Waspada Investasi Luar Negeri

Investasi asing sering kali dijadikan alat penjajahan satu negara. Dalam sistem kapitalisme merupakan hal yang wajar, hal tersebut demi menjaga eksistensi kekuasaan dengan lebih menguatkan cengkraman atas nama kerjasama investasi. Pada faktanya rakyat tetap berada dalam kesulitan ekonomi, semua karena penerapan sistem kapitalisme.


Sri Astuti Am.Keb

NarasiPost.Com-Di tengah situasi krisis ekonomi global, negara harus merombak strategi perekonomian agar tetap berjalan. Salah satunya dengan membuka investasi luar negeri seluas-luasnya diberbagai sektor publik.

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US$750 juta atau sekitar Rp10,5 triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS). (CNN Indonesia, 19/11/2020)

Sayangnya, investasi asing sering kali dijadikan alat penjajahan satu negara. Dalam sistem kapitalisme merupakan hal yang wajar, hal tersebut demi menjaga eksistensi kekuasaan dengan lebih menguatkan cengkraman atas nama kerjasama investasi. Pada faktanya rakyat tetap berada dalam kesulitan ekonomi, semua karena penerapan sistem kapitalisme.

Sebagai negara yang mengemban cara pandang Islam, akan senantiasa berdaulat. Kerjasama dan investasi dengan pihak luar negeri tak bisa dengan mudah dilakukan. Penguasa tak akan membiarkan negaranya berada dalam pengaruh negara lain, serta membiarkan rakyat kesulitan dalam mendapatkan penghidupan yang layak.

Maka, untuk melepaskan cengkraman penjajahan asing dengan kedok investasi harus diatasi dengan meninggalkan cara pandang matrealistis. Beralih pada cara pandang Islam secara paripurna.[]


Photo: Google Source
Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com


Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Perbaikan Ekonomi, Rakyat Sejahtera?
Next
Media Kita
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram