Ajakan Boikot Produk Perancis, Buah Iman yang Terasa Manis

Hal yang paling ditakuti orang Barat (yang memusuhi Islam) adalah bersatunya kaum muslimin di dunia. Jika seruan boikot saja mampu membuat Prancis menangis. Bagaimana jika persatuan umat muslim di bawah satu komando kepemimpinan?


Oleh: Asy Syifa Ummu Sidiq

NarasiPost.com -- Hubungan antara Barat dan kaum Muslimin kembali memanas. Bukan karena masalah Palestina, kali ini gara-gara karikatur Nabi Muhammad. Sekitar dua pekan yang lalu, seorang guru sejarah bernama Samuel Paty dipenggal kepalanya oleh seorang pemuda (18). Hal itu dipicu oleh tindakan si guru yang menunjukkan karikatur Sang Nabi saat pelajarannya.

Berawal dari peristiwa tersebut, Presiden Perancis Emmanuel Macron akhirnya menyatakan sikapnya. Dengan menghormati kebebasan berekspresi, sehingga hal semacam karikatur kartun Nabi bukan sesuatu yang salah. Ia bahkan menyatakan tidak akan menyerah untuk menindak Islam ekstremis di negaranya.

Spontan ucapan Macron ini memicu reaksi luar biasa dari kaum Muslimin. Presiden Erdogan (Turki) mengajak seluruh kaum muslim untuk memboikot produk Perancis. Gelombang boikot produk Perancis juga terjadi di Mesir dan Kuwait. Bahkan gambar Presiden Macron diinjak di salah satu resto di Kuwait (liputan6.com, 27/10/20).

Aksi seperti ini diikuti oleh negeri Muslim lainnya. Tagar #NeverTheProphet dan #BoikotFrenchProducts menggema di penjuru media sosial di dunia Arab. Negara-negara tersebut di antaranya Aljazair, Mesir, Irak, Palestina, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, dan Qatar (kompas.com, 28/10/20).

Di Bangladesh kaum muslimin turun ke jalan demi membela junjungan dan agama mereka. Tak tanggung-tanggung aksi itu diikuti oleh 10.000 orang turun ke jalan  untuk menyerukan umat muslim agar ramai-ramai memboikot produk Perancis (liputan6.com, 27/10/20).

Tak ketinggalan negeri Muslim terbesar di dunia. Tokoh dan masyarakat menyerukan pemboikotan produk Prancis. Seperti Fadli Zon, yang mengkritik Macron melalui akun Twitter-nya. "Pernyataan Presiden Prancis Macron telah melukai banyak umat Islam di seluruh dunia. Ini contoh pemimpin negara yang Islamophobia diskriminatif dan rasis. Mari kita boikot produk-produk Prancis!" (pikiran-rakyat.com, 28/10/20).

Sayangnya kecaman atau keputusan boikot ini tak diikuti oleh pimpinan negeri  ini. Hingga tulisan ini ditulis, belum ada statement resmi dari para pemimpin negeri +62 mengenai tindakan Macron.

Kewajiban Mencintai Nabi

Sebagai seorang yang beriman mencintai junjungan (Nabi) adalah sesuatu yang fitrah. Apalagi kita mengetahui bagaimana kisah perjuangan Beliau saat mempertahankan Islam. Beliau rela bersimbah darah, mengorbankan harta dan jiwa demi kejayaan Islam. Beliau pun hanya mengingat umatnya saat sakaratul maut. Maka, wajar jika kita kaum muslimin sangat mencintai keberadaannya.

Bahkan mencintai Nabi merupakan kewajiban bagi kaum muslimin. Melebihi apapun. Hingga tak ada yang mampu mengalahkan kecintaan dengan lainnya. "Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (QS. At Taubah: 24).

Ketika Rasul bercakap dengan Umar Bin Khatab, Rasul seakan mengisyaratkan bahwa tidaklah ada kecintaan melebihi kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Bahkan dikatakan orang yang menempatkan cinta Rasul di bawah cinta yang lain bagaikan orang yang tak beriman.

Abdullah bin Hisyam berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab radhiyallahu ’anhu. Lalu Umar berkata, ”Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,

لاَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ

Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (iman mu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian ’Umar berkata, ”Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata, ”Saat ini pula wahai Umar, (iman mu telah sempurna).”

Bukti atas Kecintaan terhadap Nabi

Orang yang menyatakan kecintaannya pada sesuatu tidak akan pernah dipercaya, kecuali ia telah membuktikannya. Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membuktikan kecintaan kita pada Nabi. Di antaranya,

Pertama, mendahulukan dan mengutamakan Nabi dari yang lainnya.

Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah yang terbaik dari keturunan Isma’il. Lalu Allah pilih Quraisy yang terbaik dari Kinanah. Allah pun memilih Bani Hasyim yang terbaik dari Quraisy. Lalu Allah pilih aku sebagai yang terbaik dari Bani Hasyim (HR. Muslim).

Kedua, membenarkan segala yang disampaikan Nabi. "Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)” (QS. An Najm: 1-4).

Ketiga, beradab di sisi Nabi. Bersolawat ketika disebut namanya. "Orang yang bakhil (pelit) adalah orang yang apabila namaku disebut di sisinya, dia tidak bershalawat kepadaku” (HR. Tirmidzi).

Keempat, mencontoh dan berpegang teguh pada Nabi. "Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa mu” (QS. Ali Imran: 31).

Kelima, berhukum hanya pada Nabi. Meskipun di saat Beliau telah tiada. “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An-Nisa’: 65).

Keenam, membela Nabi. Allah berfirman, "(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar” (QS. Al Hasyr: 8).

Ketujuh, menyebarkan ajaran Islam. "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat” (HR. Bukhari).

Boikot adalah Bukti Cinta Nabi

Apa yang dilakukan kaum Muslim saat mengetahui pelecehan tentang Rasulullah adalah bentuk kecintaan mereka terhadap Nabi. Mereka tidak akan mau suri tauladan yang menyelamatkan mereka dari gelapnya dunia dihina.

Memang, sudah selayaknya Perancis (yang menghina Rasul) diboikot. Seharusnya tidak hanya Perancis, tapi negeri-negeri lainnya yang sejenis dan sevisi-misi dengannya. Seperti negara Eropa yang mendukung pernyataan Perancis. Tak lupa seperti Amerika, Cina yang jelas-jelas memusuhi Islam. Semua negara tadi sepantasnya di boikot. tidak hanya produknya, tapi juga hubungan diplomatiknya. Agar mereka mengetahui seberapa kuat kaum muslimin jika telah bangun dari tidurnya. Mereka pun tak berani macam-macam dengan kaum muslimin.

Boikot Butuh Kekuatan yang Besar

Saat ini kaum muslimin memang telah beramai-ramai memboikot Prancis. Termasuk organisasi perdagangan negara Islam seperti OKI. Namun, pemboikotan ini tentunya tidak akan berjalan sampai lama. Jika kasus ini mulai reda atau Prancis bersedia minta maaf dan mengalah, pemboikotan pasti akan berakhir.

Hubungan baik dengan Prancis pun akhirnya akan baik-baik saja. Tidak menutup kemungkinan jika peristiwa yang sama akan terjadi lagi. Sebagaimana yang telah kita alami sebelumnya. Berulang kali mereka (negeri Barat) menghina Nabi atau menindas kaum muslimin.

Allah pun telah jelas berfirman dalam Alquran bahwa mereka sangat membenci Islam. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan mu orang-orang yang, di luar kalangan mu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” (QS. Ali Imran[3]:118).

Jadi, untuk membungkam mereka dan membuat mereka jera kaum muslimin harus melakukan sesuatu. Hal yang paling ditakuti orang Barat (yang memusuhi Islam) adalah bersatunya kaum muslimin di dunia. Jika seruan boikot saja mampu membuat Prancis menangis. Bagaimana jika persatuan umat muslim di bawah satu komando kepemimpinan?

Negara-negara yang memusuhi Islam pun tak akan berkutik. Mereka takut akan kekuatan serangan kaum Muslim. Bagaikan singa yang mengaum, para serigala pun akan lari terbirit-birit mendengar aumannya. Di saat itulah implementasi kecintaan kita pada Nabi akan sempurna.

Dengan menjadikan Alquran dan Sunah sebagai hakim dalam setiap masalah. Dan menjadikan persatuan kaum muslim sebagai jalan kemenangan. Di bawah sebuah kepemimpinan bernama Khilafah. Wallahu a'lam.[]

Picture Source by Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com.

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Kunjungan AS, bukan Kunjungan Biasa
Next
Slogan Inkonsistensi: Kebebasan Berpendapat
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback
4 months ago

[…] Oleh karena itu, para penguasa negeri-negeri muslim, terutama yang berdekatan dengan perbatasan Israel dan Palestina, berdosa jika membiarkan muslim Palestina sendirian melawan penjajah Israel. Baca juga : https://narasipost.com/opini/10/2020/ajakan-boikot-produk-perancis-buah-iman-yang-terasa-manis/ […]

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram