Mendidik Anak Merindukan Surga dan Takut Neraka ( part 2 )

“Muliakanlah anak-anak kalian dan didiklah akhlak mereka, karena sesungguhnya anak-anak kalian itu merupakan hadiah bagi kalian” (HR. Ibnu Majah)

Oleh : Reni Adelina
(Kontributor Media)

NarasiPost.Com-Setelah membahas tentang nikmatnya surga yang begitu indah melalui bahasa yang ringan dan sederhana, kini saatnya orang tua mulai mengenalkan kepada anak tentang neraka. Ketika anak sudah mampu berpikir dan usianya memasuki masa baligh, orang tua perlu juga menakuti anak dengan neraka. Alhasil, anak tidak sekadar mengetahui reward, tetapi juga punishment, tidak sekadar hadiah ketaatan berupa surga, tetapi juga sanksi atas pelanggaran berupa neraka.

Untuk menggambarkan bagaimana panasnya api neraka, kita bisa mengajak anak untuk berdiskusi. Sebagai contoh:

"Api itu rasanya bagaimana, Nak?" tanya orang tua.

"Panas, Bu!" jawab anak.

"Bagaimana dengan setrika dan knalpot?" tanya orang tua lagi.

"Semuanya panas, Bu" Mungkin anak akan menjawab begitu.

Saat itu, Orang tua bisa menjawab,
"Justru, di dalam neraka apinya lebih panas daripada semua panas api yang ada di dunia, sungguh mengerikan. Neraka adalah hukuman bagi orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah, meninggalkan syariat Allah seperti berbuat syirik, meninggalkan salat, berbuat jahat, mencuri, berbohong, membantah orang tua dan guru. Orang-orang yang seperti ini, akan di bakar Allah di dalam api neraka sampai sehancur-hancurnya."

Nah, dengan menggambarkan neraka yang menyeramkan, diharapkan menimbulkan rasa takut jika anak sampai meninggalkan kewajibannya. Tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Karena segala kebenaran harus merujuk kepada dalil yang sahih, maka penjelasan bahwa orang yang meninggalkan salat akan masuk neraka harus berdasarkan dalil. Hal ini telah dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Muddassir:42-47, yang artinya;

"Apakah yang memasukan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab; "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian."

Dahsyatnya siksa dalam neraka Saqar, juga dijelaskan dalam Surah Al-Muddassir :27-30 yang artinya; "Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)".

Mengapa ayat tersebut berupa pertanyaan? Menurut Imam Ibnu Katsir, hal ini untuk menunjukan kedahsyatannya. Neraka Saqar, adalah neraka yang memakan daging, urat saraf, dan kulit penghuninya hingga tak tersisa, kemudian Allah menggantinya dengan tubuh yang baru, begitulah tanpa henti. Di dalamnya para penghuni neraka tidak merasakan mati, tidak juga hidup dengan normal. Sungguh mengerikan dan menyeramkan.

Begitulah salah satu cara yang bisa dipakai orang tua untuk menyampaikan tentang kengerian neraka. Walaupun kita tidak menyampaikan dalil secara sempurna, tetapi apa yang kita sampaikan hendaknya tidak menyimpang dari dalil-dalil yang sahih. Maka dari itu, sebagai orang tua kita juga harus terus belajar tentang Islam.

Makanan dan Minuman Penduduk Neraka

Jika penduduk surga menikmati makanan dan minuman yang super lezat, maka sebaliknya penduduk neraka juga menikmati makanan dan minuman yang penuh siksaan yaitu buah zaqqum dan minum dengan air panas yang mendidih.

Allah berfirman dalam QS. Ad-Dukhan:43-46, yang artinya; "Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas."

Seandainya setetes buah zaqqum jatuh ke bumi, kata Mujahid, tentu akan merusak makanan seluruh penduduk bumi. Buah zaqqum rasanya pahit dan mayangnya seperti kepala setan. Jika dimakan, laksana kotoran minyak dalam perut. Lalu dalam neraka para penghuninya diseret oleh 70 ribu penjaga neraka.

Imam Ibnu Katsir memberikan penjelasan yang membuat diri merinding. Dijelaskan bahwa setelah mereka diseret ke tengah api yang menyala-nyala, kemudian malaikat memukulinya dengan palu dari besi hingga otaknya terburai. Selanjutnya, dituangkan kepadanya air mendidih yang mengucur ke seluruh badannya, hingga usus yang ada di dalam perutnya ikut meleleh, sampai kedua kakinya pun ikut meleleh. Astaghfirullahaladzim.

Para Pendosa dan Siksaannya

Ketika Rasulullah melakukan perjalanan Isra' dan Mi'raj, Rasulullah ternyata tidak hanya disuguhi tentang keindahan surga. Namun, Allah juga menampakan siksaan neraka.

Rasulullah melihat 4 sungai di surga. 2 sungai nampak oleh beliau yakni Sungai Nil dan Eufrat. Adapun maknanya, menurut Syeikh al-Mubarakfuri, bahwa risalah Rasulullah kelak menduduki wilayah subur antara Nil dan Eufrat, dan bukan berarti sungai Nil dan Eufrat bersumber dari mata air surga.

Rasulullah juga melihat malaikat penjaga neraka yang tidak tersenyum. Rasulullah melihat pezina yang membawa dua daging berminyak. Daging satunya nampak segar dan satunya lagi nampak busuk. Namun, para penghuni neraka memilih memakan daging berminyak yang busuk.

Lalu Rasulullah melihat orang yang memakan harta anak yatim dengan cara yang batil. Bentuk bibir mereka seperti bibir unta. Lalu, dengan bibir itu mereka mengambil sepotong api, kemudian api itu keluar dari duburnya.

Rasulullah juga melihat orang yang memakan riba memiliki perut besar, kemudian pengikut Fir'aun yang berada di neraka melemparkan mereka ke neraka. Rasulullah juga melihat para wanita yang tidak menjaga dirinya, suka memasuki tempat laki-laki ajnabi (asing) yang bukan anak-anaknya, dalam keadaan payudara yang bergelantungan.

Belum lagi di dalam neraka terdapat malaikat penyiksa (zabaniyah) yang tugasnya menyiksa terus-menerus para penghuni neraka.

Penggambaran tentang nikmat surga dan pedihnya siksa neraka, semoga menjadikan orang tua dan anak-anak kita lebih taat kepada Allah, melaksanakan syariat Allah secara totalitas. Semoga kita semua menjadi orang tua yang mampu membimbing para ananda menjadi generasi Islam yang bertakwa.

Wallahua'alam[]


Photo : Pinterest

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Reni Adelina Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Bangun Kemitraan Strategis dengan AS, Pertahanan Negara Kebobolan?
Next
Kampus Kurikulum Industri, Untungkan Korporasi dan Hancurkan Impian Negeri
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram