Al-Aqsa Butuh Khilafah

"Palestina bukan milik bangsa Palestina tapi ia milik seluruh umat muslim di dunia. Ia milik seluruh generasi umat Islam"


Oleh. Fatimah Azzahra, S. Pd

NarasiPost.Com-"Kami tebus engkau Yaa Aqsa dengan nyawa! Dengan darah!"

Begitu bunyi yel-yel yang diteriakkan warga Palestina di depan masjid Al-Aqsa setelah terjadi penyerangan. Polisi pendudukan Israel melepaskan tembakan peluru karet dan granat kejut ke warga Palestina yang tengah melaksanakan ibadah salat tarawih di komplek Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5) malam. (Republika.co.id, 9/5/2021)

Jahat! Kejam! Apa yang mereka pikirkan saat menyerang kaum muslim yang tengah salat? 178 muslim terluka akibat serangan keji itu. (Pikiranrakyat.com, 9/5/2021)

Cukup Mengecam

Bukan kali pertama para tentara zionis Israel menzalimi kaum muslim Palestina. Bertahun-tahun lamanya Palestina diserang, ditembaki, dan dianiaya oleh tentara Israel. Dan kini di bulan suci Ramadan, mereka berani melepaskan tembakan dan granat ke tengah muslim yang sedang salat!

Mengapa mereka berani bertindak seperti itu? Karena mereka tahu pasti negara lain hanya mencukupkan diri dengan mengecam dan mengutuk kejadian yang terjadi. Penguasa muslim lainnya tega menutup mata dan telinga atas darah yang tertumpah di kiblat pertama kaum muslim ini. Mereka tuli atas tangisan saudara seimannya.

Racun Nasionalisme

Hanya peduli pada urusan negeri sendiri jadi racun dalam balutan nasionalisme. Itulah yang terjadi, mengamankan posisi diri dan negeri di tengah kecamuk yang terjadi. Hingga tega menutup pintu negeri dan hati atas darah dan air mata yang tumpah di medan juang sana.

Yang penting negara kita aman. Yang penting bukan kita yang diserang. Atau cukup mengecam, mengutuk dan mendo'akan saja. Atau kalau ada harta bolehlah berikan sumbangan pada warga di sana. Tak perlu kita bersusah payah menurunkan bantuan tentara ke sana, katanya.

Padahal, Mahmoud Al Zahar, salah satu anggota biro politik Hamas sampai menyatakan, "Satu-satunya solusi untuk situasi di Yerusalem adalah melalui perlawanan senjata." (republika.co.id, 4/5/2021)

Sebagaimana pesan yang disampaikan Syaikh Ahmad Yassin yang diunggah oleh akun instagram arrahmah.news, "Palestina bukan milik bangsa Palestina tapi ia milik seluruh umat muslim di dunia. Ia milik seluruh generasi umat Islam". (10/5/2021)

Solusi bagi Al-Aqsa

Solusi hakiki bagi Al-Aqsa bukan dengan duduk berhadapan, sementara tangan mereka masih bersimbah darah saudara kita seiman. Bukan dengan perjanjian yang hanya merugikan bagi penduduk Palestina. Bukan juga meminta bantuan pada organisasi dunia semacam PBB.

Tidak boleh ada negosiasi seinci pun tanah Palestina dengan Israel! Palestina bukan tanah pribadi, ia tanah milik kaum muslim sedunia. Maka, solusi yang hakiki adalah putuskan hubungan kerjasama apapun dengan pihak pemerintah Israel. Tidak halal bagi kita untuk bermesra dan berjabat tangan dengan mereka yang jelas-jelas memerangi saudara kita.

Sungguh, tentara yang dimiliki kaum muslim jauh lebih besar dan lebih kuat daripada tentara zionis Israel. Sungguh, kekuatan kaum muslim jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Hanya saja, racun ketidakpercayaan akan persatuan senantiasa dihembuskan oleh kafir penjajah ke dalam dada kaum muslim untuk memecah belah dan melemahkan kekuatan kita.

Mari bersatu menyambut tangisan dan panggilan Al-Aqsa. Kerahkan seluruh kemampuan yang ada dalam diri dan negeri. Bebaskan tanah suci Palestina dari seluruh bentuk kezaliman, penindasa, dan penganiayaan dengan persatuan umat Islam di dunia dalam satu seruan yang sama, tujuan yang sama, yakni membumikan kembali kalimat Allah di penjuru negeri.

Bangunlah generasi Shalahuddin! Bangunlah wahai umat terbaik! Bebaskan Palestina, juga negeri muslim lainnya dalam naungan institusi negara seperti yang Rasul dan sahabat contohkan, yakni khilafah dengan manhaj kenabian.

"Nafdika ya Aqsa Birruh! Biddam! "

Wallahua'lam bish shawab.[]


Photo :Pinterest

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Titik Nadir
Next
Tanpa Junnah, Palestina Terus Terjajah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram