Membawa Spirit Ramadhan pada Anak ketika Ramadhan Berakhir

Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah (Alqur’an) dan sunnah (hadits) Nabi-Nya. (HR. Malik).


Oleh Isty Da'iyah

NarasiPost.Com-Tidak terasa, tinggal hitungan jam Ramadhan segera pergi. Ada keharuan yang menyeruak ketika bulan mulia ini akan berlalu. Yaa, Rabb, izinkan kami untuk berjumpa dengannya di tahun depan, aamiin.

Terasa singkat Ramadhan kali ini. Ia menjejakkan nuansa sangat khas, serta memberikan banyak nilai kepada kita dan anak-anak, tentang ketauhidan, persaudaraan, kepekaan, berbagi, peduli, menahan lapar dan haus, prioritas atas pilihan, dan nilai lain yang akan selalu memagari kita dan anak dari perilaku yang menyimpang atau tidak sesuai fitrah manusia.

Tujuan akhir puasa Ramadhan adalah ketakwaan. Dampak yang diharapkan adalah peningkatan kualitas penghambaan kepada Allah Swt. (hablu minallah) dan bertambahnya kepedulian kepada sesama (hablu mina nas).

Ramadhan membangun benteng dari penyebab kerusakan dalam diri anak-anak, karena keberadaannya merupakan pelatihan yang didesain langsung oleh Allah Swt. Menjalankan ramadhan bersama keluarga akan menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi anak-anak. Di dalam bulan Ramadhan, anak belajar istikamah dalam beribadah, belajar empati dengan cara memberikan makan untuk buka puasa atau sahur, membantu orang lain dengan sedekah, dan keyakinan bahwasanya Allah Swt. akan membalas kebaikan yang dilakukan dengan pahala berlipat.

Melalui Ramadhan, anak melihat, mengalami, dan merasakan kesempurnaan Islam. Semua dilakukan dalam rangka mencapai derajat takwa kepada Allah Swt.

Islam merupakan agama yang sempurna, yang akan menjadi solusi di setiap kehidupan manusia dalam melalui zaman apa pun, termasuk saat ini.

“Pada Hari ini Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat Ku atas kalian dan Aku telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian” (QS. Al Maidah :3)

Melalui Ramadhan, anak-anak belajar membangun iltizam pada dirinya untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman, bukan sekadar membacanya, tetapi mentadaburri firman-firman Allah.

Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah (Alqur’an) dan sunnah (hadits) Nabi-Nya. (HR. Malik).

Termaktub di dalam Al Qur’an ayat-ayat tentang akidah, ibadah, akhlak, hukum-hukum, peringatan, sejarah-sejarah atau kisah-kisah, serta dorongan untuk berpikir yang dijadikan pedoman di dalam kehidupan manusia yang berpikir.

Ramadhan akan menjadi momen bagi orang tua untuk mengajarkan membaca, menghafal, memahami, dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dengan cara-cara menyenangkan yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan anak kepada Al Qur’an

Ramadhan sebentar lagi akan berlalu, maka jangan sia-siakan untuk menjalankan yang terbaik, dan semoga kita semua tetap istiqomah setelah Ramadhan tahun ini berlalu.

Ketika Ramadhan telah pergi seolah kita merasa ada yang terasa hilang.
Namun sebagai orang tua kita bisa membawa spirit Ramadhan pada anak anak kita saat Ramadhan berakhir

Setelah Ramadhan meninggalkan kita, ada banyak kenangan indah. Selama Ramadhan dalam beribadah kepada Allah SWT begitu mudah kita jalankan, tetapi di bulan-bulan lain begitu sulit dijalankan.

Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga keistikamahan dengan menjaga kebiasaan yang telah dilatihkan selama Ramadhan, seperti menjalankan salat sunnah rawatib, sabar, salat lail, puasa sunnah, bersedekah, membaca Al-Quran, mengkaji Islam, dan aktivitas lain yang telah kita bangun kebiasaannya saat Ramadhan.

Janganlah beranggapan bahwa dengan berlalunya Ramadhan, berarti telah bebas mengumbar hawa nafsu, makan sepuasnya, dan aktivitas lain yang menganggap Ramadhan sebagai suatu fase yang membebani.

Maka, penting membangun mindset atau cara pandang yang benar tentang Ramadhan.

Semoga kita dapat menjalankan apa yang telah diajarkan dan dibiasakan di dalam bulan Ramadhan, sehingga bisa meningkatkan keimanan dan keistikamahan pada anak-anak.
Wallahu'alam bishowab.[]


Photo : Google

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Buah Manis Ramadhan
Next
Salam Perpisahan Untuk Ramadhan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram