Sensasi Primadona Desa, Si Kembang Turi

Khasiat dalam kembang turi ini membuat keberadaannya menjadi primadona semua kalangan. Berapapun banyaknya akan selalu ada yang siap menampung. Bahkan tanaman yang sebenarnya mudah dibudidayakan ini sekarang mulai diperjualbelikan bibitnya.

---------------------------------------------------------------

Oleh : Mak Ayu (Pecinta Kuliner Sehat)

NarasiPost.com - Tinggal di Indonesia yang beriklim tropis, membuat ragam tanaman dapat ditanam dan tumbuh dengan mudah. Tanah yang cenderung subur membuat pohon dan tanaman apapun mampu untuk bertahan hidup, meski pada musim kemarau.

Tak perlu lahan luas, bisa memanfaatkan sisa tanah di sekeliling rumah. Termasuk kembang turi, bisa ditanam sebagai pagar hidup. Tak perlu perawatan, namun menghasilkan, bisa untuk konsumsi keluarga, dibagi ke tetangga bahkan dijual juga laku.

Salah satu tanaman yang saat ini sedang menjadi favorit semua orang dan primadona desa yang paling dicari, dialah kembang turi. Kembang turi adalah salah satu tanaman yang mudah hidup dan kini sedang digandrungi para pecinta kuliner, vegetarian maupun herbal. Karena kandungan gizi di dalamnya tidak memberi dampak pemicu penyakit. Baik turi putih maupun merah.

Si cantik yang mudah layu ini, ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan di dalamnya. Antara lain mengandung vitamin C, vitamin A dan juga asam folat yang diketahui masyarakat umum berperan penting untuk menjaga kesehatan. Kembang turi menjadi salah satu jenis tanaman obat.

Lantas apa saja manfaatnya? Lansiran Merdeka.com (22/4/2020), setidaknya ada 7 manfaat si kembang desa ini :

  1. Mengatasi sariawan
  2. Menurunkan risiko penyakit jantung
  3. Mencegah penuaan dini
  4. Mencegah radikal bebas
  5. Menjaga kesehatan mata
  6. Membantu kesehatan janin
  7. Mempercepat penyembuhan luka

Khasiat dalam kembang turi ini membuat keberadaannya menjadi primadona semua kalangan. Berapapun banyaknya akan selalu ada yang siap menampung. Bahkan tanaman yang sebenarnya mudah dibudidayakan ini sekarang mulai diperjualbelikan bibitnya.

Yang lebih menawan dalam pandangan penulis sendiri adalah goyangan di lidah yang membikin ketagihan mengkonsumsinya. Kembang turi termasuk jenis sayuran yang mudah beradaptasi dengan bumbu, sehingga diolah dalam bentuk apapun membuat sensasi yang luar biasa.

Sifatnya yang lunak, mudah diterima di usia manapun, meski ada rasa pahit justru mampu membangkitkan selera untuk makan. Bunga ini bisa dimasak dengan bumbu apapun dalam waktu sekejab. Enak dimasak menjadi sayur yang bisa ditemani semua jenis sambel, mulai sambel pecel, krawu, ijo, tumpang, korek dan jenis sambel lainnya, tinggal cocol, jadi.

Sensasi lain adalah dalam olahannya, dengan bumbu sederhana maupun komplit. Si primadona desa ini mampu menyatukan rasa dalam bumbu apapun.Tidak percaya? Silahkan mencoba sendiri. Bisa dibuat sayur asem, oseng, asam pedas dan lain-lain.

Salah satu menu favorit penulis dari si kembang turi adalah tumis saos tiram, sederhana namun nikmat. Saya bagi satu resep ini saja :

Bahan:
Kembang turi satu baskom

Bumbu:
3 siung bawang, 5 bawang merah, 5 cabe merah kriting (selain agar tidak terlalu pedas, agar cantik dipandang) sesuai selera, 1 sdt garam, 1 sdm gula, daun salam jika ada, 5 sdm saos tiram dan 5 sdm minyak sayur.

Cara olah:
Kembang turi buang pucuk putiknya, cuci bersih.
Semua bumbu diiris tipis, kemudian ditumis dengan minyak sayur, setelah bumbu harum masukan sedikit air untuk melarutkan dan mencampur garam, gula dan saos tiram. Baru masukan kembang turi, aduk perlahan kurang lebih lima menit dengan api sedang. Sajikan.

Catatan:
Tanpa msg dan sejenisnya, biar sehat dan rasa sudah pas di lidah.

Selamat mencoba dan menikmati sensasi rasa kembang turi.

Picture Source by Google


Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Akankah Indonesia Netral antara AS dan Cina?
Next
Demokrasi Lahirkan UU Kontroversi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram