Islam Wujudkan Kebangkitan Hakiki

"Kebangkitan atau kemajuan bangsa bukan ditentukan oleh faktor teknologi semata, namun oleh pemikiran. Dengan ketinggian taraf berpikir menjadikan seseorang atau bangsa akan berubah menjadi lebih baik. Ia akan mengubah kondisinya."


Oleh. Nina Marlina, A.Md
(Muslimah Peduli Umat)

NarasiPost.Com-Dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2021, Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan meminta para pemuda di Kabupaten Bandung untuk tidak menjadi generasi rebahan atau pemalas di era pesatnya teknologi informasi. Mereka harus memanfaatkan teknologi informasi secara kreatif. Menurutnya, teknologi informasi harus dimanfaatkan pemuda untuk membangun bangsa. Salah satunya dengan memberikan kritik dan saran yang membangun secara santun terhadap program-program pemerintah. (iNewsJabar.id, 20/05/2021)

Faktanya memang Indonesia merupakan negara berkembang yang sudah 75 tahun merdeka. Negeri yang subur, kaya raya dengan sumber daya alam yang melimpah ruah. Negeri dengan sumber daya manusia yang banyak, meski dengan kualitas yang masih kalah jauh dengan negara maju.

Dalam peringatan Harkitnas yang setiap tahun dilakukan, mengingatkan apakah Indonesia sudah benar-benar bangkit? Karena faktanya negara ini banyak tertinggal dalam berbagai bidang dibandingkan dengan negara lain, seperti ekonomi, pendidikan dan sosial. Dalam bidang ekonomi, banyak SDA yang dikelola atau dikuasai oleh asing dan swasta, utang negara menembus angka Rp6000 triliun, dan terus meningkatnya angka kemiskinan. Di bidang pendidikan, masih banyaknya anak yang putus sekolah, minimnya fasilitas dan sarana belajar, serta rendahnya kualitas output anak didik. Sementara di bidang sosial, tindak kriminal atau kejahatan semakin menggila. Kasus kekerasan, pencurian, perampokan, pembunuhan dan perkosaan selalu mengisi berita di layar kaca.

Dengan ini, Indonesia belum bangkit. Indonesia belum menjadi negara yang unggul, mandiri dan berdaulat. Penyebabnya Indonesia masih mengekor pada negara asing. Bahkan dikuasai ekonomi dan politiknya. Sistem ekonomi kapitalisme dan politik demokrasinya telah menciptakan persekutuan jahat antara pengusaha dan politikus. Dengannya lahirlah berbagai aturan atau undang-undang yang menguntungkan para pemilik modal. Kepentingan rakyat pun diabaikan.

Lantas bagaimana caranya agar negeri ini bisa bangkit? Dalam Islam, bangkitnya seseorang adalah bergantung pada pemikirannya. Dalam kitab Nidzhamul Islam (Peraturan Hidup dalam Islam) karya Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani disebutkan bahwa bangkitnya manusia bergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada setelahnya. Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia untuk kemudian diganti dengan pemikiran lain. Pemikiran inilah yang akan mengubah pemahaman. Selanjutnya pemahaman akan mengubah tingkah laku manusia.

Jadi kebangkitan atau kemajuan bangsa bukan ditentukan oleh faktor teknologi semata, namun oleh pemikiran. Dengan ketinggian taraf berpikir menjadikan seseorang atau bangsa akan berubah menjadi lebih baik. Ia akan mengubah kondisinya.

Seorang muslim akan bangkit ketika ia mengemban mabda atau ideologi Islam. Begitu pun dengan sebuah negara ketika ia mengemban ideologi maka akan bangkit sesuai dengan ideologinya. Namun jangan sampai salah dalam mengambil ideologi. Karena kebangkitan yang sahih adalah ketika mengambil ideologi Islam sebagai ideologi negara.

Hal ini pula yang telah terjadi pada masa Kekhilafahan. Negara menjadi berperadaban mulia dengan mengemban mabda Islam. Maju dalam berbagai bidang dan menjadi pelopor kebangkitan, serta membawa pada cahaya terang benderang ketika belahan bumi lain, yakni Eropa berada dalam kegelapan.

Kondisi di atas akan terjadi kembali jika negara ini mau mengemban ideologi Islam dan menerapkan syariat-Nya. Dengan besarnya potensi SDA dan SDM semestinya umat Islam dapat bangkit kembali menyongsong kehidupan yang lebih baik. Kebangkitan ini pun akan terwujud jika negeri-negeri kaum muslim bersatu dalam sebuah institusi pemersatu umat, yakni Khilafah Islam. Saatnya kita bersama berjuang untuk mewujudkannya.

Wallahu a'lam bishshawab.[]


Photo : Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Masihkah Berharap pada Demokrasi?
Next
Tes Wawasan Kebangsaan: Formalitas Mengusir Pejabat?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram