Andai Ini Ramadhan Terakhir Kita

“Wahai hamba-hamba-Ku! Setiap siang dan malam kalian senantiasa berbuat salah, namun Aku mengampuni semua dosa. Karena itu, mohonlah ampunan-Ku agar Aku mengampuni kalian.” (Hadits Qudsi Riwayat Muslim 4674).


Oleh: Ana Nazahah (Revowriter Aceh, kontributor NP)

NarasiPost.com - Bagaimana jika ini Ramadhan terakhir kita? Pertanyaan ini, penulis yakin, siapa saja yang menunggu kehadiran Ramadhan dengan harap cemas, pasti pernah merasakan. Perasaan suka cita sekaligus debar ketakutan tidak bisa bertemu Ramadhan, sebagaimana saudara-saudara yang telah lebih dulu berpulang, tepat di detik-detik Ramadhan menjelang.

Ya, tak ada yang bisa menahan kematian datang. Barang sedetik pun kematian tidak bisa diundur atau disegerakan. Segalanya telah ditetapkan, tertulis di Lauhul Mahfudz, baik hari, jam, detik dan tempatnya.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ.

"Di mana saja kamu berada, kematian pasti akan mendapatkanmu, meskipun kamu berlindung di dalam benteng yang tinggi nan kokoh." (An-Nisa: 78)

Hanya saja, kecemasan bukan datang dari kematian itu sendiri, namun dari banyaknya dosa. Serta keyakinan bahwa timbangan amal kebaikan kita belumlah seberapa. Karenanya kita begitu merindukan bertemu Ramadhan, berharap bulan penuh ampunan ini bisa meredam kegelisahan. Mereguk maghfirah di dalamnya agar terbebas dari segala dosa dan kesalahan.

Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'aala perintahkan dalam hadits Qudsi berikut :

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-hamba-Ku! Setiap siang dan malam kalian senantiasa berbuat salah, namun Aku mengampuni semua dosa. Karena itu, mohonlah ampunan-Ku agar Aku mengampuni kalian.” (Hadits Qudsi Riwayat Muslim 4674).

Sayangnya, entah kenapa semangat dan kerinduan bertemu di bulan Ramadhan hanya di awal saja. Perlahan menguap seiring Ramadhan berjalan. Mungkin ini perlu menjadi renungan bagi kita. Kenapa iman kita begitu cepat berubah, timbul tenggelam?

Duhai yang mengaku pemburu ampunan! Ke mana perginya semangat serta janji kepada Allah Subhanahu Wa Ta'aala saat bermunajat kepada-Nya? Dengan derai air mata memohon agar dipertemukan dengan bulan mulia. Lupakah kita, bahwa kita hanya memiliki kesempatan hidup sekali? Tak akan ada kesempatan lain, selain kesempatan hidup kita saat ini. Karena itu alangkah ruginya jika hidup kita yang tak dapat diulang ini kita sia-siakan. Kita biarkan waktu berlalu terbuang percuma, tanpa ada persiapan untuk bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta'aala dan kekasih-Nya.

Terlebih ini bulan Ramadhan, bagaimana mungkin kita menyia-nyiakannya begitu saja? Lupakah kita bagaimana takutnya kita tidak dipertemukan dengan Ramadhan? Saat Allah jemput saudara kita satu-persatu di depan mata. Bukankah saat itu kita begitu cemas?

Lantas, bagaimana jika Ramadhan ini benar-benar Ramadhan terakhir kita? Akankah kita masih tetap membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja? padahal ini adalah Ramadhan perpisahan.

Ya tidak salahnya, kita menganggap Ramadhan ini adalah Ramadhan perpisahan, jika hal itu bisa membuat kita sadar dan kembali ke jalan Tuhan. Rasul sendiri memerintahkan kita untuk serius beramal. Seolah ibadah tersebut adalah ibadah perpisahan. Seperti halnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah berpesan, dalam ibadah shalat. Rasul memerintahkan shalat seolah itu adalah shalat terakhir.

Dari Abu Ayub Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي وَأَوْجِز"قَالَ إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ…"

"Telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata: wahai Rasulullah, ajarkanlah aku dengan ringkas. Nabi bersabda, "Apabila engkau mendirikan shalat maka shalatlah seolah-olah engkau akan berpisah." (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)

Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saja memerintahkan shalat seolah itu shalat terakhir, maka tidak ada salahnya, jika kita menganggap Ramadhan ini adalah Ramadhan perpisahan. Menghargai Ramadhan yang sedang kita lalui, berusaha mengoptimalkan Ramadhan dengan mengisinya dengan aktivitas terbaik semampu kita.

Meski Ramadhan sudah melangkah sejauh ini, tak ada salahnya kita perbaiki dari sekarang. Niatnya, perencanaannya. Bergegas melakukan ketaatan sekecil apapun itu. Dimulai sekarang, detik ini! Introspeksi diri, perbanyak ibadah dan menjauhi maksiat.

Agar tidak ada penyesalan lagi saat nanti Ramadhan pergi. Pun agar tidak ada lagi penyesalan, saat nanti tiba waktunya perpisahan, saat-saat kita bertemu dengan Tuhan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَهُمۡ يَصۡطَرِخُوۡنَ فِيۡهَا ‌ۚ رَبَّنَاۤ اَخۡرِجۡنَا نَـعۡمَلۡ صَالِحًـا غَيۡرَ الَّذِىۡ كُـنَّا نَـعۡمَلُؕ اَوَلَمۡ نُعَمِّرۡكُمۡ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيۡهِ مَنۡ تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيۡرُؕ فَذُوۡقُوۡا فَمَا لِلظّٰلِمِيۡنَ مِنۡ نَّصِيۡرٍ

"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu." (Dikatakan kepada mereka), "Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun." (Al- Fathir : 37).

Wallahua'lam.

Picture Source by Google


Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Anenchepaly Bukti Maha Kuasanya Allah Swt
Next
Peran Muslimah Akhir Zaman
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram