Less is More

Allah tahu kita lelah dengan setumpuk kegiatan domestik. Allah tahu kita penat dengan sekelumit masalah yang menghampiri. Satu hal yang pasti dan harus selalu kita ingat, bahwa Allah takkan membebani hamba di luar kemampuannya. Jika suatu ketetapan datang pada diri, hadapilah.


Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

NarasiPost.com - "Saya tidak bisa mengaji, saya repot mengurusi bocah. "

"Saya tidak bisa baca, saya sibuk mengurus rumah. "

"Saya tidak bisa menghafal Alquran, saya sudah berumur. "

Akan muncul begitu banyak alasan yang bisa kita lontarkan ketika tidak bisa melakukan sesuatu. Tapi, yang menjadi cambuk bagi diri adalah mempertanyakan kembali. Benarkah alasan-alasan itu? Atau hanya sekadar alasan di bibir saja?

Bersinar di Tengah Keterbatasan

Django Reinhardt, gitaris yang tangan kirinya cedera akibat luka bakar. Otot jarinya memendek sehingga ia hanya bisa menggunakan dua jari saja. Apakah ia berhenti menjadi gitaris? Tidak. Di tengah keterbatasannya, ia justru bekerja keras untuk tetap bisa memainkan gitar dan akhirnya melahirkan nada yang unik. Django pun menjadi gitaris jazz kebanggan Eropa.

Stephen Hawking, ilmuwan fisika teoritis. Ia adalah profesor ternama di Universitas Cambridge. Ia memberikan sumbangsih yang besar terhadap teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Profesor ini divonis penyakit saraf yang langka, yang membuat tubuhnya lunglai tak berdaya. Tak mampu makan, bangun sendiri, suaranyapun tak jelas, bahkan kini tak bisa bicara sama sekali. Walau demikian, prestasi ilmiahnya masih terus berlanjut.

Een Sukaesih, seorang ibu guru yang menderita Rheumatoid arthritis. RA membuat ibu guru ini lumpuh, tak bisa bangun. Namun keadaannya tak membuatnya berputus asa. Di tengah keterbatasannya, ia tetap mengajar anak-anak belajar bahasa Inggris, Sejarah, komputer dan matematika. Murid-muridnya membantu bu Een membersihkan rumahnya.

Abdullah bin Ummi Maktum, sahabat Rasul yang tuna netra. Tapi, ia dikaruniai ilmu dan adab yang luar biasa. Ia bergantian dengan Bilal untuk mengumandangkan adzan. Ia pun sering ditunjuk sebagai wakil Rasul di Madinah ketika Rasul pergi berjihad. Walaupun diberikan kondisi tidak bisa melihat, ia selalu ingin ikut pergi berjihad. Sampai akhirnya saat perang Qadisiyah iapun menjadi tuna netra pertama yang ikut berjihad menjadi pasukan pembawa Roya'.

Hambatan atau Tantangan

Itu hanya secuil contoh inspiratif yang ada di dunia. Di tengah keterbatasan fisiknya, hidupnya, mereka bisa saja memilih untuk menyerah dengan kondisi yang ada. Tapi, mereka enggan melakukan itu. Hidup mereka terlalu berharga untuk diratapi. Mereka memilih mengubah keterbatasan yang Allah tetapkan sebagai tantangan bagi diri. Mereka berkompetisi dengan diri mereka sendiri. Berusaha optimal mengalahkan semua alasan dan suara sumbang yang ada.

Bagaimana dengan diri kita? Allahlah yang paling tahu tentang kondisi kita. Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Boleh jadi kita tak menyukai suatu keadaan, suatu ketetapan, tetapi baik bagi kita. Itu cara Allah mendewasakan kita, meng-up grade potensi diri.

Allah tahu kita lelah dengan setumpuk kegiatan domestik. Allah tahu kita penat dengan sekelumit masalah yang menghampiri. Satu hal yang pasti dan harus selalu kita ingat, bahwa Allah takkan membebani hamba di luar kemampuannya. Jika suatu ketetapan datang pada diri, hadapilah, karena Allah sudah katakan, kita mampu untuk melewatinya. Mampu bukan karena kita kuat dan hebat, tetapi, karena Allah akan bantu kita melewatinya, dengan bekal sabar dan tawakal pada-Nya.

Jadi, mau mencari alasan apalagi untuk membatasi diri tidak beramal saleh dengan optimal? Yuk, jadikan hambatan yang ada sebagai tantangan untuk ditaklukan. Agar kita bisa beramal optimal di jalan Allah.

Wallahua'lam bish shawab.

Picture Source by Google


Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Miras Bebas, Terlalu!
Next
Rumah, Surga Untuk Mutiara Umat
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram