Rasa Cemburu

Kita sebagaimana manusia yang mempunyai sifat terbatas, serba kurang dan membutuhkan yang lain, tidak akan pernah mampu untuk mengetahui apa yang terbaik untuk kehidupan kita. Jadi, kita membutuhkan aturan yang berasal dari Allah agar kita tidak terperosok kedalam jurang kemaksiatan.

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd (Ibu rumah tangga dan Pemerhati Generasi Muda)

NarasiPost.com - Cemburu merupakan perasaan natural yang pasti pernah muncul pada setiap diri manusia, bahkan sejak kecil. Walaupun kebanyakan orang mengaitkannya dengan hubungan percintaan, rasa cemburu sebenarnya bisa terjadi di berbagai latar kehidupan, termasuk pertemanan dan pekerjaan atau ranah profesional.

Rasa cemburu pasti dimiliki oleh setiap orang, apalagi sepasang suami istri. Sebab dengan adanya rasa cemburu, maka sepasang suami istri akan saling menjaga dan mengingatkan. Terlebih jika salah satu pasangan mereka sudah melewati batas pergaulan dengan orang lain yang bukan mahramnya. Maka sebagai seorang Muslim sebaiknya kita sebagai pasangan harus saling mengingatkan, jangan malah membiarkan yang mengakibatkan mereka terperosot ke jurang kemaksiatan. Sebab jangan sampai kita lupa bahwa Iblis atau Setan tidak pernah absen untuk menggoda kita, bahkan Iblis dulu minta penangguhan kepada Allah "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan" (QS. Al-A'raf ayat 14) bahkan Iblis sampai berkata kepada Allah "Demi kekuasaan-Mu! Aku akan menyesatkan mereka semuanya" (QS. Shad ayat 82).

Dari ayat di atas sudah jelas sekali bahwa jika ada cela bermaksiat sedikit saja kita biarkan maka setan akan segera merayu dan membuat itu seperti baik-baik saja. Lihat saja fenomena perselingkuhan hari ini yang sedang booming di tengah masyarakat Indonesia, yang mana pelakunya adalah seorang Muslim dan Muslimah yang pasti mereka mengerti batasan-batasan dalam agamanya.

Tetapi karena tidak menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupannya maka mengakibatkan mereka sampai melakukan kemaksiatan yang sangat Allah larang. Akibat perbuatan itu juga tersakitilah hati seorang istri dan keluarganya. Bukan maksud penulis untuk mengghibah saudara sesama Muslim tetapi penulis hanya ingin mengajak para pembaca untuk berpikir mengapa hari ini sampai banyak kasus perselingkuhan sesama rekan kerja itu terjadi. Tetapi itu semua akibat dari pelanggaran interaksi antara lelaki dan perempuan. Memang awalnya mereka tidak berniat untuk bermaksiat tetapi karena angin-angin segar dari gangguan setan mengakibatkan mereka menjadi menganggap itu hal biasa saja.

Sebagai pasangan suami istri, kita haruslah cemburu melihat pasangan kita berinteraksi berlebihan terhadap lawan jenisnya. Walaupun itu rekan kerjanya sekalipun. Sebagai seorang istri harusnya mengingatkannya. Tetapi karena kita hidup dalam sistem sekularisme hari ini yang mana jika kita mengingatkan maka dianggap aneh dan sangat cemburuan. Padahal itu adalah kebaikan dan wajar jika kita memiliki rasa cemburu.

Islam dengan aturan yang berasal dari Allah sudah memiliki aturan dalam berinteraksi terutama terhadap lawan jenis. Islam mengatur batasan-batasan antara lelaki dan perempuan. Oleh karenanya, umat Islam harusnya memandang batasan itu untuk menjaga diri mereka dari kemaksiatan.

Tetapi dalam sistem kapitalisme hari ini, semua itu tidak dipandang lagi sebagai aturan yang menjaga kehormatan bagi lelaki dan perempuan. Semua aturan itu dipandang sebagai pengekangan yang akan membuat mereka menjadi terkerdilkan dan tidak bebas dalam bertingkah laku.

Padahal sudah jelas bahwa kita sebagaimana manusia yang mempunyai sifat terbatas, serba kurang dan membutuhkan yang lain, tidak akan pernah mampu untuk mengetahui apa yang terbaik untuk kehidupan kita. Jadi, kita membutuhkan aturan yang berasal dari Allah agar kita tidak terperosok kedalam jurang kemaksiatan.

Wallahua'lam Bishowab.

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Tak Cukup Tingkatkan Provitas, Islam Selesaikan Masalah Pangan Secara Tuntas
Next
Solusi Tuntas Atasi Pergaulan Bebas
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram