Membangkitkan Umat yang Jumud

"Salah satu naskah untuk Challenge NarasiPost.Com dengan tema:Refleksi tahun 2020 dalam pandangan Islam
Persepsi Islam dalam tahun 2021
(Naskah asli penulis/tanpa editan dari TIM NP)
"



Oleh: Najla Syahla

NarasiPost.Com-Dibohongi lagi, tertipu lagi dan berujung kecewa lagi. Dari tahun ke tahun itu yang terjadi di tengah-tengah umat. Anehnya, masih saja umat menaruh harapan pada sistem demokrasi. Umat dibuat ribut, saling sikut, adu mulut, bahkan tak jarang adu otot. Anak dengan orangtua, kakak dengan adik, menantu dengan mertua, antar tetangga, antar kampung, bahkan suami istri.

Secara umum, kondisi umat sekarang masih memiliki tingkat berpikir yang jumud, apatis, hedonis dan oportunis. Tahun telah berganti, akankah terulang kembali lembaran nestapa, yang tak berujung berhenti. Semua tergantung pada umat, di tangannya-lah masa depan negara ditentukan. Dapatkah umat mewujudkan harapan masa depan yang gemilang?

Penyebab kejumudan pada umat adalah karena dua faktor yaitu fakta dan maklumat tsabiqoh (informasi sebelumnya). Dalam hal fakta, umat terbiasa mendapatkan kebohongan dan kemaksiatan. Sedangkan maklumat tsabiqoh didapatkan dari selain Islam, yaitu demokrasi-kapitalisme.

Berkaca pada sejarah pembebasan Islam yang gemilang, membebaskan negara-negara kafir menjadi wilayah Negara Islam. Mengubah orang-orang kafir menjadi umat Islam. Dilakukan dengan kokoh dan terus menerus. Hal ini terjadi karena umat dibina dengan pemikiran Islam, tsaqofah Islam, serta Aqidah Islam dijadikan landasan berpikirnya. Sehingga, umat dan Negara memilki tujuan yang sama, yaitu hidup di bawah naungan Islam dengan berhukum pada Islam.

Adalah para pengemban dakwah yang akan membina umat, agar bangkit dari kejumudan. Dengan meneladani Rasulullah saw dan para sahabat pada peristiwa pembebasan Islam. Umat harus dibina dengan pemikiran Islam Kaffah, tsaqofah Islam, yang berlandaskan Aqidah Islam.

Alhasil, umat tidak lagi dibohongi, tertipu dan berujung kecewa. Terlebih lagi, tidak akan patuh dan tunduk pada aturan buatan manusia, demokrasi-kapitalisme. Sehingga umat akan bangkit, mewujudkan masa depan yang gemilang. Dengan berdirinya sebuah peradaban Islam yang tinggi yaitu Daulah Khilafah Islamiyah.[]


photo: Pinterest Source

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Bongkar Wajah Buruk Demokrasi, Sambut Cahaya Khilafah yang Dinanti
Next
Refleksi Tahun 2020: Hempaskan Demokrasi, Islam Jadi Solusi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram