Sungguh-Sungguh dalam Berusaha

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum tersebut mengubah apa yang ada pada diri kaum tersebut.”
(TQS. Ar Ra’du:11). 


Oleh: Wening Cahyani

NarasiPost.Com-Man Jadda Wa Jadda (barangsiapa bersungguh-sungguh  maka ia akan mendapatkan hasil).
Kalimat ini merupakan dua kata kerja yang bersifat lampau (dalam Bahasa Arab disebut fi’il madhi). Berdasar arti tekstualnya  adalah “barangsiapa telah bersungguh-sungguh, maka ia telah menemukan”.

Walaupun bukan termasuk hadist, namun kalimat tersebut sangat sesuai dan selaras dengan sunnatullah. Sebagaimana firman Allah Swt. yang artinya: 

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum tersebut mengubah apa yang ada pada diri kaum tersebut.”
(TQS. Ar Ra’du:11). 

Sehingga dapat dimaknai bahwa siapa pun jika ingin berubah, maka harus ada ikhtiar untuk membersamai sebuah keberhasilan.

Setiap orang pastilah mempunyai cita-cita, keinginan atau harapan. Seorang laki-laki ingin memiliki pendamping istri yang shalihah, maka  ia melakukan upaya mencari calon istri yang shaliah. Demikian pula seorang pelajar yang ingin nilai ujiannya bagus, paham materi pelajaran di sekolah, maka dia harus belajar sungguh-sungguh untuk meraihnya.

Seseorang yang ingin mahir Bahasa Arab, maka dia berusaha sungguh-sungguh mencari guru untuk mempelajari Bahasa Arab, dan lain-lain.

Apalagi dalam kondisi saat ini, dimana umat Islam memiliki pemahaman yang jauh dari kebenaran Islam. Gaya hidup pun banyak yang melenceng dari Islam. Pemahaman kapitalisme, demokrasi, sekularisme, dan isme-isme yang lain seolah sudah mengalir dalam darah mereka, terpatri dalam sanubari.

Patokan hidup bukan lagi aturan Allah, melainkan aturan buatan manusia. Tentu hal ini tidak boleh terus menerus terjadi. Oleh karena itu, butuh aktifitas amar makruf nahi munkar atau dakwah melalui lisan dan tulisan. Dan aktifitas ini merupakan kewajiban bagi kaum muslimin dalam rangka melangsungkan kembali aturan Allah sehingga umat manusia mendapatkan rahmat dari Allah Swt. Melangsungkan kehidupan Islam merupakan cita-cita yang harus diwujudkan. Maka, upaya sungguh-sungguh harus dilakukan.

Dakwah melalui lisan  mempunyai peranan penting sebagaimana dakwah melalui tulisan karena ada ungkapan, satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus jutaan kepala.

Kemampuan menulis tidak mungkin datang tiba-tiba 'sim salabim abra kadabra', tapi butuh proses yang panjang. Mampu menulis merupakan keinginanan yang butuh perjuangan berupa usaha sunggguh-suingguh agar bisa mencapai hasil yang maksimal.

Apa pun upaya yang dilakukan, ini akan menjadi tambahan pahala karena upaya itulah yang dinilai Allah. Sedangkan perkara hasil, kita kembalikan kepada Allah Swt.

Beberapa aktivitas sebagai upaya sungguh-sungguh dalam mendongkrak kemampuan menulis adalah mengikuti pelatihan. Adanya kendala di masa pandemic Covid-19, orang dituntut berada di rumah. Dengan memanfaatkan jaringan internet, kita bisa mengikuti pelatihan secara online. Berbagai kelas menulis bisa diikuti. Catatan penting, pelatihan juga harus dilakukan dengan serius. Bila ada tugas, semampu mungkin dilakukan.

Aktifias penunjang dalam menulis adalah membaca. Proses membaca pun harus dilakukan dengan kesungguhan agar bisa diserap dan dimengerti apa yang dibaca. Membaca bisa dari buku secara langsung, lingkungan, berita, alam, dan lain sebagainya.

Hal lain yang harus dilakukan sebagai bentuk kesungguhan dalam menulis yaitu mencoba menulis, menuangkan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dalam bentuk tulisan.

Seorang anak yang sedang belajar berjalan kemudian menjadi lancar, bahkan bisa berlari karena sering berlatih. Demikian juga dalam menulis. Jetika sering diasah, maka kemampuan menulis akan meningkat. Apalagi saat ini umat butuh sentuhan hati dan pemikiran yang benar tentang kehidupan dengan sudut pandang yang berasal dari Ilahi.

Pernahkah seseorang terjatuh saat belajar naik sepeda? Pasti pernah. Seseorang yang sedang mewujudkan keinginan untuk bisa menulis, pasti mengalami kendala, hambatan, dan gangguan. Dengan begitu, kata-kata mutiara man jadda wa jadda bisa menjadi salah satu bentuk motivasi agar tidak kendor dalam menjalani proses.

Bagaimanapun, tulisan yang dihasilkan itu adalah prestasi luar biasa. Semakin bersungguh-sungguh, maka Allah akan semakin memudahkan  dalam menulis. Semakin mengasah kemampuan menulis, maka semakin menambah kemahiran dalam menghasilkan karya. Goresan-goresan pena akan menjadi sejarah bagi penulisnya. Usianya akan panjang melebihi usia penulisnya.

Oleh karena itu, sebagai sumbangsih kepada umat, berkarya dengan menulis tidak akan pernah ada ruginya. Meski harus mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk merangkai kata demi kata, huruf demi huruf, kalimat demi kalimat hingga membentuk tulisan yang mampu mengubah seseorang, maka pahala akan mengalir sebagai amal jariyah yang tiada putusnya. Usaha yang sudah dilakukan akan menambah berat timbangan amal kelak di akhirat.
Wallaahu 'alam bishshawab.[]


Photo : Google Source

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Bolu Pisang Coklat Tanpa Takaran
Next
Ironi Negeri Pengimpor: Kedelai Mahal, Pengusaha Tahu dan Tempe Mogok Produksi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram