Larangan Menyinyir Dan Mendebat Keinginan Allah Swt

Lidah tiada bertulang dan banyak orang tergelincir karena lisannya.Hanya orang yang beriman dengan iman yang sungguh-sungguh akan menyadari kelak ia akan berhadapan dengan hari pembalasan yang akan diterimanya sesuai dengan amal yang diperbuatnya.


Oleh: Novida Sari, S.Kom

NarasiPost.Com-Allah Swt berfirman,

قُلْ اَتُحَاۤجُّوْنَنَا فِى اللّٰهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْۚ وَلَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْۚ وَنَحْنُ لَهٗ مُخْلِصُوْنَ ۙ

Artinya : “Katakanlah Muhammad, ‘Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Rabb kami dan Rabb kamu. Bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengabdikan diri’” (TQS. Al Baqarah [2] : 139).

Allah menginginkan agar kekasih-Nya Muhammad Saw menolak dengan orang-orang musyrikin yang mendebatnya tanpa ada keinginan sama sekali untuk mencari kebenaran. قُلۡ Merupakan kata deklarasi dari Allah dalam kapasitasnya sebagai Rabb Pencipta semesta alam dan kehidupan. Kemudian kata اَ تُحَآجُّوۡنَـنَا فِى اللّٰهِ “Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah” baik dalam perkara ketauhidan Allah Swt, ketundukan dan keikhlasan kepada-Nya, mengikuti seluruh perintah-Nya dan takut menjalankan seluruh larangannya termasuk mengangkat nabi terakhir yang bukan berasal dari orang yahudi. Dan mereka orang musyrikin dan yahudi cenderung melakukan pengingkaran.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa ada sekitar 124.000 orang Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah Swt, semua Nabi ini kebanyakan berasal dari Bani Israil kecuali hanya 20.000 orang Nabi saja yang tidak berasal dari mereka. Sementara Nabi dan Rasul yang wajib diketahui ada 25 orang, dari mereka hanya orang yang mendapat kedudukan sebagai ulul azmi, kemudian 2 orang yang bergelar Khalilullah yakni nabi Ibrahim dan Muhammad Saw dan hanya 1 Nabi dan Rasul yang disandingkan namanya dengan Allah Swt yakni Muhammad Saw.

Orang-orang yang punya penyakit di hatinya khususnya kaum yahudi yang memang terkenal akan kenyinyiran dan keangkuhan juga kesombongan karena selama ini mereka dipimpin oleh para Nabi, tidak menerima mengapa Sang Khatamul Anbiya harus berasal dari bangsa Arab bukan dari golongan mereka sebagaimana selama ini. Bahkan mereka mengabaikan rangkaian peristiwa isra’ mikraj yang merupakan pengukuhan kekuasaan dari bani Israil kepada umat Islam. Dalam hal ini tentu saja bani Israil harus ikut nabi Muhammad, namun gharizah baqa yang terlanjur bersemayam di diri mereka lebih dominan muncul dikarenakan selama ini mereka bani Israil memang menjadi pemimpin umat sehingga kesombongan dan keangkuhan itu tidak bisa mereka hindari. Padahal ini bukanlah ranah ataupun urusan mereka.

Padahal Ini adalah urusannya Allah Swt yakni وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّکُمۡۚ
Padahal Dia adalah Rabb kami dan Rabb kamu”, jelas sekali Allah menunjukkan bahwa Rabb di sini bukan hanya Tuhan-Nya Muhammad Saw, melainkan juga Tuhan-Nya Bani Israil. Tuhan yang berhak untuk diberi keikhlasan dalam penyembahan dan keabsolutan dalam mengikuti perintah dan larangan-Nya.

Kemudian وَلَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْۚ وَنَحْنُ لَهٗ مُخْلِصُوْنَ ۙ

“Bagi kami amalan kami dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengabdikan diri”.
Kata ini bermaksud bahwa kami berlepas diri dari kalian dan kalianpun berlepas diri dari kami, dan setiap amalan akan dibalas oleh Allah Swt. Sehingga orang yang beriman akan senantiasa mengikhlaskan diri kepada Allah Swt di dalam ketakwaan yang sempurna. Sebagaimana firman Allah Swt di dalam ayat lain,

وَحَآجَّهُۥ قَوْمُهُۥ ۚ قَالَ أَتُحَٰٓجُّوٓنِّى فِى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنِ ۚ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّى شَيْـًٔا ۗ وَسِعَ رَبِّى كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Artinya : “Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata. ‘Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku’. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Rabbku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Rabbku meliputi segala sesuatu, maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?” (TQS Al An’am [6] : 80).

Jelas sekali Allah Swt menyeru Nabi Muhammad Saw untuk menolak perdebatan dan kenyinyiran orang musyrikin dan yahudi dan para pengikut mereka. Karena sesungguhnya orang yang beriman akan menjaga perilakunya sesuai dengan perintah dan larangan Allah Swt dengan dorongan takwa. Orang yang beriman dengan iman yang sungguh-sungguh akan menyadari kelak ia akan berhadapan dengan hari pembalasan yang akan diterimanya sesuai dengan amal yang diperbuatnya. Termasuk apakah ia akan mendukung syariat yang akan menegakkan perintah dan larangan Allah Swt ataukah mendukung kapitalisme, demokrasi ataupun sosialisme yang akan mengabaikan hak Allah Swt sebagai pembuat hukum sekaligus mengabaikan perintah dan larangan-Nya. Wallahu a’lam bishshawab[]


Phoro : Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Idul Fitri, Taat Ilahi Sepenuh Hati
Next
Ramai Pengunjung di Pusat Belanja, Paradoks Kebijakan Dipertontonkan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram