Kanker Serviks The Silent Killer

Kanker Serviks

Kanker serviks dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan. Makanan dengan gizi seimbang yang berasal dari sayur dan buah terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Oleh. Isty Da’iyah
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Kematian adalah sesuatu yang telah Allah Swt. tetapkan, tidak bisa ditunda atau disegerakan. Namun, ada satu wilayah yang bisa diusahakan sebagai manusia, yaitu menjaga kesehatan. Manusia bisa menjaga kesehatan dengan memilih gaya hidup sehat atau sebaliknya. Menjaga kesehatan adalah salah satu bentuk syukur kita kepada Allah, membekali diri dengan banyak belajar tentang berbagai macam cara mencegah dan mengobati penyakit tertentu. Termasuk mengenal berbagai penyakit yang sering diderita oleh wanita, di antaranya adalah penyakit kanker serviks.

Kanker serviks disebut juga the silent killer, karena pada stadium dini gejala penyakit ini tidak terlalu dapat dideteksi. Akan tetapi, secara umum ada beberapa gejala yang terjadi. Akibatnya wanita akan mengetahui setelah penyakit ini menyebar ke seluruh bagian alat reproduksi wanita dalam keadaan yang sudah parah.

Menurut survei yang telah diketahui banyak kalangan, di Indonesia setiap satu jam, satu wanita meninggal dunia terkena penyakit kanker serviks. Usia produktif yang rentan terkena kanker serviks adalah wanita yang berusia 18 sampai 45 tahun. Oleh karena itu, penyakit ini menjadi penyakit yang sangat menakutkan bagi para wanita.

Maka, penting bagi seorang wanita untuk mengetahui seluk-beluk tentang penyakit kanker serviks, karena hal ini menyangkut tentang kesehatan sistem reproduksi wanita. Kesempatan untuk memiliki keturunan merupakan hal yang sangat diidamkan oleh para wanita. Rahim yang menjadi organ inti haruslah tetap dijaga sebaik mungkin, karena tidak semua wanita memiliki kesempatan dan kesempatan itu bisa hilang jika rahim mengalami masalah serius, salah satunya terkena kanker serviks.

Dikutip dari Alodokter.com, kanker serviks atau biasa dikenal dengan kanker mulut rahim adalah penyakit kanker yang terjadi di bagian alat reproduksi wanita atau terjadi di leher rahim wanita. Leher rahim itu sendiri adalah bagian sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim.

Kanker serviks terjadi karena adanya virus HPV (human papillomavirus) atau virus papuloma manusia yang menempel pada dinding rahim. Apabila virus ini menempel cukup lama, maka terjadilah infeksi hingga menimbulkan kanker serviks.

Menurut sebuah artikel kesehatan, virus HPV bisa menimbulkan kutil pada pria dan wanita. Kutil inilah yang lama-lama membuat luka di mulut rahim, sampai terjadi infeksi hingga terjadilah bibit dari kanker serviks. Namun, infeksi itu bisa hilang ketika kekebalan tubuh sangat tinggi, karena penyakit ini sangat berhubungan dengan kekebalan tubuh. Apabila kekebalan tubuh tinggi, maka virus dapat dilawan oleh tubuh, sehingga virus tidak cepat menyebar. Begitu juga sebaliknya, apabila kekebalan tubuh menurun, maka otomatis virus akan cepat menyebar, sehingga akan berbahaya dan rahim seorang wanita bisa diangkat.

Gejala Awal Kanker Serviks

The silent killer secara umum mempunyai gejala-gejala yang bisa dideteksi secara pribadi, di antaranya, mengalami keputihan yang terus-menerus, adanya keputihan yang kental, serta keluarnya sedikit darah ketika melakukan hubungan suami istri, dan adanya cairan kuning yang sangat berbau di area genital wanita.

Salah satu penyebab dari kanker serviks adalah melakukan hubungan seks sejak usia dini, sering bergantian pasangan, dan beberapa faktor penyebab lain. Penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang lama juga bisa memicu terkena kanker serviks. Pasien yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker juga sering ditemui dalam kasus ini.

https://narasipost.com/medical/05/2023/mewaspadai-bahaya-kanker-serviks-sejak-dini/

Virus HPV dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim ketika terdapat virus pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital.

Cara penularan lain adalah di kloset atau WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker mungkin menggunakan kloset sehingga virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke kloset. Maka, bila digunakan orang lain tanpa membersihkannya terlebih dahulu, bisa jadi virus kemudian berpindah ke daerah intim orang tersebut.

Deteksi Dini Kanker Serviks

Cara mendeteksi bahwa seseorang terkena infeksi HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini disebut juga dengan nama pap smear atau papanicolaou smear.

Metode pap smear adalah metode pemeriksaan dengan cara mengambil sedikit sel-sel serviks, yang kemudian akan diperiksa untuk mengetahui adanya gejala infeksi yang bisa menyebabkan kanker. Selain itu, juga ada metode thin prep, yakni pemeriksaan seluruh bagian dari mulut rahim. Apabila dari kedua pemeriksaan ini menunjukkan adanya infeksi, maka dilakukan colposkopi, yaitu mengamati bagian yang terinfeksi dengan menggunakan alat pembesar dengan tujuan melihat adakah jaringan yang tidak normal pada serviks.

Pencegahan

The silent killer memang sangat mengerikan, tetapi hal ini bisa dicegah. Karena pada dasarnya lebih baik mencegah daripada mengobati. Ada beberapa pencegahan sederhana yang dapat dilakukan agar tidak terkena virus HPV yang pada akhirnya bisa menyebabkan kanker serviks.

Selain vaksinasi HPV atau pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya infeksi virus HPV, ada beberapa program pemerintah yang bisa dilakukan untuk melindungi wanita dari penyakit berbahaya ini.

Untuk mencegah kanker serviks, hal yang bisa dilakukan di antaranya, menerapkan gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan sehat, makanan dengan gizi seimbang, dan yang berasal dari sayur dan buah terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Tidak merokok, tidak melakukan seks bebas, dan bergonta-ganti pasangan, menghindari berhubungan badan selama masa haid, dan rutin berolah raga adalah beberapa upaya untuk bisa terhindar dari penyakit ini.

Hal yang paling ditekankan untuk mencegah virus masuk ke bagian intim kewanitaan adalah dengan menjaga kebersihan organ intimnya. Hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan organ intim wanita di antaranya, menjaga kelembaban daerah sekitar mulut rahim. Karena mulut rahim yang basah bisa menyebabkan kuman, bakteri, dan jamur bisa tumbuh subur. Untuk menghindari hal ini, yang bisa dilakukan adalah dengan cara membilas dengan benar ketika membersihkan area kewanitaan, memperhatikan frekuensi berganti pakaian dalam, dan yang harus diperhatikan ketika membersihkan daerah kewanitaan diusahakan menggunakan air yang mengalir langsung.

Pengobatan

Apabila ada sel-sel atau jaringan yang terkena virus HPV, maka harus dilakukan biopsi yakni pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh dengan tujuan untuk mendeteksi adanya penyakit, termasuk mendeteksi adanya penyakit kanker.

Apabila kanker sudah menyebar dan mencapai stadium lanjut, sebaiknya dilakukan kemoterapi. Kemoterapi yang ideal minimalnya dilakukan sampai 10 kali agar virus bisa dibersihkan secara total. Namun, pada kasus-kasus tertentu terpaksa harus dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah terlanjur berkembang pada tubuh sistem reproduksi wanita.

Semoga dengan mengetahui sedikit tentang penyakit kanker serviks yang merupakan the silent killer, bisa menambah wawasan pada kita semua, dan pada akhirnya kita bisa terhindar dari penyakit tersebut, atau bahkan bisa memberi edukasi kepada wanita lain untuk bisa mencegahnya.

Kembali lagi, sebagai manusia tugasnya harus berusaha dan berdoa, karena semua adalah atas kehendak Allah Swt. Jika wanita sudah berusaha untuk menjaga kesehatannya, tetapi masih Allah berikan sebuah penyakit, berarti itu adalah sebuah ujian yang harus dilewati dalam episode hidupnya. Sabar dalam menghadapi ujian sakit akan mendapatkan pahala, demikian juga ketika berusaha untuk mendapatkan kesembuhan juga akan mendatangkan pahala dari Allah Swt.

Karena Allah Swt. Ingin melihat hambanya lebih mendekat kepada-Nya dan dengan bersikap seperti ini, hati akan mudah pasrah. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkan selain Dia, dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia maha kuasa atas segala sesuatu, dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba Nya. Dan Dia maha bijaksana. (TQS. Al-An’aam: 17-18)

Wallahu a'lam bishawab.[]

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com
isty Daiyah Kontributor NarasiPost.Com & Penulis Jejak Karya Impian
Previous
Maestro of Generation
Next
Masuk Angin: Penyakit Orang Indonesia!
5 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

7 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Nurul S
Nurul S
2 days ago

MasyaAllah... Tabarakallah

Rury
Rury
3 days ago

Masyallah tulisan edukasi untuk kaum perempuan .

Dia dwi arista
Dia dwi arista
3 days ago

Baarakallah

Titik Sandora
Titik Sandora
4 days ago

Tulisan yg bagus. Selain jadi penulis rupanya cocok jg jadi dokter spesialis organ dalam hehee ....

Isty Da'iyah
Isty Da'iyah
Reply to  Titik Sandora
3 days ago

MasyaAllah, terimakasih sudah mengunjugi artikel ini.

Sinta larasati
Sinta larasati
4 days ago

Sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang kanker serviks.
Jadi tau kalau menggunakan pil kb dalam jangka waktu lama,bisa menjadi pemicunya.

Isty Da'iyah
Isty Da'iyah
4 days ago

Alhamdulillah, terimakasih Tim NP yang telah menayangkan artikel ini.

bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram