Dakwah Penyelamat Hidup

Dakwah Penyemangat Hidup

Mereka merasakan bahwa dakwah Islam telah menjadi penyelamat hidup mereka. Solusi yang diberikan tak lekang oleh zaman.

Oleh. Firda Umayah
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com dan Penulis Derap Dakwah Umayah)

NarasiPost.Com-Hari itu aku kembali bertemu dengan salah satu teman seperjuangan dakwah. Ia meminta waktu untuk berbicara mengenai salah satu remaja yang menjadi anak binaan yang kupegang. Dari cerita yang ia sampaikan, aku tak pernah berpikir bahwa seorang remaja yang selalu tersenyum padaku itu melakukan hal yang tak biasa dilakukan.

Tindakan Tak Terduga

Sebut saja Bunga. Ia adalah salah satu pelajar SMP yang aku bina dalam dakwah Islam. Ia berasal dari keluarga yang berkecukupan. Anaknya murah senyum. Namun, mudah tersinggung dan terbawa arus pertemanan. Hal ini wajar menurutku, sebab usianya yang masih belia terkadang memang seperti itu.

Info yang kudapat tentangnya hari itu membuatku gelisah dan bersegera menghubunginya. Meminta waktu luangnya untuk berbicara santai denganku. Ia pun tak keberatan. Kami duduk berhadapan di dalam sebuah musala tempat kami sering berjumpa. Kami mengobrol santai, sampai tibalah waktunya aku menanyakan hal itu kepadanya.

“Mbak, boleh saya lihat tangannya?” tanyaku santai.

“Jangan, Ustazah. Ustazah sudah tahu ya?” jawabnya sambil menyembunyikan kedua lengannya.

Aku tersenyum berusaha tenang agar ia mau menunjukkan kedua lengannya. Setelah berusaha meyakinkannya, ia pun mau mengulurkan kedua lengannya yang tertutup gamis hitam.

Aku beristigfar. Kulihat kedua tangannya itu telah banyak luka goresan baik yang sudah mengering maupun yang masih basah.

“Enggak sakit kah? Ini pakai apa?” tanyaku kembali.

Bunga hanya menggelengkan kepala dan menjawab bahwa itu ia lakukan rutin beberapa hari dengan menggunakan jarum.

Aku terguncang dan tak menyangka masalah yang ia alami membuatnya nekat melakukan self harm berulang kali. Bahkan makin ia mengulangi tindakannya itu, ia merasa makin tenang dan merasa beban pikirannya hilang.

Bunga bercerita sambil menangis kalau ayah dan ibunya sering berkelahi masalah ekonomi akhir-akhir ini. Ia juga memiliki masalah di pertemanan karena telah dianggap berubah oleh teman-temannya. Setelah Bunga tenang, aku menyampaikan bahwa tindakannya tidak akan menyelesaikan masalah. Ini adalah perbuatan yang dilarang syariat Islam.

Meskipun ia baru menjadi anak binaanku, ini menjadi tugas bagiku agar aku lebih memperhatikannya dan anak-anak lain sehingga kejadian tersebut tidak terulang. Ya, memberikan perhatian kepada mereka merupakan hal penting dan bagian dari sarana dakwah Islam.

Dakwah Penyelamat Hidup

Apa yang dilakukan Bunga mengingatkanku pada kejadian beberapa waktu sebelumnya. Self harm juga pernah dilakukan oleh remaja berusia 17 tahun sebelum ia menjadi anak binaan dalam dakwah yang kulakukan. Ia memiliki konflik dengan keluarga karena orang tua sering menuntutnya untuk melakukan apa yang tidak ia sukai. Bahkan kedua orang tuanya masih menentangnya untuk mengikuti kajian keislaman yang ia sukai.

Setiap kali kami bertemu, penguatan akidah Islam tak pernah lepas dari materi tsaqafah Islam yang kuberikan kepadanya. Kami pun selalu menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai sumber solusi atas semua permasalahan yang ada. Hal inilah yang juga kulakukan saat mendampingi Bunga dan beberapa temannya.

https://narasipost.com/story/03/2024/siapakah-aku/

Setiap minggu, tak hanya kajian intensif yang kulakukan bersama remaja dari kalangan SMP dan SMA itu. Obrolan santai dan berbagi kisah kerap kami lakukan. Perkembangan mental mereka pun kupantau dengan saksama. Atas izin Allah Taala, mereka yang dahulu melakukan self harm kini sudah meninggalkan tindakan itu.

Saat kutanya bagaimana perasaannya kini, mereka menjawab bahwa solusi Islam sungguh menenangkan jiwa. Mereka lebih berpikir matang sebelum melakukan sebuah tindakan. Mereka meyakini bahwa segala ujian yang mereka alami tidaklah melebihi kemampuan yang mereka miliki, sebagaimana firman Allah Taala,

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya….” (QS. Al-Baqarah : 286)

Mereka merasakan bahwa dakwah Islam telah menjadi penyelamat hidup mereka. Meskipun mereka juga merasakan bahwa diri mereka terkadang masih memiliki semangat yang naik turun dalam menjalankan ibadah sunah atau yang lainnya.

Pelajaran Berharga untuk Dakwah

Mendampingi para remaja untuk mengenal jati diri mereka adalah pengalaman sekaligus pelajaran berharga bagiku dalam menyampaikan dakwah Islam. Mendengarkan kisah mereka dan mengetahui perkembangan pertemanan yang ada di kalangan remaja membuatku banyak melakukan evaluasi dan muhasabah. Aku makin menyadari bahwa dunia remaja yang kulalui dahulu tidak sama dengan yang terjadi saat ini.

Ada banyak hal yang tak terduga namun semua solusi yang diberikan Islam tetaplah sama. Hanya butuh penyesuaian sarana prasarana dan cara penyampaiannya saja. Inilah bukti bahwa Islam adalah agama yang bersifat universal, sempurna, dan menyeluruh. Aturan Islam tidak akan lekang oleh zaman. Islam adalah satu-satunya agama yang membawa keberkahan bagi kehidupan manusia.

Oleh karena itu, sangat rugi jika muslim enggan menerapkan Islam dalam kehidupan mereka. Rugi dunia dan akhirat. Di dunia ia akan mendapatkan penghidupan yang sempit, sedangkan di akhirat ia akan mendapatkan hisab yang kelak akan kekal di dalamnya.

Semoga kisahku ini bisa menjadi salah satu pembelajaran bagi kita semua. Mendampingi remaja untuk mengenal Allah, Islam, dan dakwah memang tidak mudah. Namun inilah yang harus kita lakukan. Remaja adalah penerus generasi yang harus diarahkan dan diselamatkan masa depannya dengan Islam agar kelak ia mampu melanjutkan gerak dakwah dan menjadi pembangun peradaban Islam yang mulia.
Wallahu a’lam bishawab. []

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com
Firda Umayah Tim Penulis Inti NarasiPost.Com Salah satu Penulis Inti NarasiPost.Com. Seorang pembelajar sejati sehingga menghasilkan banyak naskah-naskahnya dari berbagai rubrik yang disediakan oleh NarasiPost.Com
Previous
Bunda Penyejuk Lara
Next
Negara Bahagia ala Kapitalisme vs Islam
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

3 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Novianti
Novianti
9 days ago

Barokallohu, mba. Semoga remaja binaannya menjadi pengemban dakwah tangguh. Menbina itu penuh lika liku ya. Terkadang ada kisah pilu. Tetapi akan menjadi kenangan indah insyaAllah.

Firda Umayah
Firda Umayah
Reply to  Novianti
9 days ago

Aaamiin... wa barakallahu fiik mbak Novianti

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram