Risalah Nabi Menentramkan Hati

Rasulullah Saw terbukti telah mampu memimpin sebuah bangsa yang awalnya terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa yang maju yang bahkan sanggup menggalahkan bangsa-bangsa lain di dunia pada masa itu.


Oleh: Desi Wulan Sari (Pegiat Literasi Muslimah)

NarasiPost.com -- Segala aspek kehidupan ini memiliki tujuan yang harus terpenuhi oleh manusia, yaitu memuaskan akal dan menentramkan hati. Terlebih, kita hidup di zaman yang penuh dengan kerusakan yang senantiasa dihembuskan oleh orang-orang kafir yang selalu ingin melemahkan umat Muslim hingga akhir zaman.

Risalah Nabi Muhammad Saw adalah risalah Islam, yang dibawanya adalah sesuatu yang benar. Hal ini tercermin dari akhlak, kepribadian dan sifat-sifat Nabi yang mulia. Inti dari risalah Nabi Muhammad Saw adalah huda (petunjuk) dan dien yang benar.

Risalah Islam yang dibawanya ditunjukkan dalam sebuah konsep kepemimpinan bernegara. Dan layaknya sebuah negara, semestinya memiliki seorang pemimpin yang amanah dan sangat dicintai rakyat. Begitulah Rasulullah Saw mampu menjalankan masing-masing perannya dengan amanah, ketika beliau menjadi seorang kepala negara di Daulah Islam. Dimana beliau merupakan sosok pemimpin yang di elu-elukan rakyatnya. Sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah, seorang kepala keluarga, sekaligus kepala negara yang menjadi contoh teladan umat hingga saat ini.

Rasulullah Saw pemimpin termulia di muka bumi yang senantiasa bersikap rendah hati meski berkuasa. Penampilannya sangat jauh dari bayangan seorang raja dengan mahkota di kepala dan tongkat di tangan. Beliau memerintah dengan cara yang menyentuh hati rakyatnya, melalui kepribadian dan akhlak mulia yang beliau miliki.

Ia satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa, baik dalam hal agama maupun duniawi.” (Michael H Hart)

Namun, jika kita menengok fakta yang ada, sistem kufur yang tengah dijalani umat manusia saat ini tidak ada satupun yang membawa kemaslahatan, baik kemakmuran, kesejahteraan, dan ketentraman hati. Sistem kapitalisme dengan liberalisme dan sekulerismenya telah banyak menimbulkan kerusakan dan masalah-masalah umat yang tidak pernah ada solusinya. Begitupun sistem sosialis dan komunis, semua itu bahkan telah hilang dan mulai dicampakkan umat karena tidak pernah sekalipun menentramkan jiwa, apalagi menyejahterakan.

Negara yang berada dalam cengkraman sistem kufur banyak melahirkan kejahatan-kejahatn seperti korupsi, degradasi moral, pengabaian hak dan kewajiban, kezaliman, kemaksiatan dan berbagai penindasan lainnya.

Hari ini umat merasa lelah, jenuh, dan muak dengan semua itu. Ada kerinduan dalam diri mereka. Kerinduan hadirnya Rasulullah untuk kembali menegakkan syariat sebagai pembawa keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan bagi umat manusia. Tak hanya Muslim, tetapi nonmuslim pun merindukan sistem adil yang pernah ada, yaitu berada di bawah kepemimpinan Khalifah dalam sebuah institusi Daulah Islam.

Bahkan para pemikir Barat pun mengakui, menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford, Muhammad Saw adalah seorang Nabi dan Rasul Allah yang telah memunculkan salah satu peradaban besar di dunia. Tak heran jika Michael H Hart, dalam bukunya The 100, menetapkan Muhammad Saw sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia.
Ia satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa, baik dalam hal agama maupun duniawi, ujar Hart. Muhammad Saw tak hanya dikenal sebagai pemimpin umat Islam, beliau juga dikenal sebagai seorang pemuda terpercaya, negarawan teragung, hakim teradil, pedagang terjujur, pemimpin militer terhebat dan pejuang kemanusiaan tergigih.

Rasulullah Saw terbukti telah mampu memimpin sebuah bangsa yang awalnya terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa yang maju yang bahkan sanggup menggalahkan bangsa-bangsa lain di dunia pada masa itu. Afzalur Rahman dalam Ensiklopedi Muhammad sebagai Negarawan, mengungkapkan, dalam tempo kurang lebih satu dekade, Muhammad Saw berhasil meraih berbagai prestasi yang tak mampu disamai pemimpin negara mana pun.

Itulah sebuah sinergi terbaik dari sosok teladan pemimpin negeri. Islam sebagai landasan hukum bernegara dan berkehidupan. Karena Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Karena Rasulullah membawa risalah Islam untuk menuntaskan problematika umat dengan cara yang benar dan sesuai dengan fitrah manusia, yaitu memuaskan akal dan memberikan ketenangan jiwa, wallahu a’lam bishawab. Allhumma shalli 'ala Muhammad.[]

Picture Source by Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com.

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Utang yang tak Kunjung Berujung
Next
Diam saat Rasulullah Dihina, Pantaskah Berharap Syafaat?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram