Kepel, Buah Langka yang Naik Level

Kepel buah langka yang naik level

Pohon kepel merupakan tanaman langka yang saat ini telah ditetapkan sebagai flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta

Oleh. Atien
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Buah-buahan menjadi sesuatu yang penting bagi tubuh manusia. Kandungan nutrisi dan vitamin yang ada di dalamnya telah terbukti manfaatnya. Hanya saja, tidak semua buah bisa tersedia ketika kita membutuhkannya. Ada beberapa jenis buah yang begitu melimpah dan mudah untuk mendapatkannya. Namun, ada juga yang sulit ditemukan karena jarang peminatnya. Padahal bisa saja buah yang dicari memiliki khasiat istimewa yang tidak dimiliki oleh buah lainnya. Sepinya peminat dan minimnya stok buah tersebut membuatnya menjadi langka.

Salah satu buah langka yang kini jarang dijumpai adalah Kepel. Namanya memang kurang familier di telinga kita dibandingkan dengan buah-buahan yang lain. Apalagi jika dikaitkan dengan sejarah masa lalu dan mitos yang berkembang di masyarakat saat itu. Padahal buah kepel banyak mengandung manfaat dan khasiat yang bisa membuat tubuh menjadi sehat.

Mengenal Kepel Lebih Dekat

Kepel merupakan pohon sekaligus buah yang memiliki nama latin Stelechocarpus burahol. Tanaman ini masuk dalam keluarga Annonaceae atau sirsak-sirsakan.
Tinggi pohon kepel mencapai 25 meter dengan diameter sekitar 40 cm. Kulit batangnya membentuk benjolan-benjolan bekas tempat bunga dan buah. Keduanya memang tidak tumbuh di ranting atau cabangnya, tetapi berada di batang pohon utama. Sedangkan bunganya berkelamin tunggal dan harum baunya.

Untuk bunga jantan pada pohon kepel ada di batang sebelah atas dan cabang yang sudah tua dengan posisi bergerombol dengan jumlah sekitar 8-16 buah. Sementara itu, bagian batang bawah merupakan rumah bagi bunga betina. Sedangkan daun pohon kepel bentuknya lonjong meruncing yang panjangnya mencapai 12-27 cm dengan lebar sekitar 5-9 cm dengan warna hijau gelap.

https://narasipost.com/challenge-np/03/2024/chia-seed-superfood-kecil-yang-kaya-manfaat

Buah kepel tumbuh di batang utama dan memenuhi seluruh batang pohonnya. Buah ini berbentuk bulat lonjong dan sedikit runcing di bagian pangkalnya. Warna buahnya cokelat keabu-abuan saat masih muda dan berubah menjadi cokelat tua ketika sudah masak. Saat itulah buah kepel siap untuk dipetik dari pohonnya. Sedangkan daging buahnya rasanya manis dan berwarna kuning agak kecokelatan.

Seperti buah-buahan lainnya, kepel pun memiliki banyak nama. Di beberapa daerah di Indonesia, kepel dikenal juga dengan sebutan pohon kecindul, cindul, simpol, burahol, dan turalak. Sedangkan kepel apple merupakan sebutan untuk kepel dalam bahasa Inggris.

Penyebaran pohon kepel meliputi kawasan Asia Tenggara mulai dari Malaysia, Indonesia, hingga Kepulauan Solomon bahkan Australia. Pohon ini juga dapat tumbuh di lahan yang berupa hutan sekunder. Hutan tersebut terdapat di dataran rendah yang memiliki ketinggian 600 mdpl.

Sejarah di Balik Langkanya Pohon Kepel

Mengutip dari laman Jogjaprov.go.id,
pohon kepel merupakan tanaman langka yang saat ini telah ditetapkan sebagai flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Maka tidak heran jika pohon kepel bisa ditemui di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Namun, tetap saja buah kepel susah dicari di wilayah-wilayah ini.

Keberadaan buah kepel yang mulai langka ternyata tidak bisa dilepaskan dari sejarah yang membayanginya. Rasa manis buah kepel yang memiliki bau yang khas ternyata menarik perhatian para putri keraton kala itu. Uniknya, hanya dengan memakan buah tersebut, keringat mereka berbau wangi dan napasnya pun menjadi harum. Alhasil, bau harum yang muncul dari buah kepel tersebut menjadi deodoran alami yang disukai oleh para putri.

Fakta tersebut membuat masyarakat tidak berani untuk menanam pohon kepel karena dianggap sebagai pohon keraton yang hanya boleh ditanam di sekitar istana raja. Mereka beranggapan hal itu akan membuatnya kualat atau kena “tulah”. Di samping itu, mereka juga merasa enggan untuk membudidayakan pohon kepel karena isi daging buahnya yang lebih sedikit dibandingkan dengan bijinya.
(mekarsari.com)

Beragam Manfaat Buah Kepel

Selain dipercaya sebagai penghilang bau badan, buah unik ini juga memiliki beragam manfaat dan khasiat bagi tubuh.

Berikut ini beberapa manfaat buah kepel untuk kesehatan yaitu;

1. Menurunkan kadar kolesterol

2. Mengandung beragam antioksidan

3. Mengatasi asam urat

4. Mengatasi masalah ginjal

5. Menjaga fungsi hati

6. Percepat regenerasi sel

7. Mencegah kanker

8. Mencegah bau tubuh tidak sedap

(Liputan6.com, (5/6/2020)

Tak disangka, buah kepel yang hanya sebesar kepalan tangan ternyata memiliki segudang manfaat. Sayangnya, pemikiran di masa lalu mengenai buah ini menjadikannya langka di pasaran dan minim peminat.
Alhasil, buah kepel pun kalah saing dengan pemikiran salah yang ada di tengah-tengah umat.

Buah dari Pemahaman yang Salah Kaprah

Pohon kepel pernah naik level karena dianggap tanaman istimewa yang hanya diperuntukkan bagi putri raja. Saat itu, masyarakat merasa tak pantas untuk ikut menanamnya karena mereka hanya rakyat biasa. Hal itulah yang membuat buah kepel menjadi sesuatu yang diistimewakan dan akhirnya menjadi langka. Atas nama ketakutan tak berdasar, buah kepel menjadi sesuatu yang dianggap bisa membawa bencana. Takut kualat diterima sebagai sebuah kebenaran karena minimnya pemahaman agama. Sejatinya hal itu hanya mitos turun temurun yang diikuti oleh perasaan hati belaka. Hal itu akhirnya mengotori kemurnian akidah Islam yang seharusnya senantiasa terjaga.

”Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(TQS. Al-Isra [17]: 36)

Langkanya buah kepel yang diakibatkan oleh pemahaman yang salah kaprah menjadikan hal itu sebagai pelajaran yang berharga. Dari situ kita bisa mengambil hikmah, bahwa segala sesuatu harus bersandar kepada aturan agama semata. Sebab, aturan tersebut nantinya akan selalu menjaganya. Di samping itu, umat juga akan mampu berpikir dengan benar bahwa segala sesuatu yang terjadi pada dirinya adalah atas kehendaknya-Nya.

Apa yang terjadi pada buah kepel ternyata dialami pula oleh Islam di masa sekarang. Islam dengan aturan-aturannya yang harus diterapkan secara menyeluruh menjadi pemahaman yang tak biasa di tengah-tengah kehidupan. Begitu juga dengan para penyerunya yang dianggap aneh karena tidak sama di dalam pemahaman. 

Islam hanya dikenal dan  dipahami pada ranah tertentu yaitu di level ibadah individu alias perorangan.
Sementara itu, aturan di level masyarakat maupun negara tidak begitu familier bahkan cenderung ditinggalkan. Mereka menganggap aturan-aturan Islam di ranah publik terlalu eksklusif dan posesif.  Aturan-aturannya dirasa menganggu dan membelenggu kebebasan. Bahkan, menurut sebagian masyarakat, Islam itu terlalu kaku saat mengatur sebuah amal perbuatan. Menurut mereka, mau ini itu serba dibatasi, ingin begini dan begitu pun tidak boleh semaunya sendiri.  Alhasil aturan kehidupan hanya "mentok" sebagai pengetahuan tanpa adanya penerapan.

Naik Level dengan Ilmu

Pemahaman di atas membuat mereka enggan untuk mengenal Islam lebih jauh dan mendalam. Tidak tebersit keinginan di benaknya untuk mempelajari Islam. Kondisi tersebut membuat umat muslim makin terpuruk dan tenggelam dalam kekufuran. Padahal hanya dengan belajar Islam, seorang muslim akan memiliki ilmu sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Sebab, pemahaman orang yang berilmu tentu akan berbeda dengan mereka yang tidak mau belajar.

Dengan belajar Islam, seorang muslim akan mendapatkan berbagai pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang hakikat kehidupan. Hal itu tentu akan membawa seorang hamba kepada derajat ketakwaan. 

"Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
(TQS. Al–Mujadalah [58]: 11)

Orang-orang yang berilmu ternyata akan mendapatkan penghargaan dari Allah Swt. Tak cukup sampai di situ, ilmu tersebut juga harus diaplikasikan dalam kehidupan dan disampaikan lagi melalui aktivitas dengan dakwah kepada sesamanya. Aktivitas inilah yang nantinya akan mampu membuka kesadaran masyarakat agar mau menerapkan Islam dari aspek ibadah hingga keharusan memperjuangkan terbentuknya Daulah Islamiyah sebagai institusi yang akan mengurusi urusan mereka.

Ketika hal itu terwujud, tentu predikat umat terbaik akan kembali diperoleh kaum muslim sebagaimana yang terjadi di masa Rasulullah saw. Alhasil, itulah level tertinggi yang menjadi harapan dan cita-cita mulia sebagai hamba yang bertakwa.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 110, yang artinya:

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Oleh karena itu aktivitas menuntut ilmu dan berdakwah adalah sebuah paket komplet yang akan membuat umat Islam naik level dengan cara yang sesuai dengan aturan Islam. Jangan sampai orang-orang yang menyerukan Islam dan kewajiban memperjuangkan aturan syariat di seluruh aspek kehidupan menjadi barang langka di tengah-tengah umat.

Wallahu a'lam bish-shawwab. []

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Atien Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Segudang "Warisan" Janji yang Menunggu Realisasi
Next
Rumahku Surgaku
2 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

14 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Sartinah
Sartinah
1 month ago

Wah, jadi penasaran dengan buah kepel. Dari gambaran dan nama-nama lain kepel buah di atas, sepertinya gak ada di tempat saya.

angesti widadi
1 month ago

Sayang sekali buah seistimewa itu jd sangat langka hanya karena mitos :")

Suryani
Suryani
1 month ago

Kayanya di daerah sy ga ada..
Barakallah mba Atin

Indrarini
Indrarini
1 month ago

Ya Allah, jadi kangen bgt sama buah kepel.
Manisnya... Harumnya.. hmm..
Ternyata dulu disakralkan gtu yaa. Pantas jd langka. Buah ini sekarang
engga pernah terlihat di pasar.
Tulisan yg agus... Barakallah mbak Atin

Atien
Atien
Reply to  Indrarini
1 month ago

Nggh mba. Saya juga baru tahu pas mau nulis.

Aamiin
Jazakillah Khoir sudah mampir

Mimy muthmainnah
Mimy muthmainnah
1 month ago

Masyaallah penasran dg buah kepel mb Atin jazakillah khairan

Atien
Atien
Reply to  Mimy muthmainnah
1 month ago

Selamat penasaran mbakku.
Waiyakki

Arum indah
Arum indah
1 month ago

Masyaallah, memang kalau real food ciptaan Allah selalu banyak manfaat yg terkandung d dalamnya..
Barakkallah atas tulisannya, mbaak.

Atien
Atien
Reply to  Arum indah
1 month ago

Betul mba. Setiap ciptaan Allah SWT, pasti ada manfaat dan hikmahnya.
Aamiin.

Mahganipatra
Mahganipatra
1 month ago

Subhanallah.... dari pembahasan buah langka "kepel" bisa nyambung pada pembahasan tentang dien sempurna kita yaitu Islam.

Tulisan yang sangat mencerahkan. Semoga sy bisa terus belajar, baik belajar tentang agama Islam secara kaffah maupun tentang teknik menulis dlm alur yang beragam. Jazakillah khoiron katsiron utk penulis and NarasiPost.com

Atien
Atien
Reply to  Mahganipatra
1 month ago

Alhamdulillah. Kita semua banyak belajar di sini. NP memang selalu memberi kesempatan untuk terus mengasah kemampuan diri

Siti Komariah
Siti Komariah
1 month ago

Wah jadi makin penasaran sama rasa dan bau buah kepel, sampai-sampai masyarakat engan budidaya karena dianggap buah sakral.

Atien
Atien
Reply to  Siti Komariah
1 month ago

Iya mba. Gara-gara diistimewakan, jadi bikin takut orang.
Jazakillah Khoir sudah komen. Afwan, saya malah jarang komen naskah njenengan. Kadang sinyal gak bersahabat

Atien
Atien
1 month ago

Jazakillah Khoir mom dan Tim NP.

bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram