Balita Korban Kemiskinan, Bukti Nyata Kelalaian Pemerintahan

Sistemnya berubah menjadi dari rakyat, oleh rakyat, untuk penguasa dan investor. Para penguasa yang seharusnya memperhatikan kemakmuran rakyat namun nyatanya banyak yang lalai terhadap tanggung jawabnya.

By : Tri Rejeki

NarasiPost.Com-Kasus kemiskinan sangat melonjak di Indonesia, hal ini menyebabkan kejadian miris kembali terjadi. Belum lama ini ada seorang balita yang meninggal dunia saat diajak mengemis oleh ibunya. Saat sedang mengemis, sang ibu tidak menyadari bahwa anak balitanya sudah tidak bernyawa. Ibu dari balita ini baru menyadari anaknya meninggal ketika akan memberikan makan siang kepada anaknya, namun anaknya tidak merespon. Balita itu dikabarkan sudah mengalami sakit selama empat hari. Ibu dari balita ini tidak mampu untuk membawa anaknya berobat, hal ini dikarenakan mereka adalah orang yang kurang mampu dan miskin.
Astaghfirullahal'adziim

Kemiskinan lagi-lagi memakan korban, dan kali ini yang menjadi korban adalah seorang anak balita tidak berdosa yang seharusnya dijamin kebutuhannya oleh pemerintahan, seperti kebutuhan pangan, dan kesehatan karena mereka adalah calon generasi selanjutnya yang seharusnya di jaga, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Banyak sekali anak-anak yang dibawa oleh ibu mereka untuk ikut mengemis di jalanan hanya untuk dapat memakan sesuap nasi, dan bahkan ada anak-anak yang mengamen diperempatan jalan demi untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup mereka. Anak-anak yang seharusnya dijaga kesehatannya, malah mereka tinggal di tempat-tempat yang kumuh dan kotor. Apa yang sudah terjadi? Apakah ini, janji dari para penguasa? katanya mereka akan melakukan apapun demi kemakmuran rakyatnya? Inikah bukti janji dari sistem demokrasi? Mengapa sampai banyak rakyat yang kelaparan? Mengapa rakyat banyak sekali yang menjadi korban? Bukankah sumber daya alam di Indonesia begitu banyak? Di mana semua sumber daya alam yang melimpah ruah itu? Bukankah seharusnya semua diperuntukkan demi kemakmuran rakyat?

Inilah yang terjadi jika sistem yang diterapkan di dalam suatu negeri berdasarkan pada pemikiran manusia yang lemah,yakni demokrasi sekularisme dan kapitalisme akan banyak kasus kemiskinan, akan banyak kasus korupsi, akan banyak kasus kriminalitas, dan akan semakin banyak rakyat yang menjadi korban. Sistemnya berubah menjadi dari rakyat, oleh rakyat, untuk penguasa dan investor. Para penguasa yang seharusnya memperhatikan kemakmuran rakyat namun nyatanya banyak yang lalai terhadap tanggung jawabnya.

Sistem yang seharusnya diterapkan yaitu sistem Islam, yang aturan-aturannya dibuat oleh Allah SWT dan pastinya sesuai dengan fitrah manusia. Sistem Islam atau Khilafah Islamiyyah ini akan mampu menangani semua permasalahan di dalam negara, karena sejatinya, permasalahan politik sudah ada aturannya di dalam Islam. Dan di dalam memilih pemimpin pun, yang dipilih adalah orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah SWT, sehingga pastinya mereka akan amanah dalam menjalankan kepemimpinannya, karena mereka takut kepada Allah SWT, sehingga para penguasa yang taat kepada aturan-aturan Islam serta taat kepada Allah SWT tidak akan melakukan kedzoliman kepada rakyatnya.[]

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Tri Rejeki Kontribusi NarasiPost.Com
Previous
Islam Solusi Atasi Korupsi
Next
Normalisasi Saudi-Israel, Perdamaian atau Penjajahan?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram