Ujianmu Paling Berat?

Allah senantiasa menolong hambanya yang bersungguh-sungguh ingin bangkit dengan sukses dalam menghadapi ujian kesempitan. Dengan sabar dan tawakal ia menghadapi pahitnya cobaan. Ia terus berharap Allah memberikan kesabaran dan berkenan mencabut segala kesusahan. Ia terus berdoa, terus bermunajat tanpa henti, hingga Allah pun berkenan mengabulkan doanya.


Oleh: Aya Ummu Najwa

NarasiPost.com - Pernahkah dirimu merasa bahwa kau adalah manusia yang paling menderita? Pernahkah kau merasa bahwa ujian hidupmu seakan tak ada habisnya? Seakan semua manusia menghakimimu? Yang kadang membuatmu ingin lari? Bersembunyi, dari dunia?

Kadang ujian dan masalah yang datang membuatmu terjatuh hingga merasa putus asa. Namun percayalah esok hari matahari masih akan bersinar. Terkadang pun seluruh dunia seakan menunjukan mata kepadamu dengan penghakiman, namun percayalah masih ada Allah yang akan merengkuhku dengan kasih sayang-Nya.

Tak mengapa kau berhenti sejenak untuk mendinginkan pikiranmu. Tak mengapa jika harus berdiam sebentar untuk menenangkan kagalauan. Namun, jangan lupa untuk segera bangkit dan melangkah lagi. Karena waktu terus berjalan, karena hidup terus berlanjut. Dunia ini terlalu sebentar jika harus berlama-lama meratap dalam kesedihan. Waktu terlalu berharga jika hanya kita habiskan dalam keterpurukan dan penyesalan.

Sejatinya hidup itu adalah rangkaian ujian. Selama manusia hidup, ia akan terus menghadapi ujian hidup. Karena dengan ujian Allah melihat siapa di antara hambanya yang benar-benar beriman. kadang ujian itu berupa kesedihan dengan berbagai musibah terjadi yang menimpa keluarga, usaha yang berkali-kali gagal, kesehatan yang buruk, kadang pun berupa kekurangan harta, dan lainnya. Namun kadang juga berupa kesenangan dan kelapangan. Bahkan kesehatan dan waktu luang pun kadang menjadi ujian.

Allah senantiasa menolong hambanya yang bersungguh-sungguh ingin bangkit dengan sukses dalam menghadapi ujian kesempitan. Dengan sabar dan tawakal ia menghadapi pahitnya cobaan. Ia terus berharap Allah memberikan kesabaran dan berkenan mencabut segala kesusahan. Ia terus berdoa, terus bermunajat tanpa henti, hingga Allah pun berkenan mengabulkan doanya.

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 96)

Sesungguhnya ujian yang kita hadapi, belumlah seberapa jika dibanding dengan ujian yang Allah berikan kepada para nabi dan rasul. Para kekasih Allah ini menjalani ujian berkali-kali lipat lebih dahsyat dari ujian yang kita hadapi. Bahkan ada lima nabi yang Allah beri gelar Ulul Azmi karena hebatnya kesabaran dan keikhlasan mereka dalam menghadapi hebatnya ujian Allah.

Tentu kita sering membaca sirah para nabi 'alaihimussalam, seperti nabi Ayyub 'alaihi salam, beliau diuji oleh Allah dengan sakit selama kurang lebih 18 tahun. Sakit kulit hingga seluruh tubuh beliau busuk dan habis tinggal tulang dan hati. Kekayaan dan keluarga beliau habis dan pergi meninggalkan beliau. Namun beliau tidak putus asa, beliau terus berdoa kepada Allah, hingga Allah berkenan menyembuhkan sakitnya, dan mengembalikan harta serta keluarganya kembali.

Nabi Nuh 'alaihi salam, nabi dengan umur yang panjang, hidupnya dihabiskan untuk berdakwah mengajak manusia beriman kepada Allah, namun hanya sedikit dari kaumnya yang menyambut seruannya. Beliau didustakan dan dihina oleh kaumnya. Nabi Nuh sendiri berumur 950 tahun, pendapat ini disampaikan oleh Qatadah dalam “Tafsir Qur’an ‘Adzim” karya Imam Ibnu Katsir: 6/268. Qatadah berkata: “Disebutkan bahwa usia nabi Nuh 'alaihi salam adalah 1000 tahun dikurang 50  tahun. Nabi Nuh 'alaihi salam sudah bersama kaumnya selama 300 tahun sebelum memulai dakwah, masa dakwah beliau adalah 300 tahun, dan selama 350 tahun setelah banjir besar beliau masih bersama mereka. Ibnu Abi Hatim pun menyebutkan demikian dalam tafsirnya: 18041.

Nabi Ibrahim 'alaihi salam, mendapat gelar bapak para anbiya, beliau berdakwah di tengah-tengah kaumnya dan penguasa kejam, raja Namrudz. Dakwah beliau pun mendapat pertentangan dari bapaknya dan kaumnya, bahkan ancaman dari penguasa kala itu. Namun beliau tidak gentar dan terus berdakwah, hingga beliau pun di bakar hidup-hidup oleh kaumnya, beliau terus berdoa kepada Allah, hingga Allah pun menyelamatkan beliau.

Beliau juga diuji dengan lamanya beliau dalam mendapatkan keturunan. Istri beliau Sarah, belum dikarunia keturunan hingga usia senja. Namun beliau tidak putus asa dan tidak kecewa kepada Allah. Beliau masih terus menjalankan kewajiban beliau, beriman kepada Allah dan berdakwah mengajak manusia hanya menyembah Allah semata, hingga Allah pun berkenan mengabulkan doa beliau dengan menganugerahkan putra yaitu nabi Ishaq 'alaihi salam dan Ismail 'alaihi salam.

Teladan kita manusia terbaik pilihan Allah, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam pun pernah merasakan keterpurukan. Ketika dakwah mengalami penentangan hebat. Ketika risalah yang beliau bawa ditolak dan dihina. Beliau sedih luar biasa, beliau merasakan kepiluan. Namun beliau hanya meratap kepada Allah. Karena beliau tahu bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya.

Selama dakwah fase Makkah, beliau berdakwah dari cara sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan selama 13 tahun. Beliau yang dikenal dengan kejujuran dan kemuliaan akhlak, dihinakan dengan disebut sebagai pembohong, tukang sihir, hingga sebutan orang gila disematkan kepada beliau. Beliau diinjak ketika sujud, dilempar kotoran hingga mau dibunuh. Keluarga beliau diboikot hingga 3 tahun lamanya.

Ketika beliau berbicara di depan kaumnya, ada orang berbicara di belakang beliau sebagai olok-olok. Ketika beliau menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah mereka pun menolak. Bahkan ketika beliau meminta pertolongan dakwah kepada keluarga ibunya di Thaif, beliau malah ditolak dengan keras dan dihinakan dengan dilempari batu oleh anak-anak laksana orang gila, hingga beliau terluka dan berdarah. Beliau tidak menyerah dan dendam, beliau hanya mengadu kepada Allah atas kurangnya usaha beliau.

Ketika dua orang tercinta, penopang setia dakwah beliau dipanggil oleh sang pencipta. Pamannya, Abu Thalib yang senantiasa melindungnya dari kejahatan kaumnya, meninggalkan beliau sendiri. Dan istri beliau tercinta, ibunda Khadijah sang penolong dan penopang dakwah nan setia, dipanggil oleh Allah untuk selamanya. Sungguh tahun itu bahkan disebut sebagai tahun kesedihan bagi beliau, hingga Allah berkenan menghibur beliau dengan peristiwa isra' mi'raj, serta menurunkan perintah shalat.

Sungguh hanya kepada Allah mereka para nabi dan rasul mengadukan semua keluh kesahnya. Hanya kepada Allah mereka memurnikan ketaatan, mereka menghibur hati yang lara dengan senantiasa berdoa kepada Allah, karena mereka tahu, tak akan pernah seorang hamba kecewa jika berdoa dan berharap kepada Allah.

وَلَمۡ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيّٗا

"… dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku." (Qs Maryam, Ayat 4)

Maka wahai sahabatku, bangun dan bangkitlah. Jika tak ada pundak manusia maka yakinlah masih ada bumi tempat bersujud, kita adukan semuanya kepada pemilik bumi dan langit. Penguasa alam semesta. Pencipta diriku dan dirimu, Allah Subhanahu Wata'ala, mintalah pertolongan, mohonlah jalan keluar hanya kepada-Nya, niscaya kau tak akan pernah kecewa.

Wallahu a'lam.

Picture Source by Google


Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Idul Fitri, Momentum Mewujudkan Kemenangan Hakiki
Next
Serangan terhadap Al-Aqsa, Serangan terhadap Umat Islam Sedunia
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram