Kembalikan Cita-Cita Pendidikan Islam

Sudah seharusnya sistem Islam dijadikan acuan dalam mengatur kehidupan individu, masyarakat dan negara. Sehingga, jika kembali pada pengaturan dalam berpakaian yang dikenakan para siswa di sekolah, lebih bijak jika aturan itu mencontoh aturan Islam, sebagaimana Islam telah memiliki standar berpakaian yang jelas, yaitu menutup aurat bagi siswa putra maupun putri dengan batasan yang ditentukan guna mendapatkan kemuliaan dari Allah Swt.

Oleh. Nur Rahmawati, S.H.
(Penulis dan Praktisi Pendidikan
)

NarasiPost.Com-Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus mendesak pemerintah mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang ketentuan penggunaan seragam sekolah beratribut agama. Guspardi menilai kebijakan tersebut tidak bijak dan berpotensi memicu kontroversi. (7/2/2020).

Keputusan tersebut dinilai oleh sebagian tokoh, selain memicu kontroversi juga akan menggiring siswa untuk berpikir liberal. Hal ini berbahaya bagi generasi muda, selain berpotensi menjadikan siswa bertindak sesuka hati mereka atas pakaian yang dikenakan, terlebih jika bertentangan dengan norma agama, tentu bukan ini yang diharapkan. Jika mengacu pada cita-cita pendidikan nasional yang notobenenya berharap akan lahir generasi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang tersurat dalam UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Maka SKB tersebut patut dicabut guna mengembalikan cita-cita pendidikan nasional.

Lebih tinggi lagi, jika kita kembalikan cita-cita pendidikan yang berorientasi pada Islam. Pendidikan dalam Islam akan membentuk pribadi yang islami, yang menjadikan ilmu tidak hanya sebagai kecerdasan berpikir, melainkan lebih jauh lagi akan membentuk anak didik untuk memiliki misi dakwah dan menyebarkan ilmu yang dimiliki. Adapun dalam capaiannya selama diterapkannya sistem pendidikan Islam akan lahir manusia hebat dengan kemampuan di berbagai bidang, tangguh dalam akhlak, fisik dan keilmuannya. Sebagai contoh Muhammad Al Fatih, diusia mudanya sudah mampu menaklukkan kota Konstantinopel. Ada juga Imam Syafi'i yang mazhabnya banyak diikuti muslim Indonesia. Ada pula para cedekiawan muslim di bidang kesehatan, teknologi, aritmatika, serta banyak lagi.

Oleh karena itu, sudah seharusnya sistem Islam dijadikan acuan dalam mengatur kehidupan individu, masyarakat dan negara. Sehingga, jika kembali pada pengaturan dalam berpakaian yang dikenakan para siswa di sekolah, lebih bijak jika aturan itu mencontoh aturan Islam, sebagaimana Islam telah memiliki standar berpakaian yang jelas, yaitu menutup aurat bagi siswa putra maupun putri dengan batasan yang ditentukan guna mendapatkan kemuliaan dari Allah Swt.[]

Picture Source by Google


Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Nur Rahmawati S.H. nur-rahmawati-sh
Previous
SKB Tiga Menteri Mengancam Generasi
Next
Sisa Usia
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram