Rose Thypoon, si Cantik yang Ganas

”Topan Mawar terjadi karena kerusakan yang disebabkan oleh tangan manusia. Manusia dalam aktivitasnya telah menyebabkan terjadinya pemanasan global.”

Oleh. Ragil Rahayu, S.E.
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Namanya cantik, seperti nama bunga. Mungkin karena bentuknya seperti bunga mawar yang mekar merekah. Namun, ternyata dia ganas, bahkan sangat ganas. Jika sedang mengamuk, bukan cuma orang sekampung yang terkena amarahnya. Bisa-bisa beberapa negara menjadi korban.

Si cantik nan ganas ini adalah Rose Thypoon atau Topan Mawar. Pada 2 Juni lalu, Topan Mawar menerjang Jepang. Akibatnya, hujan lebat mengguyur beberapa wilayah di Negeri Sakura ini sehingga menewaskan satu orang dan dua orang dilaporkan hilang.

Rose Thypoon merupakan salah satu dari 10 badai terkuat yang terjadi sejak tahun 2000. Topan ini juga merupakan badai kelima di bumi pada tahun ini. Sebelumnya telah ada topan Kevin, Freddy, Ilsa, dan Mocha (detik.com, 5-6-2023).

Selain korban jiwa, topan ini mengakibatkan hampir 1,3 juta orang di seluruh Jepang disarankan untuk mengungsi. Lebih dari 300 penerbangan dibatalkan. Selain itu, 52 kapal feri dan jalur kereta api pun ditutup (bisnis.com, 3-6-2023). Sebanyak 4.000 rumah mengalami pemutusan listrik di sekitar Tokyo sebagai imbas terjadinya topan.

Rose Thypoon memiliki kecepatan angin maksimum 175 kilometer/jam dengan embusan mencapai 215 kilometer/jam. Topan ini diperkirakan membawa curah hujan tinggi hingga 20 inci sehingga berpotensi terjadi banjir bandang. Topan ini juga berdampak pada naiknya permukaan air laut sehingga kerusakannya meluas (bisnis.com, 3-6-2023).

Akibat Pemanasan Global

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim menyebabkan badai dengan curah hujan lebih banyak. Data juga menunjukkan bahwa badai yang terjadi tahun ini lebih kuat dibandingkan 40 tahun yang lalu, hal ini diduga dipicu oleh pemanasan global.

Berdasarkan data topan dari citra satelit yang dikumpulkan selama 40 tahun, suhu bumi makin panas sehingga membuat badai makin kuat. Kemungkinan badai berkembang menjadi kategori 3 atau lebih besar lagi telah meningkat sekitar 8 persen setiap dekade sejak 1979.

Tim peneliti dari Universitas Bonn, Jerman menghitung berdasarkan data satelit terbaru. Hasilnya, ternyata efek pemanasan dalam 12 tahun terakhir dua kali lebih tinggi dari perkiraan semula.

Selanjutnya, seiring dengan naiknya suhu air laut, makin banyak panas dilepas ke udara dalam bentuk uap air, seolah sebuah suntikan energi ke atmosfer. Hal ini memicu terjadinya siklon yang dibarengi hujan lebat dan banjir, karena uap air kembali ke bumi berupa hujan (dw.com, 9-5-2023).

Teguran untuk Manusia

Rose Thypoon merupakan sebuah bencana, tidak hanya bagi penduduk Jepang, tetapi juga seluruh dunia. Pada hakikatnya, tidak ada bencana di bumi ini yang terjadi begitu saja secara kebetulan. Semuanya datang dari Allah taala dan terjadi atas izin Allah taala, qadarullah. Bahkan, daun yang gugur pun terjadi atas izin-Nya.

Maha Benar Allah taala dengan firman-Nya dalam QS. At-Taghabun: 11,

“Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa, kecuali dengan izin Allah, dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.”

Oleh karenanya, menjadi tugas manusia untuk mengambil ibrah (pelajaran) dari setiap musibah yang terjadi. Musibah merupakan ujian bagi orang yang beriman agar dia bersabar. Hal ini sebagaimana firman Allah taala di dalam QS. Al-Baqarah: 155,

“Dan kami pasti menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, ‘innalillahi wa innailaihi rajiun’.”

Sementara itu, bagi orang yang tidak taat pada Allah, musibah adalah teguran agar segera sadar dan tobat dengan cara kembali ke jalan yang Allah syariatkan. Allah berfirman di dalam QS. Asy-Syura: 30,

“Dia menerangkan: ‘Musibah yang menimpa kalian karena tangan kalian sendiri. Mohonlah ampun kepada Allah dengan ampunan yang banyak.’”

Jika kita renungkan, Topan Mawar terjadi karena kerusakan yang disebabkan oleh tangan manusia. Manusia dalam aktivitasnya telah menyebabkan terjadinya pemanasan global. Hutan digunduli, sedangkan karbon dioksida dan polutan lainnya dibuang ke udara nyaris tanpa kendali sehingga terjadi efek rumah kaca yang berujung pemanasan global. Walhasil, manusia telah berbuat fasad (kerusakan) di muka bumi sehingga Allah taala memberikan teguran.

Masalah Global

Pemanasan global merupakan permasalahan global. Bencana Rose Thypoon merupakan dampak perubahan iklim dan terjadi di Jepang. Namun, pelaku kerusakan lingkungan bukan hanya orang Jepang. Tetapi juga orang Amerika Serikat, Eropa, Indonesia, atau belahan bumi lainnya. Demikianlah, kerusakan lingkungan merupakan problem global, itulah sebabnya penyelesaian masalah ini butuh kekuatan global. Itulah sebabnya PBB mendirikan UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change).

Oleh karenanya, solusi konkret untuk pemanasan global harus diawali dengan mengubah paradigma terkait sumber daya alam. Yaitu bahwa bumi ini bukanlah milik kita, melainkan karunia Allah yang harus dijaga kelestariannya. Manusia tidak boleh berbuat fasad dengan merusak alam.

Sayangnya, kerusakan alam terjadi begitu masif dalam sistem kapitalisme. Hal ini dikarenakan kapitalisme tegak di atas asas sekularisme yang meminggirkan peran agama dari kehidupan. Akibatnya, pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan dampak kerusakan yang dihasilkan.

Pemerintah seolah membiarkan terjadinya berbagai perusakan alam oleh perusahaan-perusahaan kapitalis yang menggunduli hutan. Sementara itu, perusahaan kapitalis tidak peduli pada kerusakan lingkungan. Yang penting bisa memperoleh cuan sebesar-besarnya, mereka bersikap masa bodoh terhadap kerusakan alam akibat operasi perusahaannya.

Inilah realitas pembangunan dan industri dalam kapitalisme yang menghalalkan segalanya, meski rakyat kecil harus menjadi korban. Demikianlah, bukan hanya ahli maksiat yang menanggung bencana akibat kerusakan alam, semua manusia ikut terkena getahnya.

Oleh karenanya, kita semua tidak boleh diam terhadap perusakan alam yang terjadi di muka bumi. Untuk menghentikan perusakan alam, kita butuh untuk meninggalkan sistem kapitalisme yang menjadi penyebab kerusakan dan menerapkan sistem yang menjaga kelestarian alam.

Solusi Islam

Islam menawarkan solusi global terhadap masalah pemanasan global, yaitu dengan memimpin seluruh negara di dunia ini untuk melestarikan lingkungan. Islam melarang penebangan hutan secara sembarangan. Hutan merupakan kepemilikan umum sehingga harus dikelola negara, tidak boleh diserahkan kepada swasta.

Untuk tujuan pelestarian lingkungan, Khilafah bisa memproteksi sebagian hutan agar tidak boleh ditebang oleh siapa pun sehingga menjadi paru-paru dunia. Khilafah akan melakukan industrialisasi secara bertanggung jawab, yaitu dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan. Bagi perusahaan dan individu perusak hutan maupun yang seenaknya membuang polutan ke udara, Khilafah akan memberikan sanksi yang tegas dan menjerakan. Dengan solusi tersebut, bumi akan lestari dan manusia terhindar dari bencana lingkungan.

Wallahu a’lam bi al-shawab.[]

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Ragil Rahayu (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com )
Ragil Rahayu S.E Tim Redaksi NarasiPost.Com
Previous
Gap Spiritual dalam Pernikahan, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Next
Senandung Hajat
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

10 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Angesti widadi
Angesti widadi
10 months ago

Manusia memang sangat rakus ingin menguasai dunia tapi tidak mau bertanggungjawab atas segala perbuatannya. Tentu manusia macam ini manusia pabrik kapitalisme. Kita harus menjadi manusia pabrik islami yang berjuang untuk mengembalikan bumi ke dalam syariat Islam. Dijamin, bumi akan sehat dan sejahtera.

Mahganipatra
10 months ago

Model pembangunan ala kapitalis selalu berdampak pada kerusakan alam dan korupnya SDM. Hingga akhirnya bencana alam akan menimpa seluruh umat manusia yang taat maupun maksiat. Astagfirullah... semoga ini jadi pelajaran kita semua agar mulai menjaga alam dengan aktivitas nyata membentuk kesadaran di tengah-tengah umat bahwa sistem ini rusak dan merusak mulai dari individu, masyarakat dan negara.

Reva Lina
Reva Lina
10 months ago

Bencana alam rasanya selalu menghantui disebabkan manusia yang lalai daripada tanggungjawabnya. Mak untuk itu tujuan pelestarian lingkungan, Khilafah bisa memproteksi sebagian hutan kekayaan alam agar agar menjadi paru-paru dunia. Khilafah akan melakukan industrialisasi secara bertanggung jawab, yaitu dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan. Itulah mengapa pentingnya kita ini menerapkan Islam secara menyeluruh karena solusi yang tepat hanya dari Islam lah

Nining Sarimanah
Nining Sarimanah
10 months ago

Bencana yang terjadi tidak semata-mata karena sunatullah tetapi ada ulah tangan manusia yang mengakibatkan kerusakan alam dan jatuh korban. Penyebabnya jelas kapitalisme yang masih berkuasa di dunia. Solusi hakiki untuk mengatasi bencana tersebut kembali kepada Islam.

Ima khusi
Ima khusi
10 months ago

Inilah bentuk teguran Allah untuk manusia melalui makhluknya yang lain berupa angin bernama Rose Thypoon. Ketika manusia lalai akan perintah Allah maka ada makhluk Allah yang lain yang akan menaati perintahNya dan siap meluluh lantakkan bumi. So, harusnya ini sudah cukup jadi peringatan bagi mereka yang berpikir.

Nirwana Sadili
Nirwana Sadili
10 months ago

Karena kapitalisme yang menjadi penyebab kerusakan alam, maka sistem ini harus dicampakkan. Solusi adalah kembali pada aturan Allah yang maha sempurna yang telah menurunkan seperangkat aturan yang menjaga kelestarian alam.

Nita Savitri
Nita Savitri
10 months ago

Musibah memang kehendak dari Allah SWT. namun ada upaya dari manusia yang nyata merusak alam secara masiv. Hal tersebut berkat dukungan sistem kapitalis sekuler yang rusak dan batil.

Sartinah
Sartinah
10 months ago

Bencana alam di satu sisi adalah musibah, tetapi di sisi lain ada peran industri kapitalisme yang merusak, sehingga semakin memperparah kerusakan alam. Kebijakan apa pun yang digagas tidak akan menjadi solusi selama paradigma kapitalisme masih dijadikan pijakan. Saatnya kembali pada Islam dan menerapkan seluruh aturannya dalam kehidupan agar keberkahan Allah melingkupi bumi.

Dewi Kusuma
Dewi Kusuma
10 months ago

Pengelola sumberdaya alam.dan lingkungan hidup akan terjaga secara apik hanya dengan aturan yang berasal dari Dzat Yang Mahakuasa. Dialah Yang menguasai jagad raya sistem kehidupan dalam Islam yang diterapkan dibawah penguasa yang komitmen terhadap sistem Islam secara sempurna.

Firda Umayah
Firda Umayah
10 months ago

Ketika manusia tak menjaga alam, maka alam seakan marah dan menunjukkan sikapnya kepada manusia. Sudah sepatutnya manusia merenung dan memahami, bahwa apa yang menimpanya merupakan dampak ketika seruan syariat-Nya diabaikan dan tidak diterapkan dalam kehidupan.

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram