Kematian adalah Sebuah Keniscayaan

Pandai-pandailah dalam memanfaatkan sisa usia. Karena semakin bertambah hari, semakin berkurang umur kita. Jika waktunya telah tiba, tidak ada yang dapat menunda kematian, karena kematian adalah sebuah keniscayaan.

Oleh: Ummu Fanny

NarasiPost.com - Belum lama ini kita dengar ada kecelakaan pesawat yang menewaskan 62 orang, yang terdiri dari 56 penumpang dan 6 orang kru yang bekerja di pesawat. Penumpang yang ada di dalamnya adalah bayi, anak-anak, dan orang dewasa.

Tak dapat disangka ternyata pesawat tersebut adalah pesawat terakhir yang mereka tumpangi, dan yang mengantarkan mereka kembali kepada Rabbnya. Ada yang kehilangan istri dan ketiga anaknya. Ada juga yang kehilangan suaminya. Sungguh manusia tidak akan pernah tahu kapan dan di mana maut menjemput. Harta, keluarga, semuanya hanyalah titipan Allah ta'aala.

Kematian tidak pandang usia dan tempat. Kematian bisa datang kapan saja. Tak perlu takut akan kematian. Akan tetapi, persiapkanlah bekal apa yang sudah dipersiapkan menuju kematian. Sehingga kematian berakhir dengan husnul khatimah.

Pandai-pandailah dalam memanfaatkan sisa usia. Karena semakin bertambah hari, semakin berkurang umur kita. Jika waktunya telah tiba, tidak ada yang dapat menunda kematian, karena kematian adalah sebuah keniscayaan. Kematian juga menjadi ujian bagi yang ditinggalkan. Seperti firman Allah dalam surat Al-Anbiya ayat 35

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan sebaik-baiknya sebagai cobaan, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kami-lah kamu dikembalikan". (QS. Al-Anbiya:35)

Oleh karena itu, gunakan dan manfaatkan sisa umur ini untuk semakin taqarrub kepada Allah. Mengisinya dengan memperbanyak ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Menaati segala aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Penciptanya. Sehingga ketika nanti saatnya tiba, kita tidak menyesal karena kurangnya bekal untuk kehidupan di akhirat.

Sebelum ajal itu tiba, jangan lelah untuk berjuang dalam menegakkan agama-Nya, sehingga Islam dapat diterapkan dalam kehidupan dan mengatur manusia di setiap lini kehidupan.

Wallahua'lam

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Ummu Fanny Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Sijunjung Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM, Layakkah Kita Bangga?
Next
Bukan Salah Ibu Mengandung, Anak Tidak Tahu Diuntung
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram