Yang Muda yang Berjaya

"Gunakanlah lima hal sebelum datang lima hal. Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu, juga masa hidupmu sebelum datang kematianmu."
( HR. Al Hakim Ibnu Abbas ra )

Oleh. Bedoon Essem

NarasiPost.Com-Hey, kamu! Iya kamu. Para pemuda Islam yang mengaku agen perubahan, calon pemimpin masa depan. Kalian adalah harapan umat. Di pundak kalianlah tugas suci perjuangan kebangkitan Islam akan dibebankan. Tugasmu sangat mulia, di tangan kalianlah perubahan dunia akan terjadi. Kalianlah yang kelak akan mengisi masa kejayaan Islam dengan kegemilangan.

Tapi, Guys tahukah kamu? Bahwa untuk mencapai kegemilangan itu membutuhkan kerja keras? Bahwa ketika kita ingin menang, kita harus mengeluarkan ekstra dari tenaga, pikiran, kekuatan, waktu, dan pengorbanan kita? Dan tentunya setiap kita pasti sepakat dong, bahwa jika kita santai alias leha-leha, menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, main game, hang out atau kongkow-kongkow saja, dan menghabiskan waktu dengan hal yang unfaedah, maka kemenangan itu hanya akan menjadi mimpi.

Untuk menggapai cita-cita, sudah pasti kita butuh bekerja keras. Untuk memperoleh hasil yang kita inginkan, tentu kita harus bersusah payah dan yang pasti akan ada banyak pengorbanan di sana. Untuk menjadi juara, kita tak bisa hanya mengerahkan kemampuan yang biasa-biasa saja. Ketika teman asyik main game, kita masih harus menghafal, memecahkan rumus, bertemu dengan omelan guru, dana yang harus dikeluarkan ekstra, dan pastinya rasa jenuh juga bosan. Tapi kita harus menahannya, Teman. Demi cita-cita dan juga kemuliaan di masa depan, apalagi jika itu untuk Islam, maka harus kita tambah lagi jiwa militansi kita.

Marilah kita mengingati nasihat mulia dari Imam Syafi'i, beliau pernah berkata, "Bersabarlah kalian jika mendapat perlakuan kurang baik dari gurumu. Karena jauh dari guru menyebabkan kegagalan. Siapa saja yang tak mau mengecap pahitnya belajar, maka kelak sepanjang hidupnya, ia akan merasakan betapa hinanya kebodohan. Siapa saja yang tak mau belajar di waktu muda, ia laksana orang mati maka bertakbirlah kalian untuknya. Demi Allah, pemuda dikatakan eksis itu hanya dengan ilmu dan takwa. Jika itu tak ada padanya, maka ia dianggap tak pernah ada." Wah ngeri sekali ya jika hanya gara-gara kita malas dan tak mau menahan sedikit diri kita untuk belajar agama, kita dianggap tak pernah eksis. Padahal nih, setiap kita sudah Allah beri waktu yang sama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, namun kita tidak mau meluangkan waktu untuk mempelajari Islam, maka bisa dikatakan kita kufur nikmat, Guys.

Memang benar jika dikatakan masa muda adalah masa pencarian jati diri, untuk pembuktian eksistensi, masa pancaroba, masa yang penuh semangat, penuh gairah, bahkan masa untuk mencari perhatian. Namun, Guys, semua semangat juga energi ini sangat perlu adanya pengontrolan dan pembinaan, agar tidak berlebihan apalagi sampai melampaui batas-batas syariat. Untuk itu akan sangat hebat sekali jika di tengah-tengah berbagai godaan dunia tadi, ada seorang pemuda yang taat dan istikamah dengan Islam. Karena para pemuda memang lebih cenderung kepada kesenangan dunia, dengan segala energi dan kekuatan untuk memilikinya. Nah untuk mendapatkan hasil yang maksimal, keimanan yang kokoh, jiwa militansi yang kuat, dibutuhkan kerja keras, kesabaran serta keistikamahan di bawah bimbingan guru.

Sejatinya nih, Sob. Kebaikan pada para pemuda itu banyak. Masa muda adalah masa yang penuh berkah, karena banyak sekali hal-hal kebaikan yang dapat dilakukan pada masa muda. Dengan kuatnya tenaga, konsentrasi pikiran, semangat yang membara, tekad sekuat baja, dan segala hal yang sedang pada puncaknya, jika digunakan untuk kebaikan, maka hasilnya pun akan sangat mengagumkan. Namun akan sangat berbeda jika semua potensi luar biasa itu kita gunakan di jalan yang Allah murkai, hanya mengejar cinta lawan jenis, narkoba, hura-hura, tawuran, atau malah menjadi agen sekularisasi dan moderasi beragama yang menyesatkan umat, tentu itu akan menghancurkan diri dan masa depan, di dunia maupun di akhirat.

Kawan, syarat mati itu tak harus tua. Ajal bisa datang kapan saja. Benar jika dikatakan muda masih kuat. Badan sehat dan bugar, seakan penyakit tak berani dekat-dekat. Akan tetapi, ajal bisa datang dengan jalannya yang misterius, Sob. Siapapun yang Allah kehendaki, maka bisa dan kapan saja malaikat maut menjemputnya. Imam Ibnul Qayyim pernah menasihati kita dalam kitab Shayyidul Khatir 148, "Siapapun pasti tidak mengetahui kapan ajal menjemput secara tiba-tiba, namun ia wajib bersiap-siap! Jangan kalian tertipu dengan usia muda serta sehatnya badan. Sesungguhnya yang meninggal di usia tua itu amatlah sedikit. Akan tetapi yang wafat di usia muda itu jauh lebih banyak, sehingga sangat sedikit para pemuda yang dapat mencapai tua. Sungguh mereka telah tertipu pada yang demikian."

Gangs, pernahkan kalian mendengar kisah para pemuda pahlawan Islam? Mereka telah menjadi Punggawa Islam dan menorehkan tinta emas mereka untuk peradaban Islam nan gemilang pada usia belia! Contoh nih, dalam Shahih al-Bukhari No. 302, "Abdullah ibnu Umar _radhiyallahu 'anhuma menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk meminta izin ikut berjihad pada perang Badar pada usia 13 tahun!."_ Di usia itu kita sedang apa ya, Teman?

Atau Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhu, pada usia 18 tahun ia telah menjadi komandan pada perang Mu'tah. Hemmmn di mana kita saat usia itu? Juga lihatlah kisah Sultan Mahmud ll, Muhammad al-Fatih. Usia 21 tahun ia telah berhasil menembus Benteng Konstantinopel, benteng dengan pertahanan terhebat dunia kala itu. Ia hafal Al-Qur'an, menguasai 7 bahasa dunia, bahkan di usia pra balig. Begitu juga dengan para pemuda hebat sekelas Ja'far bin Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz, Thalhah bin Ubaidillah, Imam Syafi'i, Imam An-Nawawi, dan tentunya masih banyak lagi yang lainnya.

Mereka tidak terlena dengan masa muda, Sob! Mereka tak tertipu dengan kehebatan usia muda. Malah mereka memanfaatkan puncak kenikmatan masa muda, dengan menggapai sebanyak-banyaknya ilmu dan amal terbaik untuk Allah dan rasul-Nya, untuk kemuliaan Islam. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran mereka. Mereka tidak mengenal kata santai, terlena dan terhanyut dengan khayalan kosong, mereka tidak lebay menuruti nafsu syahwat. Dan itulah yang juga harus kita lakukan. Merekalah the real hero, Guys! Bukan hero abal-abal ala Hollywood! Mereka contoh nyata, betapa usia muda harus digunakan sebaik-baiknya untuk menggapai kejayaan Islam.

Mereka benar-benar mengamalkan nasihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadis riwayat Al-Hakim, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, Rasulullah pernah menasehati, "Gunakanlah lima hal sebelum datang lima hal. Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu, juga masa hidupmu sebelum datang kematianmu."

Masa muda tak akan datang dua kali, Teman.
Selangkah demi selangkah ia akan maju ke depan sampai di penghujung waktu yaitu akhir kehidupan. Hari demi hari, minggu, bulan, tahun, ia tak akan pernah mengulang waktu. Yang harus kita lakukan adalah manfaatkan sebaik mungkin waktu yang tersisa ini, untuk lebih dan lebih giat lagi menggali ilmu Islam, mempersiapkan diri mengambil alih kepemimpinan di bawah naungan panji Islam.

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadis riwayat Imam At-Tirmidzi: "Tidak akan bergeser dua tapak kaki anak adam pada hari kiamat, hingga Allah menanyakan empat hal: umurnya, selama hidupnya untuk apa dihabiskan; masa mudanya, ia gunakan dengan cara bagaimana; hartanya, dia dapatkan dari mana dan ia belanjakan untuk apa; dan ilmunya, ia amalkan ataukah tidak."

So, Guys. Sudah tinggalkan kemalasan sekarang juga. Masa muda adalah anugerah yang kelak akan ditanya oleh Allah. Maka gunakan untuk mempersiapkan semaksimal mungkin kehidupan kita kelak, yaitu kehidupan gemilang dalam naungan Islam, juga indahnya taman-taman surga, ayo rapatkan barisanmu, semangat di jalan dakwahmu, ambil bagian dalam perjuangan kebangkitan Islam. Songsong masa depan gemilang dalam naungan Khilafah Islamiyah.

Wallahu a'lam[]

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Bedoon Essem Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Kenaikan Harga LPG nonsubsidi Membuat Resah, Ironi Bangsa Gema Ripah Nasibnya Tetap Susah
Next
Peran Mubaligah Melawan Moderasi Beragama
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram