Disiplin Mendekatkan Kita pada Allah

Disiplin melahirkan sikap bersegera dalam menunaikan perintah Allah Swt. Menunda apalagi sengaja melambatkan gerak bukanlah perilaku bentukan Islam.


Oleh: Ummu Hanan

NarasiPost.com - Disiplin merupakan sikap yang layak dimiliki oleh setiap Muslim. Melalui pola hidup disiplin seorang Muslim akan lebih teratur dan terarah dalam menjalankan aktivitas. Disiplin juga akan melahirkan kesungguhan atas setiap upaya manusia meraih target serta tujuan tertentu. Etos kerja menjadi naik dengan adanya sikap disiplin. Tak heran jika disiplin menjadi salah satu indikator penilaian penting guna mengukur efektivitas kerja. Terlebih dalam suasana kehidupan sekuler kapitalistik seperti saat ini, time is money. Jika anda tak cukup pandai mengatur diri maka bagaimana mungkin anda dapat kaya? Ya, disiplin ala kapitalisme tentu akan selalu relate dengan materi.

Disiplin berkebalikan dengan indisiplin. Jika disiplin identik dengan kepatuhan dan keteraturan maka indisiplin condong pada ketidakpatuhan dan ketidak teraturan. Seseorang yang indisiplin tidak meletakkan keteraturan sebagai perkara penting atas aktivitasnya. Ia akan cenderung melakukan perbuatan menurut dorongan kepentingan dirinya. Saat muncul mashlahat maka sebuah amal akan terlaksana, sebaliknya jika tak ada kemanfaatan akan terabaikan. Sangat dapat dipahami jika sistem kapitalisme mendorong manusia untuk disiplin bangun pagi demi meraih pekerjaan, namun berat sekadar disiplin bangun untuk shalat Subuh.

Suasana kehidupan turut memengaruhi pola hidup masyarakat. Suasana tersebut berpijak pada ideologi apa yang sedang diadopsi oleh manusia. Dalam ideologi kapitalisme, asas yang mendasari interaksi di tengah masyarakat adalah manfaat. Kapitalisme tak ayal membentuk individu berkarakter “matre” yang hanya sanggup berhitung untung dan rugi secara nominal. Muncullah kasus seperti menanggalkan kerudung karena tuntutan persyaratan kerja, mengambil riba sebab tak kuasa menahan godaan gaya hidup, atau memilih berlepas dari jamaah karena merasa tak menghasilkan pemasukan. Bahkan aktivitas dakwah dapat dianggap penghalang teraihnya manfaat berupa materi.

Ideologi Islam melahirkan suasana kehidupan yang unik. Syariat Islam menjadikan asas interaksi masyarakat adalah akidah Islam. Tolok ukur perbuatan dalam ideologi Islam adalah perintah dan larangan Allah Swt. Pada dua poin ini kita dapati suasana kehidupan dalam ideologi Islam meletakkan Allah Swt pada posisi yang tertinggi sebagai Dzat yang wajib untuk ditaati secara mutlak. Islam juga memandang makna kebahagiaan yaitu dengan teraihnya rida Allah Swt, tidak yang lain. Kondisi masyarakat semacam ini tergambar dengan jelas pada praktik yang dilakukan oleh negara Islam pertama di Madinah. Rasulullah Saw pada masa itu berperan langsung sebagai kepala negara.

Kembali kepada soal disiplin, motifnya dipengaruhi oleh ideologi. Disiplin dengan konteks ideologi kapitalisme muncul dengan tujuan meraih materi yang sebesar-besarnya. Berbeda halnya dengan disiplin dalam konteks ideologi Islam adalah bentuk ketaatan terhadap perintah Allah Swt Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam QS. As-Shaff ayat 4 yang artinya, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” Disiplin dalam pandangan ideologi Islam akan mendekatkan kita kepada Allah Swt.

Disiplin melahirkan sikap bersegera dalam menunaikan perintah Allah Swt. Menunda apalagi sengaja melambatkan gerak bukanlah perilaku bentukan Islam. Contoh bagaimana para Sahabat ditempa sedemikian rupa oleh Rasulullah Saw dalam hal kedisiplinan nampak pada kisah terlambatnya Ibnu Rawahah ra. Dikisahkan Ibnu Rawahah ra. akan mengikuti peperangan namun sengaja menunda keberangkatan sebab ingin mengikuti shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Melihat keterlambatan Ibnu Rawahah, Rasulullah Saw kemudian bersabda, “Bersegera menjalankan (jihad) di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya” (Ibnu Abi Syaibah juga mengeluarkan hadits ini dari Ibnu Abbas ra.).

Demikian besar perhatian yang diberikan oleh syariat Islam terhadap perkara kedisiplinan. Perwujudan disiplin yang hakiki hanya akan mungkin lahir dari pengaturan syara’ secara menyeluruh dalam kehidupan. Tidak sebatas menjadikan orientasi kemanfaatan duniawi sebatas capaian disiplin, namun bagaimana sikap tersebut mampu menghadirkan rida Allah Swt. Melalui penerapan syariat Islam yang paripurna akan menghantarkan kaum Muslimin pada keluhuran akhlak dan kemuliaan peradaban. Akankah kita tergerak untuk lebih disiplin dalam beramal saleh karena ingin lebih dekat dengan Allah? Semoga, bi idznillah.

Picture Source by Google


Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Bukit Algoritma, Demi Kepentingan Siapa?
Next
Melebihi Angin yang Berhembus
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram