrong di kafe. Hihihi.

Memang terlihat enak dan bahagia, ya, menjalani hari-hari dengan jajan di kafe atau makan di restoran. Namun, hati-hati lo! Jangan sampai kita terjebak di zona nyaman sampai-sampai keuangan tidak aman. Bahaya 'kan? Kita harus menjadi muslimah yang smart financial agar tidak menyesal di kemudian hari.

Bestie, tentu saja kita boleh melakukan sesuatu yang membuat kita bahagia, asal semua yang kita lakukan sesuai dengan porsinya, ya! Apalagi di usia kita yang sudah remaja dan akan menginjak dewasa, maka sudah seharusnya kita bisa untuk melakukan self control alias mengatur diri kita sendiri dengan benar. Sudah bukan waktunya untuk bersenang-senang lagi tanpa memikirkan sebab-akibat, ya, Bestie! Bestie harus smart dalam pengelolaan finansial dari sekarang, hehe.

Waspada Virus Hedonisme

Bestie, di era digital seperti sekarang ini, ada banyak sekali konten yang menjual gaya hidup yang tinggi. Katanya, remaja yang gaul dan open minded itu harus orang yang memiliki merek ponsel tertentu, pakai barang branded, makan junk food, dan harus punya mobil! Wah, standar dari mana ya, Bestie? Tentu saja standar dari sebuah sistem yang bernama kapitalisme yang melahirkan virus hedonisme. Waspadalah waspadalah, Bestie!

Hedonisme sengaja diciptakan oleh sistem kapitalisme untuk menghancurkan generasi. Generasi yang sudah terkena virus hedonisme akan kecanduan dan sulit untuk berhenti dengan berbagai alasan yang dibuat-buat. Hedonisme membuat remaja terus menginginkan hal-hal yang berbau "mahal" dan menganggap bahwa kebahagiaan yang sejati adalah materi.

Namanya juga sistem kapitalisme ya, Bestie! Sistem yang mengacu kepada kesuksesan materi dan hanya berputar-putar kepada urusan materi saja. Ada uang aku senang, aku kaya aku bahagia. Begitulah kira-kira prinsipnya, Bestie! Sistem kapitalisme juga berhasil menyulap generasi muda untuk membudayakan konsep "lu punya duit lu punya kuasa" alias standar dalam berteman adalah menggunakan tolok ukur materi.

Tinggalkan Hedonisme

Salah satu contoh keberhasilan dari virus hedonisme adalah budaya nongkrong di kafe dan jajan dengan sangat boros. Dengan alasan mengerjakan tugas, mencari tempat kerja yang nyaman (bagi yang bekerja freelance), mereka lebih banyak menghabiskan waktu di kafe atau restoran. Tanpa mereka sadari, mereka lalai dalam mengelola keuangan dengan benar. Mereka juga akan mengalami kerugian dalam bidang finansial karena terlalu agresif jajan di kafe atau restoran.

Wah, sayang banget 'kan, Bestie, jadi rugi banyak! Bagi kamu yang sudah terkena virus ini, sebaiknya segera tinggalkan, ya! Karena kamu akan mudah stres ketika kamu enggak punya uang, atau kamu bisa gila kalau seminggu aja enggak nongkrong di kafe, enggak mau 'kan?

https://narasipost.com/teenager/06/2024/be-a-smart-muslim/

Hedonisme hanya membawa kamu kepada kesengsaraan dan kesesatan dalam berpikir, lo! Akhirnya tindakan kamu pun juga salah dan bisa berujung kepada penyesalan. Misalnya selama ini kamu terus mengikuti tren untuk membeli barang branded, memaksakan diri untuk memakai merk ponsel tertentu, padahal kamu tidak butuh akan hal itu. Di kemudian hari kamu menyesal karena tidak mengelola keuangan dengan baik. Semakin yakin kan, Bestie, untuk meninggalkan hedonisme?

Alasan Harus Smart Financial

Sebagai muslimah yang baik, tentu saja kita patuh terhadap aturan dong, Bestie? Allah Swt. melarang kita untuk boros alias suka menghambur-hamburkan uang, karena boros adalah saudaranya setan, hi.. enggak mau 'kan jadi saudara setan? Bestie, Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Isra ayat 27:

"Sesungguhnya orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."

Selain itu, tentunya sebagai muslimah yang baik, kita juga mau dong pandai dalam mengelola keuangan? Bahasa gaul ala anak Jaksel sih smart financial, ya, Bestie? Eh, itu mah, bahasa Inggris ya! hihi.

Ada banyak keuntungan, lo! Jika kita menjadi muslimah yang smart financial.

Pertama, kita jadi pandai menganalisis nih, Bestie, kebutuhan apa saja yang menjadi prioritas kita. Ketika kita sudah terbiasa memfilter apa yang menjadi kebutuhan prioritas, tanpa kita sadari, kita juga dilatih untuk menjadi orang yang bijak dalam mengambil sebuah keputusan.

Kedua, kita akan memiliki tabungan di masa depan, ketika kita pandai dalam menghemat uang dan tidak agresif dalam jajan, Bestie! Ada enggak orang yang tidak ingin memiliki tabungan? Pastinya semua orang ingin memiliki tabungan dong? Karena dengan memiliki tabungan, hidup kita akan aman jika ada sesuatu yang darurat.

Ketiga, kita akan memiliki peluang untuk melakukan investasi, apabila kita smart dalam finansial, Bestie! Eits, investasinya harus yang sesuai dengan rambu-rambu hukum Islam, ya! Nah, dengan kita melakukan investasi, maka kita tidak perlu khawatir dengan kehidupan kita di masa depan.

Keempat, kita memiliki peluang untuk menjadi seperti Ibunda Khadijah yang gemar bersedekah, apabila kita sukses dalam mengatur keuangan. Saya yakin nih, Bestie, pasti kita semua ingin meneladani sosok dari Ibunda Khadijah 'kan? Mengaku aja deh! Allah Swt. menyukai orang-orang yang gemar bersedekah, lo! Karena dengan bersedekah, kita akan meninggal dalam keadaan yang baik, dan dijauhkan dari siksa kubur. Insyaallah, ya, Bestie.

Penutup

So, kita harus menjadi muslimah yang smart financial agar kita mendapat banyak keuntungan dan tidak menyesal di kemudian hari. Kita juga akan terhindar dari virus hedonisme yang amat menyesatkan. Sesungguhnya kebahagiaan yang sejati adalah ketika kita mengikuti jalan yang lurus. Bukan dengan mengikuti hawa nafsu dalam napas hedonisme. So, Bestie, tinggalkan hedonisme dan jadilah muslimah yang pandai dalam mengelola keuangan!

Wallahu a'lam bishawab.[]

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Angesti Widadi Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Pemegang Kunci Ka'bah dan Persatuan Umat
Next
Impotensi Mengancam Keharmonisan Suami Istri
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram