Menyadari Braxton Hicks adalah Tanda Cinta Sang Pencipta

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepadaku kembalimu. ”
(TQS Luqman : 14)


Oleh : Novida Sari, S.Kom (Ibu dan Pegiat Literasi)

NarasiPost.Com-Bukan hanya ibu muda yang akan memiliki anak pertama, ibu yang memiliki anak lebih dari tiga pun mengalami Braxton Hicks pada usia kehamilan 9 bulan. Namun bagi sebagian ibu hamil, Braxton Hicks menjadi sesuatu yang mengganggu, bahkan banyak yang mengira persalinan akan segera terjadi.

Braxton Hicks ataupun kontraksi palsu merupakan kontraksi rahim sporadis yang umumnya terjadi pada ibu dengan kehamilan 9 bulan ataupun trimester ketiga akhir. Rasa sakit dari Braxton Hicks jelas tidak sama dengan kontraksi asli yang dialami oleh ibu menjelang melahirkan. Namun, ibu hamil tetap harus mampu membedakan mana kontraksi palsu dan mana kontraksi yang asli.

Braxton Hicks biasanya terjadi tidak teratur, rasa sakitnya mirip seperti wanita yang akan mengalami menstruasi/haid. Secara tidak beraturan rahim ibu hamil akan mengencang lalu mengendor kembali dengan interval waktu yang berbeda. Biasanya Braxton Hicks ini akan menghilang jika ibu hamil mengubah posisi pada waktu beraktivitas. Adapun dehidrasi yang dialami ibu hamil termasuk yang menjadi penyebab munculnya Braxton Hicks.

Meski tidak disertai rasa nyeri dan sakitnya tidak bertambah tiap saat, keberadaan Braxton Hicks harus disyukuri. Kontraksi palsu ini merupakan tanda cinta Sang Pencipta kepada ibu agar nanti menjelang persalinan telah siap dan kuat. Latihan merasakan kontraksi yang tidak nyaman hingga proses melahirkan adalah anugerah. Bayangkan jika Allah Swt tidak menciptakan kontraksi, bagaimana cara kita akan melahirkan anak yang didamba-dambakan?

Mengubah mindset ataupun pola pikir terhadap sesuatu memang sangatlah penting. Seperti halnya Braxton Hicks ini, ibu hamil yang berpikir ini adalah kasih sayang dari Allah Swt sebagai pencipta tentu ia akan merasa lebih tenang, siap, dan sabar dalam menjalani proses alamiah dari Allah Swt. Ia akan menikmati fase demi fase kehamilan, meskipun kesulitan yang dirasakannya kian bertambah-tambah. Karena keridaan kepada amanah yang dipercayakan Allah Swt pada rahimnya akan berbuah pahala.

Tidak ada kehamilan yang mudah, sebagaimana firman Allah Swt

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepadaku kembalimu. ” (TQS Luqman : 14)

Peluang besarnya pahala sejak mengandung hingga melahirkan dan menyusui anak harus menjadi motivasi para ibu dalam mengurusi anak dan keluarganya. Bersabar dalam kesulitan, berdamai dengan kelelahan adalah kunci utama. Sadari betapa besar kasih sayang Sang Pencipta pada calon ibu dengan memberikan peluang yang tidak semua perempuan dapat merasakannya. Semoga setiap perempuan mendapat peluang pahala dan kebahagiaan dengan mendapatkan amanah anak dari Sang Pencipta. Kelak jika Braxton Hicks menyapa, ingat itu adalah tanda cinta Sang Pencipta yang akan memudahkan ibu bertemu dengan anak yang didambakan. Wallahu a’lam[]


photo : Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Parpol Islam yang Sahih
Next
Tetap Waspada, Corona Belum Sirna
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram