Anak Perempuan Adalah Anugerah?

Mengapa tidak suka anak perempuan?
Bukankah perempuan adalah ibumu?

Bukankah perempuan adalah saudara perempuanmu?
Bukankah perempuan ini adalah istrimu?


Oleh: Aya Ummu Najwa

NarasiPost.com - Mengapa anak perempuan lagi, bukan anak laki-laki? Sebuah pertanyaan yang sering terdengar, ketika mengetahui istri atau saudara melahirkan anak perempuan yang kedua dan seterusnya. Seolah tak percaya dan kecewa, bahkan seperti aib dan hal yang memalukan,

Menggelitik memang, di zaman milenial ini kebanyakan orang masih terkungkung dengan mitos aneh zaman jahiliyah bahwa jika manusia diberi anak laki-laki maka ia senang karena merasa keberuntungan dan kebanggaan miliknya, namun jika diberi anak perempuan maka ia bersedih karena anak perempuan hanya akan menjadi beban dan lambang kehinaan.

Mengapa tidak suka anak perempuan?
Bukankah perempuan adalah ibumu? Bukankah perempuan adalah saudara perempuanmu? Bukankah perempuan ini adalah istrimu? Dan jikalau Allah tidak menciptakan perempuan, bagaimana manusia akan memiliki keturunan?

Padahal Allah menciptakan segala sesuatu tidak ada yang sia-sia dan sudah tentu ada hikmah di baliknya. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam

مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ البَنَاتِ بِشَيْءٍ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

"Barangsiapa yang diuji dengan diberikan anak-anak perempuan, lalu mereka mengasuhnya dengan baik, maka anak-anak itu akan menjadi penghalangnya dari api neraka kelak". (HR. Al Bukhari No. 1329 dan Muslim No. 2629)

Begitu pula para ulama mengatakan bahwa mengurus anak perempuan pahalanya lebih besar daripada mengurus anak laki-laki. Akan tetapi, mereka tidak suka sebab anak perempuan tidak bekerja, segala sesuatunya harus disiapkan, dia butuh orang untuk mengawasinya, padahal siapa saja yang sabar dan tetap menghormatinya, maka baginya penghalang dari api neraka.

Bisyaroh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bagi mereka yang mempunyai anak perempuan, yang dididiknya, dijaganya, dihormatinya maka dia akan bersama Nabi di surga.
Sabda Rasulullah saw

مَنْ عَالَ ابْنَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَ بَنَاتٍ، أَوْ أُخْتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَ أَخَوَاتٍ، حَتَّى يَبِنَّ أَوْ يَمُوتَ عَنْهُنَّ، كُنْتُ أَنَا وَهُوَ كَهَاتَيْنِ ” وَأَشَارَ بِأُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

"Barangsiapa mengasuh dua atau tiga anak perempuannya hingga dewasa, maka dia dan aku pada hari Kiamat kelak akan datang bersamaan (beliau menggabungkan jari-jari beliau). (HR. Muslim No. 2631)

Dalam hadis lain, Rasulullah saw bersabda

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ، وَأَطْعَمَهُنَّ، وَسَقَاهُنَّ، وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Barangsiapa yang Allah memberinya tiga anak perempuan kemudian ia urus segala kebutuhannya, dari hasil kerjanya sendiri, maka mereka akan menjadi penghalangnya dari api neraka pada hari Kiamat. (HR. Ahmad 17403, Ibnu Majah 3669, dan disahihkan Syuaib al-Arnauth).

MasyaAllah, betapa Allah akan memberi kemuliaan kepada orang tua yang mendidik anak-anak perempuannya. Tentunya harus dengan didikan yang sesuai syariat Islam, pendidikan tauhid, akhlakul karimah, menutup aurat dan amalan saleh lainnya, maka anak-anak ini akan menjadi penghalang api neraka dan menjadi syafaat bagi orang tuanya kelak di akhirat.

Akan tetapi sebaliknya, jika anugerah anak perempuan tidak disyukuri dan orang tua mendidiknya dengan hal yang bertentangan dengan syariat, keluar rumah tabarruj, tidak menutup aurat, bahkan tidak jarang anaknya ditampilkan dalam berbagai perlombaan bakat yang tidak sesuai dengan Islam. Maka ini akan menjadi bencana di hari Kiamat kelak karena menyalahi syariat Allah dan menjadi fitnah bagi manusia. Naudzubillah

Maka jika Allah Swt. memberikan rezeki berupa anak laki-laki maupun perempuan maka bersyukurlah. Selamat menjadi orang tua, barakallah.[]


Picture Source by Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan Anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Around Watson Bay
Next
Rindu Sang Pembawa Risalah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram