Parpol Islam yang Sahih

"Parpol Islam harus memiliki fikrah dan thariqah yang lahir dari akidah Islam dan dalil Syara. Ketika fikrah dan thariqah partai tidak jelas, maka parpol Islam memiliki peluang terjebak dalam lingkaran demokrasi. Ideologi partai sedikit demi sedikit akan tergerus hingga berujung pragmatis"


Oleh: Novita Tristyaningsih

NarasiPost.Com-Partai Ummat akhirnya dideklarasikan oleh mantan Ketua MPR Amien Rais pada Kamis, 29 April 2021 di Yogyakarta. Deklarasi partai baru ini dilakukan secara virtual melalui kanal youtube Amien Rais Official. (republika, 02/05/21)

Adapun didirikan partai ini dengan tujuan awal untuk bekerja melawan kezaliman dan menegakkan keadilan di bumi pertiwi. Partai ini memiliki beberapa program yang dijalankan dalam pelaksanaannya, yaitu investasi politik dengan merangkul para generasi muda untuk terjun ke dalam dunia perpolitikan karena mengingat masih sedikit yang terjun ke dunia tersebut. Program selanjutnya adalah dengan fokus pada investasi di bidang teknologi informasi (IT) dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Mereka menganggap IT dan AI ini dapat digunakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, bahkan juga dapat dijadikan sebagai desain sistem pertahanan negara yang kuat. (republika, 02/05/21)

Tidak sedikit partai Islam yang ada di parlemen bertujuan baik untuk Islam dan umat Islam. Namun, dalam pelaksanaannya tampak melenceng dari tujuan awal. Mengapa hal itu terjadi?

Parpol Islam yang ada saat ini, tidak memiliki fikrah dan thariqah yang jelas untuk mencapai tujuannya, sehingga pada praktiknya parpol Islam tampak ikut arus yang ada di parlemen, tidak konsisten dengan tujuan awal.

Dalam Islam, sebuah parpol Islam harus memiliki fikrah dan thariqah yang lahir dari akidah Islam dan dalil Syara'. Pun harus diperhatikan ikatan yang digunakan untuk menyatukan para anggota partai yang ada di dalamnya. Ikatan itu harus ikatan yang kuat karena tujuannya besar. Maka, ikatan yang mampu menyatukannya adalah murni ikatan ideologi Islam, bukan ikatan yang lain. Jika hal ini tidak diterapkan dalam partai, maka partai akan mengalami kegagalan. Sebab, Ideologi itu memiliki peranan penting bagi parpol Islam.

Di samping itu, saat ini kita hidup dalam sistem demokrasi kapitalisme. Tidak sedikit tantangan dan hambatan yang terbentang di depan mata. Berbagai tantangan dan hambatan itu harus mampu dihadapi oleh parpol Islam. Dalam menyelesaikannya pun harus sesuai kacamata Islam. Maka, dalam menghadapi berbagai situasi itu harus menggunakan ideologi Islam sebagai ideologi partai.

Dengan ideologi ini, parpol Islam mampu mewujudkan visi partai yang sahih, yaitu untuk melanjutkan kehidupan Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan Khulafaurasyidin, yakni menerapkan aturan Islam secara totalitas dalam bingkai sistem pemerintahan Islam (Khilafah) di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Visi politik seperti ini seharusnya diperjuangkan oleh parpol Islam. Tanpa visi ini, parpol Islam akan mudah melenceng dari tujuan awal pembentukannya.

Demokrasi merupakan sistem kehidupan yang bertentangan dengan Islam. Dalam demokrasi kedaulatan terletak di tangan manusia, sedangkan dalam Islam kedaulatan milik Allah. Maka, sudah pasti kemenangan itu tidak akan berpihak kepada Islam dan umatnya jika masih menggunakan demokrasi dalam perjuangan ini.

Ketika fikrah dan thariqah partai tidak jelas, maka parpol Islam memiliki peluang terjebak dalam lingkaran demokrasi. Ideologi partai sedikit demi sedikit akan tergerus hingga berujung pragmatis. Perjuangan seharusnya totalitas untuk mengembalikan penerapan syariat Islam secara menyeluruh, bukan sekadar aturan parsial semata. Seakan-akan merasa cukup ketika hanya memperjuangkan undang-undang yang bernilai Islam, seperti undang-undang mengenai zakat, sedangkan undang-undang lain yang memudahkan pihak lain mengeruk sumber daya alam milik rakyat tetap eksis.

Seharusnya, parpol Islam lantang menyuarakan ketika terjadi kriminalisasi terhadap ajaran Islam dan para aktivisnya. Karena hukum Syara' memerintahkan untuk melakukan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Itulah tugas utama dari keberadaan parpol Islam. Namun, saat ini parpol Islam cenderung diam. Jikapun bersuara, kenapa tidak selantang suara kelompok Islam di luar parlemen?

Dalam Sirah Nabawiyah, aktivitas dakwah Rasulullah Saw adalah politik dan pemikiran. Maka, hendaknya parpol Islam mencontoh aktivitas politik yang dilakukan Rasulullah dalam mewujudkan visi politiknya. Adapun metodenya adalah:

Pertama, tahap pembinaan dan pengkaderan (Marhalah Tatsqif wa Takwin). Tahap ini adalah membina masyarakat dengan akidah dan syariah Islam. Proses pembinaan ini, agar di dalam kehidupan umat Islam terwujud kesadaran akan tanggungjawabnya sebagai seorang Muslim dan menjadikan akidah Islam sebagai landasan hidup l, serta syariah Islam sebagai standar dalam melakukan setiap perbuatannya.

Kedua, tahap interaksi dan perjuangan di tengah umat (Marhalah Tafa’ul ma’a al Ummah). Individu-individu Islam yang ada di dalam partai politik Islam ini harus berada di tengah-tengah masyarakat untuk meraih kekuasaan dari tangan umat dengan memberikan pemahaman ideologi Islam kepada masyarakat.

Ketiga, tahap penerapan hukum Islam (Marhalah Tathbiq Ahkamul Islam). Setelah proses thalabun nushrah berhasil, maka akan masuk tahapan selanjutnya, yaitu menerapkan syari’at Islam secara kafah sebagai satu-satunya hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan negara.
Sebagaimana firman Allah Swt, “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka mereka itulah para pelaku kezaliman.” (QS. Al-Ma’idah: 45).

Wallahu'alam bisshowwaab.[]


photo : google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Dunia Ribut
Next
Menyadari Braxton Hicks adalah Tanda Cinta Sang Pencipta
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram