Teman tapi Maya

"Carilah teman yang mengajak ke jalan takwa saat kau futur, bukan teman yang mencuri habis waktumu hingga menjauhkanmu dari-Nya"

Oleh : Meidina Iza Fauziah

NarasiPost.Com-Sahabat Muslimah, kamu memakai smartphone, kan?
Rata-rata remaja seusia kamu memang sudah memegang gadget canggih itu. Kalau bukan smartphone, pasti iPhone. Namun, yang tidak memakai jangan berkecil hati, ya! Justru kalian selamat dari fitnah yang satu ini, TTM alias teman tapi maya.

Yups, sekarang ini remaja seolah berlomba banyak teman, merasa bangga, jika nomor kontak bb-nya ratusan atau bahkan ribuan. Belum lagi ribuan followers  di Twitter, ditambah friend list di Facebook.
Ups, hampir ketinggalan followers di Instagram juga ikut dihitung.

Walhasil, seharian sibuk chatting-an dengan kontak-kontaknya, kasak-kusuk mention dengan cara SKSD alias sok kenal sok dekat, tebar pesona di mana-mana.

Profil Teman

Berteman, bergaul, itu boleh-boleh saja, Sahabat Muslimah. Itu bagus karena manusia adalah makhluk sosial, pasti membutuhkan jaringan. Masalahnya, siapa yang kita ajak berteman? Siapa yang kita ajak chatting-an? Aktivitas itu penting atau tidak, bermanfaat atau tidak? Itu harus dijawab dulu dengan benar.

Saat ini, di dunia nyata, kita sudah mempunyai banyak teman. Di sekolah misalnya, ada yang sekadar kenal nama, ada teman biasa dan ada juga sahabat akrab. Mungkin setiap hari bertemu, saling sapa, bercengkerama dan berinteraksi. Itu saja, kita tidak terlalu kenal dengan karakter seluruh teman offline. Kita mungkin hanya akrab dengan beberapa di antaranya, makanya, kadang terjadi gesekan.

Lagipula, tidak semua teman di dunia nyata membawa maslahat. Ada yang malah menjerumuskan ke hal-hal yang tidak bermanfaat, bahkan mengajak melakukan hal-hal yang menyerempet maksiat. Kalau tidak mempunyai benteng iman yang kokoh,  kita bisa terjerumus.

Misalnya, ada yang mengajak ngobrol berduaan, padahal lawan jenis, ada yang mengajak mejeng, padahal waktunya mengaji, ada yang menawari boncengan, padahal bukan mahram. Mau menolak, tidak enak. Nah, kalau segala keinginan teman model begini selalu dituruti, maka mereka akan terus menawari. Bisa-bisa, kredit dosa, nih!

Terlebih lagi, teman-teman maya yang kita kumpulkan melalui boradcast atau media sosial. Secara fisik, kita tidak pernah bertemu. Bahwa dia baik, lucu, unyu sehingga rugi kalau tidak kenalan, itu hanyalah klaim. Bahasa iklan, siapa yang bisa menjamin?

Namanya saja, kita tidak tahu secara pasti, apakah itu asli atau palsu. Foto yang dia pajang, juga belum tentu gambar asli. Penampilan kece, cakep, cantik, putih, itu juga bisa dibuat. Banyak aplikasi untuk modifikasi foto, kan? Jadi, jangan tertipu!

Lebih-lebih agama, perangai, prilaku, dan akhlaknya, kita tidak pernah mengetahuinya. Apa dia betul-betul laki-laki atau perempuan? Apa betul dia orangnya asik? Mungkin, selama chatting-an dia menunjukkan karakter yang tampaknya baik-baik saja, bahkan tak sedikit yang terpikat, simpati dan jatuh hati.
Padahal, chatting-an itu bisa jadi hanya setting_an. Bisa aja dia membuat kalimat-kalimat Indah, lemah lembut, menyentuh, inspiratif dan sederet kalimat lebih memikat lainnya. Tentu, sebelum menyeting, mereka memikirkan dulu, atau cukup _copypaste. Tertipu deh!

Jadi, Sahabat Muslimah, berteman harus selektif, harus kenal betul seperti apa profil teman kita. Dan itu hanya mungkin jika kenalan di dunia nyata.

Hanya Semu

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya:

"Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memperhatikan siapakah teman dekatnya."

Hadis ini diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah melalui dua jalur periwayatan, oleh al-Imam Ahmad, Abu Daud Tirmidzi, Al Hakim, Ath-Thayalisi, Al-Qudha'i
(Dalam Al musnad No 187).

Nasihat itu benar adanya. Jangan asal menambah koleksi teman, padahal cuma semu. Teman-teman maya yang kita kenal itu hanya menambah daftar panjang kegiatan buang-buang waktu kita. Terlebih, jika hanya iseng belaka, berbicara ngalor-ngidul tentang hal yang sifatnya mubah atau bahkan yang tidak berguna. Apalagi buat anak perempuan, jangan-jangan malah menjadi ajang bergosip.

Bagaimana jika berteman dengan sesama muslim, misalnya dengan aktivis dakwah? Silakan aja, yang penting prinsip berteman adalah membawa pada kebaikan. Intinya, banyak teman, banyak mendapat inspirasi kebaikan.  Berarti, banyak  yang  yang mengingatkan untuk makin dekat dengan Allah Swt.
Masalahnya, apakah kamu yakin jika segudang teman akan semakin membuatmu dekat dengan Allah Swt., atau malah sebaliknya, lebih mendekatkan dirimu pada ponsel semata? Sibuk main ponsel seharian sampai lupa daratan.

Sebenarnya, untuk apa berlomba-lomba banyak teman? Memang, ada pepatah bahwa seribu teman masih kurang sedangkan satu musuh terlalu banyak. Namun, bukan teman-teman maya yang kamu butuhkan. Carilah teman sejati, teman tapi nyata, yaitu teman satu perjalanan di jalur kebenaran, teman bersandar dalam suka dan duka, yang bisa menguatkan saat kamu lemah. Carilah teman yang mengajak ke jalan takwa saat kau futur, bukan teman yang mencuri habis waktumu hingga menjauhkanmu dari-Nya, yang hanya sok jaim di dunia maya.

Jadi, Sahabat Muslimah, jangan sampai tergoda untuk  add ini-itu!
Tidak perlu membanggakan banyaknya nomor kontak di HP-mu karena semua itu hanya semu![]

Photo : Pinterest

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Meidina Iza Fauziah Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Ajal Sebab Datangnya Kematian
Next
Anggaran PEN Naik, Mampukah Menjadi Solusi?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram