Sesakti Apakah Kutukan Pemimpin Negeri-Negeri Islam terhadap Israel?

Dunia menyaksikan kekejaman zionis terhadap rakyat Palestina. Sudah 74 tahun mereka hidup dalam kengerian penjajahan yang tak berkesudahan. Mereka bisa survive atas pertolongan Allah Swt.


Oleh. Dwi Nesa Maulani (Komunitas Pena Cendikia)

NarasiPost.Com-"Tanah itu adalah hak umat yang telah berjihad demi kepentingan Palestina. Mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Jika suatu saat negara ini runtuh, silahkan mereka bisa mengambil Palestina tanpa membayar harganya". Itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Sultan Abdul Hamid II kepada Theodor Herzl, penggagas pendirian negara Yahudi. Herzl berjanji akan melunasi utang-utang Kekhilafahan Turki Utsmani, membangun universitas, dan memberikan kapal perang dengan syarat Sultan mau menjual tanah Palestina kepada Yahudi. Namun Sultan menolak mentah-mentah tawaran tersebut.

Nampaknya Sultan Abdul Hamid II tidak mengira bahwa negaranya akhirnya runtuh pada tahun 1924. Sejak kekalahan pada Perang Dunia I tak ada lagi penjaga tanah Palestina. Wilayah Palestina akhirnya jatuh dan dikuasai Inggris. Lewat lobi politisi Yahudi kepada Inggris, akhirnya diumumkan Deklarasi Balfour. Inggris mempersilahkan bangsa Yahudi dari seluruh dunia untuk bermigrasi ke Palestina dan membuat permukimanya di sana. Puncaknya pada tahun 1948 resmi berdiri negara Israel. Sejak saat itu muslim di Palestina terus menerus diperangi oleh Yahudi Israel hingga kini.

Dilansir dari Kompas.com, serangan Israel yang terbaru hingga Sabtu (15/5/2021) pagi setidaknya 137 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 36 anak-anak. Sementara itu sebanyak 920 orang cedera. Jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah, mengingat Israel masih terus melakukan serangan udara dan menghantam kamp pengungsi Shati di Gaza.

Dunia menyaksikan kekejaman zionis terhadap rakyat Palestina. Sudah 74 tahun mereka hidup dalam kengerian penjajahan yang tak berkesudahan. Selama itu pula warga muslim di wilayah yang berbatasan dengan Israel, Mesir, dan Laut Mediterania tersebut seolah tak tersentuh oleh dunia luar. Mereka bisa survive atas pertolongan Allah Swt. Tak ada saudara muslim di negeri lain yang mengangkat senjata melawan musuh tersebut.

Memang benar, para pemimpin di negeri muslim yang lain selama ini menunjukkan dukungan kepada Palestina dengan mengecam dan mengutuk kebiadaban Israel. Namun, yang menjadi pertanyaan seberapa sakti kecaman dan kutukan tersebut? Bisakah menghentikan serangan Israel atas Palestina? Jawabannya tentu tidak.

Pada tahun 2014 pemimpin Liga Arab, Iran, Indonesia, Mesir dan negeri Muslim lain mengutuk serangan Israel atas Palestina. Serangan pada tahun ini termasuk serangan yang besar. Namun Israel tak menggubris kutukan para pemimpin tersebut.

Pada tahun 2017,Indonesia kembali mengutuk Israel yang telah menimbulkan kericuhan di Yarusalem. Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang dan mengambil langkah untuk memberhentikan tindak kekerasan Israel di Kompleks Masjid Al- Aqsa. Indonesia juga telah mendesak agar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dapat segera melakukan pertemuan darurat untuk membahas situasi di kompleks Al Aqsa. Upaya inipun nihil hasilnya.

Lagi, pada tahun 2019 Israel kembali menyerang Pelestina. Yang menjadi korban pengeboman kali ini adalah sebuah gedung yang menjadi lokasi kantor berita negara Turki, Anadolu Agency, di Gaza. Pemimpin Turki pada waktu itu mengecam dan mengutuk tindakan Israel tersebut. Namun, itu pun tak menghentikan ulah Israel.

Kebrutalan Israel kali ini juga mendapat banyak kutukan dari pemimpin negeri-negeri muslim, diantaranya Indonesia, Malaysia, Qatar, Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Kali ini pun Israel tetap tak bergeming. Bahkan pemimpin mereka menyatakan serangan terbesar belum akan berakhir.

Lalu bagaimana dengan PBB? Selama ada serangan Israel ke Palestina, PBB juga selalu mengecam dan mengutuk. Tetapi Israel tak gentar. Negara ini seakan kebal dengan semua kutukan itu. Karena Israel punya pelindung, yaitu Amerika Serikat sang negara adidaya. Segala bentuk perundingan yang dirancang AS selalu condong kepada Israel.

PBB sendiri meskipun organisasi bangsa-bangsa di dunia, namun yang menggawangi adalah AS, Inggris, dan Perancis. Sudah bukan rahasia bahwa mereka adalah musuh-musuh Islam. Terbukti PBB pada tahun 2018 malah menjadikan Hamas sebagai organisasi teroris. Padahal selama ini yang melakukan perlawanan secara militer serangan-serangan Israel adalah Hamas.

Sementara itu, solusi yang ditawarkan PBB yaitu solusi dua negara. Artinya wilayah Palestina harus dibagi antara Israel dan Palestina sendiri. Padahal sebenarnya wilayah tersebut milik kaum muslim di sana, sedangkan Yahudi adalah pihak yang merampas tanah dari kaum muslim. Pantaskah kita masih berharap solusi kepada AS dan PBB?

Maka dari itu, wahai pemimpin negeri-negeri muslim, lakukanlah tindakan nyata. Jangan hanya kompak berpidato menuangkan rasa prihatin, kecaman, dan kutukan saja. Bersatulah kirimkan tentara untuk berjihad di jalan Allah Swt. Hilangkan sekat-sekat negara yang membelenggu kaum muslim di dunia. Sebagaimana dulu kaum muslim pernah bersatu di bawah satu panji.

Sesungguhnya zionis Israel adalah bangsa yang penakut, jika tidak dilindungi AS. Lindungilah saudara kita di Palestina. Sebagaimana Sultan Abdul Hamid II melindungi tanah suci tempat Nabi Saw Isra' Mi'raj tersebut. Sultan lebih memilih menghunuskan pedang ke tubuhnya daripada melepaskan tanah yang diberkahi itu. Maka, bersatu dan berjihad, itulah yang dibutuhkan untuk bisa menghentikan penjajahan ini.[]


photo : Pinterest

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Pajak Naik, Rakyat Tercekik
Next
Almond, Baik untuk Ibu Menyusui
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram