Mencetak Generasi Muda Berkualitas Butuh Dukungan Sistem

Mencetak generasi Muda Berkualitas Butuh Dukungan Sistem

Dengan penerapan sistem Islam dalam segala aspek kehidupan di bawah pengurusan negara Khilafah akan lahir generasi muda berkualitas.

Oleh. Ummi Fatih
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala Asia (AFC) U-23 memang sangat membanggakan. Negeri ini pun menggelar berbagai aksi dukungan terhadap timnas bersama kalangan generasi muda untuk menghidupkan semangat perjuangan mengharumkan nama bangsa.

Hal ini seperti saat Timnas Indonesia U-23 maju memperebutkan juara ketiga piala Asia melawan Timnas Irak pada Kamis, 2 Mei 2024. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sama-sama menggelar agenda nobar gratis bagi masyarakat umum di wilayah masing-masing. (cncbc.com 2/5/2024)

Tidak hanya itu, kucuran dana bagi generasi muda yang biasanya sulit dikucurkan dengan alasan kurangnya pemasukan kas negara, justru sangat mudah diberikan bagi para pemain timnas olahraga. Bahkan ketika awal persiapan mengikuti kualifikasi Olimpiade Paris 2024 pada bulan Februari pun pemerintah memberikan kucuran dana bantuan sebesar Rp61,5 miliar bagi 11 cabang olahraga. (jawapos.com 26/2/2024)

Ketika dukungan negara bagi generasi muda untuk meraih medali di bidang olahraga sangatlah membara, mengapa dukungan pemerintah justru lemah untuk mengatasi masalah kualitas generasi muda yang sudah jelas terbukti makin rendah?

Akar Masalah Kualitas Generasi Muda

Generasi muda adalah penerus bangsa. Di tangan merekalah nasib masa depan negeri ini. Dengan demikian, mereka harus berkualitas cemerlang dengan memiliki fisik yang kuat, akal cerdas, dan karakter mulia. Adapun untuk menjadi sosok berkualitas tersebut, selain sang pribadi individu itu sendiri yang harus berusaha membentuknya, negara selaku pengendali kehidupan rakyatnya juga wajib bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas mereka. Namun, karena negeri ini menganut sistem kapitalisme dan sekuler, ia cenderung melepas tanggung jawab yang harus ditunaikannya.

https://narasipost.com/opini/03/2024/kerusakan-moral-generasi-akibat-buruknya-sistem-pendidikan/

Sejak negara ini menerapkan sistem kapitalisme yang lebih mengutamakan para pemilik modal, banyak dana subsidi bagi rakyat yang sulit dicairkan. Untuk layanan publik olahraga demi pembentukan kekuatan fisik masyarakat, misalnya, negara hanya fokus memberikan pada para atlet yang akan berangkat bertanding. Sedangkan untuk masyarakat biasa, pintu layanan olahraga masih tertutup bagi mereka yang tidak mampu membayar tiket masuknya.

Sedangkan untuk layanan pendidikan demi membentuk generasi muda nan cerdas, negara justru memungut biaya sekolah dari para orang tua tanpa memandang kondisi ekonomi mereka. Akibatnya, banyak keluarga di negara ini yang ekonominya sedang bermasalah, tidak dapat memasukkan generasi mudanya dalam bangku sekolah untuk tumbuh cerdas berkualitas.

Mirisnya lagi, sejak negeri ini menganut sistem sekuler yang memisahkan ajaran agama dalam kehidupan nyata, kualitas moral generasi muda jadi makin rendah. Ini karena mereka tidak lagi dikenalkan dengan kemuliaan ajaran agama dari Tuhan. Bahkan, andaikata ada organisasi Islam yang bangkit ingin berdakwah dengan menggelar kajian Islam bagi para generasi muda agar mereka tumbuh menjadi sosok yang bertakwa. Larangan dan tuduhan garis keras justru ditudingkan.

Sistem Khilafah Memberi Dukungan Sempurna untuk Generasi

Dari semua pengaruh buruk sistem kapitalisme sekuler yang menjadi akar masalah pembentukan kualitas generasi muda, haruslah segera ada perubahan, yaitu dengan sistem Khilafah yang bertanggung jawab penuh melayani rakyatnya sesuai dengan sabda Rasulullah saw.,

"Imam/Khalifah itu laksana penggembala dan dia bertanggung jawab terhadap gembalaannya." (HR Bukhari dan Muslim)

Oleh karenanya, dengan penerapan sistem Islam dalam segala aspek kehidupan di bawah pengurusan negara Khilafah akan lahir generasi muda berkualitas.

Ini karena dalam sistem Khilafah, kesehatan dan pendidikan masuk dalam kategori kebutuhan pokok rakyat yang harus negara penuhi. Dengan demikian, berbagai layanan publik terkait kesehatan dan pendidikan akan negara berikan pada rakyatnya secara gratis. Dengan demikian, fisik dan akal generasi muda pasti dapat tumbuh berkualitas menjadi generasi hebat.

Selain itu, dalam pembentukan kualitas karakter moral mereka, sistem Khilafah akan mengenalkan kesempurnaan ajaran agama Islam sejak dini dalam lingkup pendidikan. Kemudian, menerapkannya dalam segala peraturan hukum negera agar teori ajaran Islam yang telah generasi muda pelajari dapat mereka jalani secara nyata. Dengan demikian, mereka akan dapat membentuk peradaban gemilang yang membanggakan di dunia.

Ini sebagaimana terdapat dalam catatan sejarah Khilafah dahulu kala yang telah terbukti berhasil melahirkan generasi muda berkualitas tinggi dan berjasa besar bagi kehidupan umat manusia hingga saat ini. Misalnya Ibnu Sina, seorang tokoh muslim dari daerah Andalusia yang secara keimanan berhasil menghafalkan Al-Qur'an pada usia 10 tahun dan menjadi Bapak Kedokteran Dunia pada usia 16 tahun.

Bahkan dengan sistem Khilafah, berhasil pula dibentuk seorang sosok muda luar biasa yang berhasil membentuk peradaban gemilang yang terkenal hingga sekarang, yakni Salahudin Al-Ayyubi. Beliau yang sejak usia 10 tahun tidak hanya berhasil menghafal Al-Qur'an, mendalami berbagai ilmu keagamaan, tetapi berhasil menempuh ilmu bela diri, perang, dan ilmu politik kepemimpinan.
Pada usianya yang baru menginjak 33 tahun, ia pun berhasil diangkat menjadi sultan di wilayah Mesir dan berhasil menaklukkan kembali wilayah Palestina dari genggaman kaum kafir yang menjajahnya.

Akhirnya, dari semua fakta yang ada telah jelas bahwa pembentukan kualitas generasi muda menjadi sosok cemerlang yang akan menyusun peradaban gemilang bagi negeri ini hanya dapat diraih dengan mengubah sistem kapitalisme sekuler menjadi sistem Khilafah.

Oleh karenanya, kita juga harus segera bangkit bersama untuk menyerukan perubahan itu sebagai wujud dukungan kecintaan dan ketaatan pada perintah Allah Swt. yang memerintahkan kita untuk selalu menjauhi kemungkaran di muka bumi. Wallahua'lam bishawab.[]

#MerakiLiterasiBatch1

#NarasiPost.Com

#MediaDakwah

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
KIP-K dan Mahalnya Pendidikan dalam Kapitalisme
Next
Cintai Ajaran Islam Sepenuhnya, Bukan Secukupnya
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
novianti
novianti
1 month ago

Negara bangga jika hasilnya kelihatan misal jadi juara ini dan itu. Jadi prestasi yang bisa dibanggakan. Tetapi jika membantu anak-anak miskin agar sekolah, tidak langsung kelihatan hasilnya. Jadi memang demi citra saja.

Isty Da'iyah
Isty Da'iyah
1 month ago

Bentuk pilih kasih negara. Olah raga dapat dana fantastis. Pendidikan di minimalis.

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram