Sahabat Syafaat

"Seseorang itu mengikuti diin (agama; tabiat; akhlak) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat." 
(HR. Abu Dawud, Silsilah ash-Shahihah no. 927)


Oleh: Aya Ummu Najwa
(Kontributor Tetap NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Kita hidup di dunia ini tentu tak bisa sendiri. Kita pasti membutuhkan sahabat dalam kehidupan kita. Sebagai tempat berbagi segala cerita, hobi, suka duka, pengalaman, dan sebagainya. Selain begitu pentingnya kedudukan sahabat dalam hidup kita, ternyata keberadaan sahabat kadang pun menjadi masalah tersendiri bagi kehidupan kita.

Banyak sekali atsar yang memperingatkan kita untuk senantiasa berhati-hati dalam mencari teman bahkan sahabat. Dengan berhati-hati inilah diharapkan kita akan mencari dan menemukan sahabat yang tepat. Yang tentunya agar kita tidak menyesal di kemudian hari.

Mengapa kita harus berhati-hati dalam mencari sahabat? Karena tentunya setiap kita, pasti mengharapkan persahabatan yang kita bangun akan bertahan tidak hanya di dunia saja, namun juga bisa sampai ke akhirat kelak, sehingga kita bisa saling memberi syafaat, dan dapat memasuki Jannah bersama-sama.

Sejatinya huru-hara pada hari kiamat sungguh sangat luar biasa besar. Pada hari itu, semua akan hancur, semua akan rusak. Tidak hanya semua benda dan makhluk. Namun juga semua hubungan pun akan rusak. Hubungan suami dengan istri, bahkan anak dan orang tua.

وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ # وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ

"Dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya." (QS. 'Abasa : 35-36)

Begitu pula hubungan persahabatan kita.

(وَمَاۤ أَضَلَّنَاۤ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ,فَمَا لَنَا مِن شَـٰفِعِینَ,وَلَا صَدِیقٍ حَمِیمࣲ)

"Dan tiadalah orang-orang yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun. Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab." (QS. As Syuara : 99 -101)

Namun hanya persahabatan yang dilandasi oleh takwa sajalah yang akan kekal sampai ke surga. Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ.

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Ahli Tafsir At-Thabari menjelaskan,

المتخالون يوم القيامة على معاصي الله في الدنيا, بعضهم لبعض عدوّ, يتبرأ بعضهم من بعض, إلا الذين كانوا تخالّوا فيها على تقوى الله.

"Orang-orang yang saling bersahabat di atas maksiat kepada Allah di dunia, di hari kiamat akan saling bermusuhan satu sama lain dan saling berlepas diri, kecuali mereka yang saling bersahabat di atas takwa kepada Allah."
(Tafsir At-Thabari)

Sangat penting sekali untuk mengenali dan meneliti siapa saja sahabat yang kita akan banyak menghabiskan waktu bersamanya. Karena dengan intensitas hubungan dan kebersamaan itulah akan membentuk seperti apa kepribadian kita. Sedikit demi sedikit kepribadian kita akan terbentuk. Sadar atau tidak kita akan mengikutinya dan menirunya.

Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

"Seseorang itu mengikuti diin (agama; tabiat; akhlak) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat." (HR. Abu Dawud, Silsilah ash-Shahihah no. 927)

Karena itu, tentu kita tidak ingin menjadi muslim yang buruk hanya karena selalu bergaul dengan orang-orang yang buruk keimanan dan tabiatnya. Tentu kita menginginkan pengaruh yang positif, dan peningkatan kualitas keimanan kita kepada Allah melalui persahabatan kita. Yang bisa saling menolong dalam ketaatan, saling memberi nasihat, hingga saling memberi syafaat kelak di akhirat.

Karena pastinya kita ingin mendapatkan syafaat dari sahabat salehah kita kelak di akhirat bukan malah sebaliknya, hanya karena kita salah memilih teman atau sahabat, begitu pula persahabatan yang kita bangun tidak berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Yang hanya dipenuhi dengan Senda gurau tanpa makna, jauh dari amar makruf nahi mungkar, atau bahkan malah mengajak kita sedikit demi sedikit kepada kemaksiatan sehingga mengundang murka Allah .

Maka pilihlah sahabat yang bisa mengajak kita kepada surga. Karena sungguh nasihatnya adalah bukti cinta. Tabayyunnya adalah cermin kasih. Amar makrufnya adalah tanda sayang, nahi mungkarnya adalah sebuah keselamatan, sedangkan hadirnya merupakan syafaat.

Wallahu a'lam[]


Photo : Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Andaikata Takkan Lagi Jumpa
Next
Keteguhan Anak-Anak di Gaza, Palestina
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram