Dampak Buruk Sekularisme dalam Kehidupan Masyarakat Kapitalis

"Konsekuensi dari dijaukannya agama dalam kehidupan menjadikan manusia bertindak melewati batas fitrahnya. Ketaqwaan sirna dan merasa apapun bebas dilakukannya tanpa sadar bahwa ada Allah swt mengawasi hidupnya."


Oleh : Cahaya Timur
(Kontributor NarasiPost.com)

NarasiPost.Com-Tak ada habisnya topik pembahasan tentang permasalahan negeri ini. Belum lagi tuntas satu permasalahan, kini muncul lagi masalah yang baru. Seperti yang terjadi hari Senin lalu (24/5/2021), pihak kepolisian berhasil membekuk seorang laki-laki tersangka kasus penistaan terhadap agama Islam. Pelaku melakukan pembakaran terhadap kitab suci umat Islam, yakni Al-Qur'an.

Kemudian dari unggahan instagram @merekamjakarta, tampak dari beberapa gambar yang ditayangkan terdapat foto terduga yang kini telah diamankan oleh Polres Metro Jakarta. (Gelora.co, 24/5/21)

Sebelumnya pernah juga terjadi kasus penistaan terhadap agama Islam oleh seorang pria yang menganggap dirinya adalah seorang nabi terakhir atau nabi ke-26. Video unggahannya disebar melalui konten youtube dan juga zoom. Dalam video tersebut, pria ini melakukan penistaan terhadap Rasulullah Muhammad Saw. Laki-laki yang lebih dikenal dengan nama Jozeph Paul Zhang itu, telah melukai seluruh kaum muslimin. Atas perbuatan tersebut kemudian pihak berwajib menetapkannya sebagai pelanggar pasal 22 ayat (2) ITE dan pasal 156a KUHP. Sayangnya hingga kini pelaku belum juga dapat dibekuk. (Tempo.co, 20/4/21)

Kemudian jika dirunut ke belakang, selama satu tahun ini saja akan kita jumpai kasus-kasus semisal di atas. Tidak saja di dalam neger, bahkan sampai di luar negeri. Manusia-manusia rendahan dengan mulut-mulut kotor dan juga tangan-tangan durjana mereka telah begitu mudah menghina kitab suci petunjuk hidup seluruh umat manusia serta kekasih Allah Swt. Tidakkah sadar dirinya bahwa yang mereka hadapi adalah Sang Pemilik Hidup?
Kasus di atas hanyalah segelintir dari kasus-kasus lainnya yang tak kunjung selesai.

Untuk permasalahan yang terjadi di Indonesia saja sudah sangat mengiris dada. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia. Bahkan tak tanggung-tanggung jumlahnya lebih dari 200 juta jiwa. Data pendukung yang dirilis mencatat bahwa jumlah populasi muslim di Indonesia saat ini sebanyak 219.960.000 jiwa atau 12,6 persen dari populasi muslim di seluruh dunia. Sementara diperkirakan, pada 2060 Indonesia akan mengalami peningkatan atau bonus demografi sehingga jumlah penduduk muslim akan meningkat menjadi 253.450.000 jiwa. (republika.co.id, 27/01/21)

Namun, semua itu tidak menjamin hilangnya para penista. Mereka dapat kembali bebas melecehkan, menghina, mempersekusi, menista, dll. Semua akibat dari terpisahkan agama dari kehidupan umat manusia. Sekulrisme sebagai anak kandung, buah dari sistem pemerintahan ala Kapitalis yang mengakibatkan semua dapat terjadi. Dalam sistem Kapitalis, agama tidak diakui dalam kehidupan. Dengan kata lain, agama hanya berada dalam ranah privasi saja, sementara dalam kehidupan, manusia menetapkan seperangkat aturan buatan mereka sendiri guna keberlangsungan hidupnya. Akibatnya lahirlah kebebasan dalam segala hal, baik itu kebebasan berbicara, beragama, berpendapat, berekspresi, hingga beragama. Semua orang berhak melakukan semua itu selama tidak mengganggu ketertiban umum. Sayangnya sebaik apapun aturan yang telah ditetapkan oleh manusia, tetap saja memiliki celah yang dapat dimanipulasi. Lihat saja contoh nyata yang terjadi.
Konsekuensi dari dijaukannya agama dalam kehidupan menjadikan manusia bertindak melewati batas fitrahnya. Hilang sudah ketakwaan dalam diri mereka. Hidup serba bebas dan merasa jauh dari pengawasan Allah Swt, Sang Pencipta dan Pengatur hidup. Setiap manusia bebas mengatakan apapun sebab bagi mereka kebenaran bersifat relatif. Menurutmu itu benar tapi belum tentu benar menurutku. Dalam pandangannya, semua agama sama saja yang membedakan hanyalah cara beribadah.

Oleh sebab itu, selama persoalan ini tidak dikembalikan sebagaimana mestinya, maka akan terus menerus terulang kembali. Hingga orang-orang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja.
Padahal di dalam Islam, siapa saja yang melakukan perkara-perkara maksiat terlebih menistakan kitab suci Al-Qur'an dan juga junjungan Rasulullah Saw, maka hukumannya sudah pasti mati.

Hukum-hukum di dalam Islam berfugsi sebagai jawajir dan jawabir. Keistimewaan ini tidak akan kita temui di hukum manapun, kecuali Islam.
Misalnya, ketika hukum Islam diterapkan terhadap orang-orang yang melakukan tindak kriminal, maka dosa-dosanya di dunia telah terhapus jika dia menjalankan sanksi sesuai syariat. Ini yang disebut sebagai jawabir. Hal itu pula yang telah dinyatakan Rasulullah Saw dalam sabdanya sebagai berikut;
Kalian berbai’at kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anakmu, tidak membuat-buat dusta yang kalian ada-adakan sendiri dan tidak menolak melakukan perbuatan yang ma’ruf. Siapa saja menepatinya maka Allah akan menyediakan pahala; dan siapa saja yang melanggarnya kemudian dihukum di dunia maka hukuman itu akan menjadi penebus (siksa akhirat) baginya. Dan siapa saja yang melanggarnya kemudian Allah menutupinya (lolos dari hukuman dunia), maka urusan itu diserahkan kepada Allah. Jika Allah berkehendak maka Dia akan menyiksanya; dan jika Dia berkehendak maka akan memaafkannya.” [HR Bukhari dari ‘Ubadah bin Shamit].

Disamping itu, dengan diberlakukan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan akan menjadi sarana pencegah terjadinya perbuatan tindak kriminal yang baru, inilah yang disebut sebagai Jawazir.
Sedangkan hukum-hukum syariat tidak dapat diterapkan kecuali dengan adanya sebuah institusi resmi yang mewadahi semuanya, yaitu Khilafah Islamiyah. Khilafah adalah bentuk negara yang hukum-hukum Allah Swt dapat diterapkan secara resmi oleh seorang Khalifah, dan akan menghindarkan segala bentuk persoalan seperti semisal di atas. Untuk itu, tiada cara lain selain dengan menetapkan Islam kembali ke dalam kehidupan umat melalui negara Khilafah Islamiyah. Dan hal tersebut harus diwujudkan dengan segera. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِى خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِأَمْرِهِۦٓ  ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ  ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعٰلَمِينَ

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 54). Wallahu’alam bis Showab[]


Photo :Pinterest

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Islam Kafah Solusi Hakiki Atasi Penghinaan terhadap Islam
Next
Kebocoran Data Pribadi, Siapa yang Bertanggungjawab ?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram