Perbaikan Ekonomi, Rakyat Sejahtera?

System Kapitalisme memiliki tujuan politik luar negeri serta kebijakan yang tidak berubah. Sehingga cengkraman negara imperialisme kapitalis tetap eksis dengan wajah dan style yang berbeda.  

 


By : Esem Pusnawati 

NarasiPost.Com-Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menyebutkan, dengan terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) diprediksi akan memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi Indonesia. Setidaknya ada empat pengaruh yang akan dirasakan, yaitu ruang kerja sama bilateral antara kedua negara akan lebih diperketat, Indonesia diberi peluang untuk meningkatkan ekspor ke negeri Paman Sam, meningkatkan Foreign Direct Investment ( FDI) atau investasi asing langsung AS di beberapa negara, dan investment diversion atau perpindahan investasi dari China. (Inews.id, 11/11/2020)   

Biden sendiri diproyeksikan oleh beberapa pengamat akan mengurangi tensi hubungan dagang beberapa negara dengan China. Dari sisi ekonomi, Joe Biden akan melakukan kebijakan baru seperti menaikkan berbagai macam pajak termasuk pajak korporasi sebesar 15%. Terkait belanja negara, Biden berjanji akan memberikan stimulus fiskal yang jauh lebih besar yakni sekitar US$ 2,5 triliun selama periode 2021-2024. (DetikFinance, 8/11/2020) 

Guru Besar Fisip Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Dr Arry Bainus menyebutkan, di sektor pendidikan, Indonesia punya peluang kerja sama dalam pemberian beasiswa bagi WNI serta kerja sama dalam pengembangan riset dan teknologi. Peluang ini didasarkan atas kebijakan imigrasi yang terbuka dan pemberian kesempatan bagi tenaga ahli dari seluruh dunia untuk mengembangkan bakatnya di AS. (jabar.inews.id, 8/11/2020) 

Terpilihnya Biden seolah-olah terasa seperti angin segar bagi beberapa negara khususnya Indonesia. Banyak pihak di dalam negeri menaruh harapan besar dengan terpilihnya Biden dapat memberikan pengaruh yang positif bagi ekonomi Indonesia.   

Ketika harapan tak sejalan dengan kesejahteraan

Adanya peningkatan peluang ekspor ke AS, penguatan nilai tukar mata uang, nilai investasi langsung (FDI) ternyata hanyalah sebagian kecil pengaruh yang akan dirasakan oleh Indonesia. Sekalipun benar, tidak akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Walaupun pemimpinnya berbeda wajah, namun tetap saja yang diserukan adalah sistem yang sama yaitu Kapitalisme. Dimana sistem tersebut memiliki tujuan politik luar negeri serta kebijakan yang tidak berubah. Sehingga cengkraman negara imperialisme kapitalis tetap eksis dengan wajah dan style yang berbeda.  

Peningkatan kesejahteraan individu masyarakat bisa diperoleh bila negeri ini mampu berdiri secara mandiri tanpa adanya intervensi asing atau aseng. Hal ini dilakukan dengan mengelola kekayaan alam dalam negeri, mengelompokkan mana kepemilikan individu, kepemilikan negara serta kepemilikan umum.  Negara bisa mem-filter apa saja yang boleh dimiliki oleh individu dengan beberapa kebijakannya. Kepemilikan negara maka dikelola dengan optimal tanpa sangkut paut swasta apalagi asing. Kepemilikan umum maka negara membebaskannya untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga kesejahteraan bisa didapatkan secara keseluruhan bila ketiga kepemilikan ini berada pada jalur yang semestinya. 

Kebijakan ini tentunya hanya bisa diterapkan dalam sistem Islam. Menggantungkan harapan pada kapitalisme jelas itu sebuah ilusi yang nyata. Maka sudah semestinya kaum muslim dan seluruh elemen masyarakat sadar akan kepalsuan kampanye politik negara adidaya dan kembali pada sistem Islam yang memberikan solusi tuntas bagi kesejahteraan rakyatnya. 

Wallahu’alam bishawwab.[]


Photo: Google Source
Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
KETIKA ADZAN DIANGGAP IKLAN
Next
Waspada Investasi Luar Negeri
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram