Perpisahan ini

"Ramadhan adalah bulan tarbiyah. Yang melatih hamba untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Melatih diri untuk senantiasa mengikatkan diri kepada hukum Islam"


Oleh: Aya Ummu Najwa

NarasiPost.Com-Imam Ibnu Rajab rahimahullah pernah berkata:

ن شهر رمضان قد عزم على الرحيل،ولم يبق منه إلا القليل، فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام، ومن فرط فليختمه بالحُسنى، والعمل بالختام، فاستغنموا منه ما بقي من الليالي اليسيرة والأيام،
واستودعوه عملاً صالحًا يشهد لكم به عند الملك العلَّام"
.

"Sesungguhnya bulan Ramadhan telah bersiap untuk berlalu, dan tidak ada lagi yang tersisa darinya kecuali sedikit, maka siapa pun di antara kalian yang telah berbuat kebaikan di dalamnya maka hendaklah ia menyempurnakannya, dan siapa yang menelantarkannya maka hendaklah ia tutup dengan amal kebaikan, karena amalan itu tergantung akhirnya. Dan ambillah kesempatan dari padanya dari malam-malam dan hari-hari sangat singkat yang tersisa ini, dan tinggalkanlah amalan-amalan saleh yang akan menjadi saksi bagi kalian di sisi Allah sang penguasa.
(Dalam Lathaiful Ma'arif: 216).

Ramadhan telah berlalu. Pilu perpisahan dengan bulan suci itu. Akankah kita bertemu lagi dengannya tahun depan? Akankah kita masih bisa merasakan kesyahduannya tahun depan? Masihkah kita diberi umur untuk menyambutnya dan mengisinya dengan amalan saleh tahun depan?

Ramadhan adalah bulan tarbiyah. Yang melatih hamba untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Melatih diri untuk senantiasa mengikatkan diri kepada hukum Islam. Menimbang dalam setiap langkahnya sesuai dengan hukum syara', menahan setiap hal agar sesuai dengan aturan yang Allah tetapkan.

Sebulan ini kita berlatih menahan diri agar sesuai syariat. Melatih diri untuk istikamah menjalankan ketaatan tanpa syarat. Agar kebaikan dan amal saleh menjadi tabiat. Sungguh bulan ini melatih kita agar menjadi mukmin yang hebat. Agar selamat baik di dunia maupun di akhirat.

Namun perpisahan ini pun mengayun sendu. Membangkitkan pilu dalam kalbu. Berpisah dari shaumnya, syahdu malamnya, keberkahannya, dilipatgandakan pahalanya, juga kesempatan bertemu lailatul qadarnya. Semua itu akan selalu kita rindukan. Yang masih belum jelas akankah kita diberi kesempatan jumpa, karena sejatinya bertemu ramadhan adalah anugerah dari sang pencipta. Yang tak semua orang terima.

Sungguh ramadhan tak pernah meninggalkan kita. Namun kitalah yang akan meninggalkan ramadhan. Karena sungguh jika ramadhan berlalu, maka ia akan kembali tahun depan. Namun jika kita pergi, kita tak akan pernah kembali lagi. Maka apa yang sudah kita persiapkan untuk perpisahan yang pasti terjadi itu? Perpisahan dari Ramadhan juga dari gemerlapnya dunia.

Karena sejatinya datangnya kematian adalah pasti. Setiap kita hanya menunggu. Bisa diriku atau pun dirimu terlebih dulu. Kematian adalah pemutus setiap kenikmatan. Dia datang tanpa pemberitahuan. Dia tak bisa dimajukan maupun diundurkan. Sedang setiap yang bernyawa pasti dapat giliran.

Kita sering merasa sedih jika berpisah dengan sahabat, keluarga, atau pun ramadhan yang sebentar lagi pergi. Namun kadang kita lupa bahwa sedihnya perpisahan tak akan seberapa dibandingkan dengan sedihnya kehidupan di akhirat tanpa bekal. Sedang di sana kita akan disidang, tentang apa yang telah kita lakukan, amalan kita pun semua akan ditimbang.

Maka mempersiapkan perbekalan inilah yang menjadi orientasi kita. Tidak hanya ketika ramadhan saja kita fokus mempersiapkan akhirat kita, namun seharusnya sepanjang tahun, seumur hidup kita, setiap saat dari usia, kita gunakan untuk memperbanyak bekal. Karena sejatinya akhirat itu selamanya, maka bekal yang harus kita siapkan pun tak cukup hanya sedikit.

Tak akan cukup jika kita hanya mengandalkan bekal ibadah ruhiyah saja, namun tanpa kita senantiasa mengikatkan diri kita terhadap hukum syara' setiap saat. Maka haruslah setiap apa yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi Allah. Senantiasa hadirkan kesadaran bahwa kita adalah hamba Allah, maka setiap langkah kita akan selalu berorientasi kepada keridaan-Nya.

Termasuk persiapan bekal yang luar biasa dengan melibatkan diri dalam medan dakwah, dan amar makruf nahi mungkar. Karena saat ini kerusakan sudah sangat luar biasa, maka tidak ada jalan lain yang lebih utama dari pada mengajak manusia kembali kepada diterapkannya hukum Allah, dan mencegah manusia dari kemungkaran.

Jika selama ramadhan kita selalu bersemangat dalam ibadah dan ketaatan terhadap hukum syara', maka semangat inilah yang harus kita kobarkan setiap saat, selepas ramadhan di sisa umur kita. Karena kita tidak pernah tahu, apakah tahun depan masih bisa berjumpa dengan ramadhan? Ataukah ini adalah ramadhan terakhir untuk kita.

Wallahu a'lam.[]


Photo : Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Pasar Tanah Abang Membludak, Apa Kabarnya Pandemi?
Next
Keunggulan Mendidik Anak dengan Akidah Islam
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram