Tenggelamnya Nanggala-402 dan Pelajaran untuk Kita

"Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari." (nikmat Allah).
(Qur'an :Ibarahim: 34).


Oleh. Ana Nazahah
(Revowriter Aceh, Kontributor NP)

NarasiPost.Com-Ucapan duka terus mengalir untuk KRI Nanggala 402. Kapal selam yang merupakan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia yang hilang sejak Rabu (21/4) di perairan utara Bali, Akhirnya ditemukan pada kedalaman 838 meter di perairan utara Bali, Minggu (25/4/2021).

Sebelumnya Nanggala disebut-sebut bisa bertahan dalam 72 jam pada kondisi black out atau tanpa listrik. Namun apa mau dikata, takdir berkata lain. Pada Minggu kemarin, Nanggala ditemukan patah menjadi tiga bagian. Selamat jalan Nanggala! Telah kau tuntaskan tugasmu di dunia, pun 53 awak yang ada di dalam badanmu. Mereka gugur dalam menjalankan tugasnya. Semoga Allah menempatkan mereka di sisi terbaik-Nya.

Dari peristiwa yang menimpa Nanggala, ada banyak pelajaran yang bisa kita petik. Terlepas siapa yang paling bertanggungjawab atas pengadaan alutsista, yang tentunya ini merupakan tanggungjawab negara, Allah sedang menyentil kita melalui musibah ini. Mengingatkan kita agar senantiasa taat kepada-Nya. Tidak menjadi hamba durhaka, yang menikmati segala pemberiaan-Nya, namun tidak mensyukurinya.

Baca sejenak dan bayangkan, apa yang dialami awak kapal Nanggala di kedalaman 838 meter sana! Di bawah tekanan arus yang tinggi dan dengan persediaan oksigen yang hanya tersisa 72 jam saja. Jika kita di posisi mereka, apa yang bisa kita lakukan? Laa haula wala quwwata illa billah, tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah.

Lihatlah! Bagaimana manusia itu hanya makhluk lemah, serba terbatas dan kurang. Tanpa bantuan Allah, kita ini bukan siapa-siapa dan tak bisa berbuat apa-apa. Kita begitu tergantung dengan oksigen, untuk respirasi sel, dan membuang racun. Siapa yang menyediakan oksigen untuk kita? Dialah Allah yang mampu menyediakannya. Gratis! Manusia hanya perlu bernapas dengan paru-parunya.

Qadarullah, Allah tidak menciptakan kita insang untuk bernafas di dalam laut. Dan karena itu, kita perlu tabung oksigen untuk bisa menyelam ke dasar samudera. Jika oksigen tersebut menipis, tak ayal nyawa pun bisa terancam. Seperti yang menimpa awak kapal Nanggala. Saat mereka terkendala untuk muncul ke permukaan, maka tak ada yang bisa memperkirakan nyawa mereka kecuali berdasarkan stok oksigen yang ada di sana, yang diperkirakan hanya bisa bertahan sampai 72 jam saja.

Dan 72 jam yang ditunggu itu akhirnya lewat. Nanggala ditemukan setelah menjadi bangkai. Innalilahi wainnailaihi rajiuun! Segala yang datang dari-Nya, maka akan kembali kepada-Nya pula. Dia Allah adalah tempat kembali kita. Tak sehelai daun pun gugur tanpa seizin-Nya. Kepada-Nya lah bergantungnya segala sesuatu, di langit maupun di bumi. Karena itu, sudah sepatutnya kepada-Nya lah pula kita berserah serta memohon pertolongan. Kembali ke jalan-Nya dengan penuh ketaatan.

Dari Nanggala kita belajar, di mana pun berada tak bisa menghindarkan kita dari ajal dan ketentuan-Nya. Meski tengah berada dalam bangunan kokoh dan penuh penjagaan, tak ada yang bisa lari dari takdir yang sudah ditentukan.

Sayangnya, kebanyakan manusia masih saja sombong. Menikmati segala yang Allah beri, tapi lupa bersyukur. Mayoritas kita melalaikan tugas di dunia. Bermaksiat kepada Allah tanpa ada rasa takut sedikit pun. Padahal jika Allah tarik saja satu nikmat oksigen yang Dia berikan, ke mana manusia akan meminta bantuan?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاٰتٰٮكُمۡ مِّنۡ كُلِّ مَا سَاَلۡـتُمُوۡهُ‌ ؕ وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَـظَلُوۡمٌ كَفَّارٌ

"Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari." (nikmat Allah).
(Qur'an :Ibarahim: 34).

Berulang kali musibah dan cobaan hadir untuk menguji iman. Allah menegur kita agar kembali ke jalan yang benar. Namun hati kita masih saja keras. Melihat dan mendengar teguran tersebut, namun sedikit sekali mengambil pelajaran. Lupakah kita pada ikrar syahadatain yang telah kita janjikan? Bahwa kita akan mengimani Allah dan Rasul-Nya dengan penuh keyakinan. Berserah kepada-Nya dalam setiap kondisi dan keadaan.

Kebanyakan kita justru meninggalkan Allah di saat lapang, lalu datang kepada-Nya saat merasa kesempitan. Menangis dan merajuk padanya di saat kesulitan, lalu melupakan Allah saat diberi berbagai kemudahan. Begitulah, kebanyakan kita lupa bersyukur. Sebaliknya malah melalaikan hidup dan berandai-andai hidup selama-lamanya.

Ketahuilah wahai saudaraku! Sungguh, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mampu mengubah keadaan. Allah mampu mengubah segala kemudahan menjadi sesuatu yang sulit, pun mengubah yang sulit menjadi mudah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Azza Wa Jalla, karena Dia Mahakuasa atas segala-galanya.

Karena itu, di tengah duka yang mendalam untuk Nanggala. Alangkah baiknya kita jadikan muhasabah, kelak kita pun akan berpisah dengan dunia. Sebagaimana Nanggala telah memenuhi tugasnya untuk berlayar selamanya. Kita pun akan menyudahi tugas kita sebagai hamba. Terlepas tugas kita telah ditunaikan dengan baik atau penuh cacat cela. Yang jelas, semua amanah tugas kita sebagai hamba, akan diproses, takkan terlewat walau sekecil zarrah (atom), akan dimintai pertanggungjawabannya. Semoga kita siap!

Wallahua'lam[]


Photo : Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Yang Pergi, Semoga Kelak Kembali
Next
Larangan Mudik, Solusi Tekan Covid-19?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram