Dampak Pengingkaran Kerasulan Nabi Muhammad Saw Oleh Ahli Kitab Kepada Umat Islam

Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab mengenal (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui” (TQS Al Baqarah [2]: 146)


Oleh: Novida Sari, S.Kom
(Santri Daring I’robul Quran Di Bawah Asuhan KH. Hafidz Abdurrahman)

NarasiPost.Com-Sesungguhnya Ahli Kitab mengenal kerasulan Nabi Muhammad Saw sebagaimana mereka mengenal anak mereka sendiri. Firman Allah Swt,

اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْ ۗ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab mengenal (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui” (TQS Al Baqarah [2]: 146)

Kitab yang dimaksud pada ayat ini adalah Taurat dan Injil, ini berarti orang Yahudi dan Nasrani. Yahudi dan Nasrani mengenal dengan teliti, detil secara luar dalam tentang kerasulan Muhammad Saw sehingga Allah menggunakan kalimat كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْ . Nampak jelas makna dengan menggunakan tasybih yang memberikan penyerupaan ataupun perumpamaan oleh Allah Swt karena sangat jelasnya pengetahuan ahli kitab ini kepada Rasul Muhammad Saw.

Imam Al Qurthubi meriwayatkan, bahwa Umar bin Al Khattab ketika mendapati ayat ini pernah bertanya kepada Abdullah bin Salam yang sebelumnya beragama Yahudi, “Apakah kamu mengenal Muhammad Saw sebagaimana kamu mengenal anakmu sendiri?” Abdullah menjawab, “Ya, bahkan lebih. Al Amin (malaikat) dari langit telah turun kepada Al Amin dari bumi (Muhammad Saw) dengan membawa sifat-sifatnya, sehingga akupun mengenalnya.” Bahkan Abdullah bin Salam mengatakan bahwa ia lebih mengenal Baginda Muhammad Saw jauh lebih detail dari anaknya sendiri. Hingga pada akhirnya Abdullah bin Salam mengatakan bahwa dia bersaksi bahwa Nabi Muhammad Saw itu utusan Allah bahkan Allah mensifati Rasulullah Saw dengan yang kami kenal. Lalu umar mencium keningmu seraya berkata “Semoga kamu mendapat taufik”

Jadi sikap penghinaan kepada Rasulullah Saw dan umatnya yang terjadi hari ini oleh orang Yahudi dan Nasrani merupakan sifat yang kurang ajar karena sesungguhnya mereka mengenal Muhammad Saw seperti mengenal anaknya sendiri.

Ada yang menarik dari sebagian ahli kitab ini, وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ sebagian mereka menyembunyikan kebenaran. Jadi meskipun mereka mengenal kerasulan Muhammad Saw, akan tetapi yang dilakukannya justru menyembunyikan kebenaran. Dan celakanya, orang Islam malah mengikuti narasi pengingkaran akan kenabian dan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Saw telah memperingati umatnya akan hal ini, melalui lisannya yang mulia. Dari Abu Sa'id Ra, bahwa Nabi Saw bersabda: “Kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka menempuh (masuk) ke dalam lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, (apakah yang baginda maksud) orang-orang Yahudi dan Nashrani? Beliau menjawab: Siapa lagi (kalau bukan mereka)” (HR. Bukhari).

Hari ini telah nampak kebiasaan yang dilakukan oleh ahli kitab telah banyak ditiru oleh umat Islam. Bahkan bukan hanya dari golongan yang kurang menggali agama saja yang melakukannya, tetapi dari golongan ulama dunianya yang mengetahui kebenaran tetapi menyembunyikan kebenaran tersebut.

Padahal mereka orang-orang ahli kitab itu sebenarnya وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ mengetahui kebenaran. Termasuk para ulama dunia yang berasal dari umat Islam itu sendiri yang tega menjual agama Allah dengan harga yang murah. Mereka menyembunyikan sebagian dari ajaran Islam dan menunjukkan sebagian yang lain sesuai dengan kebutuhan dan pesanan yang diberikan kepada mereka.

Perang pemikiran itu memang telah terjadi dari zaman Rasulullah Saw sampai hari kiamat. Pengingkaran kerasulan nabi Muhammad Saw dan risalah yang dibawanya telah menjadi agenda orang-orang ahli kitab dan juga kaki tangan mereka yang berasal dari umat Islam itu sendiri. Meskipun mereka mengetahui, namun demi dunia mereka tega menyembunyikan kebenaran dan memecah belah kaum muslim serta menghinakan orang-orang mukhlish yang memperjuangkan risalah nabi Muhammad Saw. Juga memporakporandakan wilayah kaum muslimin dengan penjajahan dan penguasaan wilayah kaum muslim.

Umat Islam seharusnya menyadari bahwa kerasulan Nabi Muhammad Saw adalah yang paling sempurna. Risalah Islam yang dibawanya adalah sesuatu yang benar sehingga umat Islam mengikatkan diri dengan seluruh ajaran Islam secara sempurna tanpa ada keraguan sedikit pun, sebagaimana firman Allah Swt pada ayat berikutnya :
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Artinya: “Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (TQS Al Baqarah [2] : 147).

Seberapa hebat pun narasi juga iming-iming yang diberikan oleh ahli kitab yang menyembunyikan kebenaran, jangan pernah ragu atau pun bergeming. Jelas sekali kebenaran itu hanya berasal dari Allah Swt melalui ajaran Islam yang menyeluruh yang diturunkan melalui kerasulan Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishshawab[]


Photo : Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Ikan Lele dan Demokrasi
Next
Surat Bebas Covid Palsu Beredar, Bukti Kebijakan Penanganan Pandemi Kian Ambyar?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram