Mendidik Anak Merindukan Surga dan Takut Neraka

"Anak adalah titipan_Nya dan sebagai orang tua wajib mendidiknya dengan landasan syariat Islam dengan tujuan utama masuk surga dan terhindar dari azab neraka."


Oleh : Reni Adelina

NarasiPost.Com-"Hai orang-orang yang beriman,  peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,  keras,  dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"  (Qs At-Tahrim:6).

Menggambarkan Kenikmatan Surga

Kenikmatan surga itu tak terbayangkan. Imam Muslim meriwayatkan dari Sahl bin Sa'ad Saiidi,  Rasulullah menjelaskan bahwa kenikmatan surga itu belum pernah dilihat mata,  belum pernah terdengar oleh telinga,  dan belum pernah terbetik dalam hati manusia.

Kenikmatan surga begitu luar biasa sampai benak atau logika tidak mampu menjangkaunya. Begitulah hadiah teristimewa yang Allah berikan bagi hamba-hamba-Nya yang taat terhadap perintah-Nya.

Rasulullah bersabda, yang artinya,

"Sesungguhnya di dalam surga terdapat 100 tingkatan yang disediakan oleh Allah untuk para mujahid di jalan-Nya.  Jarak antara tingkatan yang satu dengan tingkatan yang lain seperti jarak antara langit dan bumi. " (HR.  Bukhari)

Imam Bukhari dan Muslim kembali meriwayatkan dari Sahl bin Sa'd,  Rasulullah menyebutkan bahwa pintu-pintu surga itu berjumlah 8 buah. Jarak antara 2 pintu seperti jarak antara Mekah dengan Hajar,  atau Hajar dengan Mekah, yakni kurang lebih 1160 km. Di surga terdapat 100 tingkatan yang jaraknya masing-masing seperti jarak bumi dan langit dan masing-masing jarak antar pintu satu dengan pintu lainnya berjarak 1160 km.

Sekali lagi, mampukah benak kita membayangkannya? Masyaallah,  sungguh kagum dan takjub kepada Allah,  yang Maha Penyayang, yang memberikan balasan surga kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. 

Belum lagi kenikmatan lainnya, melebihi apa yang ada di dunia. Untuk penduduk surga, disediakan para bidadari cantik bermata jelita, tersedia makanan dan minuman super lezat,  pakaian yang mewah dan indah,  kasur empuk dan dipan mewah,  rumah dan istana megah,  pasar-pasar yang dijaga para malaikat,  sera bebas meminta apa saja yang diinginkan.

Sebagai orang tua,  dalam mendidik anak, kita juga harus sadar betul bahwa orang tua juga wajib belajar ilmu agama dengan selalu mengkaji Islam. Dari pemahaman Islam, akan terbentuk kepribadian anak berlandaskan Islam. Sudah tentu tujuan utamanya adalah dua pilihan, menuju surga Allah dan terhidar dari azab neraka yang mengerikan.  Jika anak telah dewasa,  akalnya sudah mampu diajak berlogika,  dan hal ini memudahkah orang tua menjelaskannya secara rinci. 

Namun,  untuk menjelaskan pada anak yang masih balita,  usia TK dan SD,  tentu menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.  Tujuannya agar anak benar-benar merindukan surga dan bersemangat beribadah mulai dari kecil hingga kematian menjemput. 

Salah satu contohnya,  mengajak anak berdiskusi bersama,  memberikan gambaran-gambaran indah tentang surga dan segala kenikmatan di dalamnya. Pastinya dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.

 Hal ini bertujuan agar anak merindukan surga semenjak kecil dan berupaya dengan gigih agar dapat memasukinya. Orang tua dapat melakukan aktivitas tanya jawab pada anak, agar mereka senantiasa mengingatnya.

"Siapa yang ingin masuk surga?"

"Ayo,  sebutkan di dalam surga ada kenikmatan apa saja?"

"Siapa nama malaikat penjaga pintu surga?"

Setelah melakukan diskusi dan tanya jawab,  maka tugas orang tua adalah menyisipkan nasihat dan pesan kepada anak.  Bahwa, ketika kita ingin masuk surga maka taatlah kepada Allah dan jauhi segala larangan-Nya. Jadilah anak yang saleh,  rajin salat,  mengaji,  puasa, bersedekah,  berbakti kepada orang tua dan guru,  serta saling memaafkan jika ada teman yang berbuat salah.  Nasihat lainnya bisa orang tua tambahkan, menyesuaikan dengan kebutuhan anak,  agar anak tumbuh menjadi karaktek Islami. 


Ciri-ciri Fisik Penghuni Surga

Rasulullah saw. menyebutkan tentang ciri-ciri fisik penghuni surga,  sebagaimana di riwayatkan oleh Ahmad dari Abu Hurairah, bahwa tinggi penghuni surga 60 hasta (1 hasta sekitar 1/2 meter) dengan lebar 7 hasta. Postur demikian merupakan postur ideal.  Jadi tidak tampak kurus jangkung ataupun gendut.

Dalam riwayat Ibnu Abi Dunya,  dari Anas bin Malik,  beliau menjelaskan bahwa penduduk surga tingginya seperti nabi Adam dan tampan seperti Nabi Yusuf. Usianya sekitar 33 tahun dan tidak pernah berbulu, lidahnya sefasih Nabi Muhammad, belum berjenggot dan berambut pendek. 

Para penghuni surga berwajah tampan dan cantik,  tidak pernah sakit,  dan tidak mengeluarkan kotoran seperti kencing, tinja, ingus,  dahak maupun darah haid.  Keringatnya pun wangi.

Penjelasan ini bisa kita sampaikan kepada anak,  agar anak senantiasa merindukan surga dan ingin memasukinya.

Pintu-Pintu Surga dan Calon Penghuninya

Jarak antara pintu surga yang satu dengan yang lain, seperti jarak antara Mekah dengan Hajar, kurang lebih 1160 km. Pintu-pintu surga ini akan dimasuki oleh penghuni surga, tergantung pada amalannya selama di dunia.

Rasulullah menyebutkan, sebagaimana di riwayatkan Imam Muslim bahwa ahli salat akan dipanggil dari pintu salat, ahli jihad dipanggil dari pintu jihad, ahli sedekah dipanggil dari pintu sedekah dan ahli puasa akan dipanggil dari pintu ar-Rayyan.

Kita dapat menjelaskan kepada anak,  jika ingin dipanggil dari pintu salat,  maka laksanakan salat dengan baik tanpa bolong, mendirikan salat wajib dan sunnah seperti Duha, Tahajud,  Rawatib, dan lain sebagainya. Begitu seterusnya agar anak terus termotivasi menjalankan ibadah untuk Allah Swt. 

Makanan dan Minuman di Surga

Allah Swt. berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 35 yang artinya,

"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman),  mengalir sungai-sungai di dalamnya,  buahnya tak henti-henti sedangan naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa.

Dalam surah Al-Waqiah ayat 32-33, Allah berfirman yang artinya,

"Dan buah-buahan yang banyak,  yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya."

Ibnu Katsir kembali menjelaskan bahwa maksud tidak terlarang adalah siapa pun boleh menginginkan buah-buahan itu. Tiada halangan atau larangan. Sebanyak apa pun memakan buah surga,  tidak akan menimbulkan rasa sakit pada perut. Intinya, segala apa pun permintaan makan dan minum di dalam surga,  semuanya akan dipenuhi oleh Allah SWT bagi orang-orang yang bertakwa. 

Dari penjelasan sederhana tentang makanan dan minuman para penghuni surga, kita dapat menjelaskan kepada anak dengan santai dan bahasa yang mudah dipahami.  Bahwasanya, apa pun makanan dan minuman yang diinginkan, semuanya ada di surga.  Kita ilustrasikan ada cokelat enak, kerupuk yang sedap,  susu cokelat dan lain sebagainya.  Tujuannya, agar anak mudah memahami kalimat kita dan termotivasi merindukan surga.

Kenikamatan Surga Yang Luar Biasa

Kenikmatan surga yang luar biasa tidak bisa dibayangkan oleh pikiran manusia, tidak pernah di dengar sebelumnya. Banyak ulama yang membahasnya dalam suatu kitab khusus. Surga adalah balasan terbaik untuk manusia yang senantiasa taat kepada Allah.

Secara perlahan dan sederhana, kita bisa menjelaskan kepada anak, begitu luar biasanya nikmat di surga.  Mulai dari pakaian penghuni surga yang berbahan sutra halus dan tebal berwarna hijau,  dipan-dipan yang mewah terbuat dari emas dan permata,  rumah-rumah bak istana mewah,  dan meminta apa saja yang diinginkan, pasti segera Allah kabulkan.  Masyaallah … begitu baiknya Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat.

Sebagai orang tua, kita harus lebih giat belajar agar lebih mudah menjelaskan kepada anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi perindu surga dan selalu berbuat kebaikan.  Semoga Allah kumpulkan kita bersama keluarga dan orang-orang yang kita cintai di surga Allah.  Aamiin. 

Wallahua'alam.[]


Photo : Pinterest

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Mengejar Janji
Next
Menuntut Ilmu Karena Allah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram