Mengawali Kebaikan

Jika Allah yang menjadi tujuan kita, maka kebaikan sekecil apapun akan ada balasan terbaik di sisi Allah.


Oleh: Armina Ahza (Penggerak Perubahan, CEO Umma Institute)

NarasiPost.com - Pernahkah kita merasakan begitu berat untuk mengawali sebuah kebaikan? Apalagi kebaikan baru. Belum lagi yang berkaitan dengan mengubah kebiasaan buruk menjadi kebaikan. Tentu itu akan membutuhkan perhatian dan energi yang lebih besar.

Namun, kita jangan pernah enggan untuk mengawali kebaikan. Karena bagi Allah amalan sekecil apapun akan dinilai oleh Allah sebagaimana yang Allah firmankan dalam surah Al Zalzalah ayat 7, yang artinya: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya)”. Begitu baiknya Allah kepada hamba. Kebaikan sekecil apapun akan diapresiasi oleh Allah dengan memberikan reward terbaik.

Misalnya saja dalam hal membaca Alquran. Bagi siapa aja yang berkenan membaca maka setiap hurufnya akan mengandung 10 kebaikan. Sedangkan dalam ucapan basmallah saja sudah ada 19 huruf. Itu artinya kita mendapatkan 190 kebaikan. Bagaimana jika hari ini kita membaca surah Alfatihah? Bagaimana jika kita membaca surah-surah pendek. Masya Allah, tentu akan banyak sekali kebaikan yang akan kita dapatkan, insyaAllah.

Oleh karena itu, selalu niatkan setiap hari untuk mengawali dan menghiasi hari-hari kita dengan kebaikan. Untuk mengawalinya tidak cukup hanya bermodalkan semangat saja, namun kita perlu memerhatikan hal berikut,

Pertama, Luruskan niat saat melakukan kebaikan. Cukup kita niatkan setiap kebaikan yang kita lakukan untuk mendapatkan keridaan Allah. Jika Allah yang menjadi tujuan kita, maka kebaikan sekecil apapun akan ada balasan terbaik di sisi Allah. Karena jika tidak untuk Allah, maka amalan tersebut jadi sia-sia. Tidak akan mendatangkan manfaat sedikitpun bagi kita di akhirat kelak. Jangan sampai kita mengira sudah beramal banyak namun pada kenyataannya amalan tersebut telah habis terbakar sebab niatan ingin dipuji manusia atau harapan lainnya.

Kedua, cara melakukannya. Selain dari keikhlasan yang ingin kita raih maka perlu mengetahui tata cara melakukan kebaikan tersebut. Untuk menali sepatu saja kita belajar bagaimana cara menali sepatu dengan benar. Apalagi ini sebuah amal kebaikan. Tentu kita harus perhatikan bagaimana Allah dan Rasul-Nya memerintahkan.

Agar apa yang kita lakukan tidak melenceng dari syariat (aturan) yang sudah ditetapkan oleh Allah. Tentu kita tidak mau amalan kita jadi sia-sia apalagi berbuah dosa. Harapan beramal adalah mendapat rida Allah dengan rida itu Allah golongkan kita sebagai orang yang selamat dan beruntung, yaitu Allah balas dengan Surga-Nya.

Jangan sampai perbuatan kita malah menuai celaka karena tidak tahu cara melakukannya. Ibarat kita memasak makanan, harapannya mendapat asupan gizi dari makanan yang kita olah ketika dimakan, karena salah mengolahnya justru menumpuk racun di dalam tubuh karena keliru dalam mengolahnya.

Supaya kita tahu bagaimana cara untuk melakukan kebaikan maka kita harus menuntut ilmu, cari tahu bagaimana cara melakukan kebaikan tersebut. Sehingga kita harus banyak belajar, banyak mendengar, banyak berdiskusi dan mengikuti kajian Islam.

Selain memerhatikan dua hal di atas dalam mengawali sebuah kebaikan. Agar kita bersegera dalam melakukan kebaikan yaitu dengan terus mengingat dan mengetahui bahwa Allah Maha Baik dan Maha Penyayang. Tidak akan pernah disia-siakan amalan kita ketika kita benar-benar mengharap kepada-Nya. Tunggu apalagi? Yuk bergegas mengawali kebaikan dan hiasi hari-hari kita dengan kebaikan.

Picture Source by Google


Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Wapres: "Banyak Musibah, Ulama Harus Cari Solusi"Solusi Hakiki, Penerapan Syariat Islam Kaffah
Next
Bahagia Menapaki Jalan Terjal Dakwah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram