Malu Adalah Mahkota Seorang Muslimah

"Pakaian utama seorang wanita adalah rasa malu. Rasa malu membuatnya risih ketika pakaian yang dikenakannya dilarang oleh agama. Dengan rasa malu wanita lebih terjaga dalam penampilannya, lebih sempurna menutup auratnya, dan lebih terjaga dari fitnah."

Oleh. Rani Widiya Astuti
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.com-"Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu." (HR. Ibnu Majah)

Pada zaman modern ini tentu perkembangan dunia fashion semakin pesat, banyak model, gaya, dan busana yang menarik. Banyak di antaranya busana yang semestinya tidak dipakai oleh wanita muslimah. Namun, banyak di antara wanita yang memakai pakaian yang semestinya tidak pantas ia kenakan, namun kenapa ia kenakan? Jawabannya adalah karena telah hilangnya rasa malu di dalam dirinya, sehingga dia tidak takut dengan akibat dari yang diperbuat dan menganggap biasa seorang yang mengumbar aurat, padahal Allah memerintahkan seorang wanita untuk menutup auratnya dengan sempurna sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an,

"Wahai, Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri orang-orang mukmin. Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang." (TQS. Al-Ahzab [33]: 59)

Wanita yang memiliki rasa malu tentu akan menutup auratnya dengan sempurna, karena rasa malunya yang kuat akan membuat dirinya terjaga,.menutupi segala kekurangan dalam dirinya, dan selalu menebarkan benih kebaikan. Rasa malu adalah mahkota kemuliaan yang harus dimiliki bagi setiap wanita muslimah. Mengapa? Karena dengan rasa malu menjadikan dirinya dihormati, dimuliakan, dan terjaga.

Banyak dari wanita muslimah yang kehilangan rasa malunya dengan berkembangnya media-media yang membuatnya terlena, misalnya saja TikTok, karena TikTok wanita banyak kehilangan rasa malu, berjoget-joget tanpa rasa malu, menebar pesona di depan layar media, mengumbar auratnya hanya karena ingin dianggap keren, ingin viral, ingin tenar, terkenal, ataupun ingin mendapatkan sanjungan, pujian, dan perhatian dari setiap mata yang melihatnya. Tanpa ia sadari dengan kegiatan yang hanya untuk hiburan dan kesenangan semata itu membuatnya hina dan merusak akidah. Kok bisa, kenapa? Dengan goyangannya yang menggoda dan banyak menimbulkan fitnah bisa menyebabkan ia terjerumus ke dalam neraka, wanita yang ketika berjalan berlenggak-lenggok saja tidak bisa mencium bau surga apalagi yang lebih dari itu. Naudzubillah.

Wanita salihah dihiasi dengan ilmu dan rasa malu, tetapi amat disayangkan banyak wanita yang telah pudar rasa malunya. sehingga hakikat wanita adalah perhiasan dunia dengan kesalehannya tak lagi memiliki makna. Padahal dengan rasa malu yang ada dalam diri seorang wanita terlebih wanita muslimah akan menjaga dirinya dari hal-hal yang buruk, yang bertentangan dengan syariat. Sayidah Aisyah berkata,

"Wanita harus membentengi dirinya, bukan sombong seperti yang terlihat. Tapi kesombongan untuk menjaga kodratnya, keindahannya yang hanya di peruntukkan bagi mahramnya."

Kenapa seorang muslimah harus memiliki rasa malu?

Pertama, rasa malu adalah sebagian dari iman. Sabda Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam,

"Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya diangkat maka yang lainnya pun akan terangkat." (HR. Al-Hakim dalam mustadraknya 1/ 73. Al-Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz-Dzahabi)

Dari hadis ini dapat kita pahami bahwa iman dan rasa malu adalah dua hal penting yang harus kita jaga. Rasa malu adalah identitas Islam. Bahkan tak terlepas dari iman dan sebaliknya.

Kedua, sifat malu merupakan sifat mulia. Dengan rasa malu orang akan terjaga dari sifat tercela yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam HR. At-Tarmidzi, Al-Hakim, Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa,

"Malu adalah sebagian dari iman dan iman itu akan ditempatkan di surga."

Diriwayatkan juga dari Abu Daud dinyatakan sahih oleh Al-Bani, Rasulullah bersabda bahwa,

"Sesunguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Dermawan. Allah malu terhadap hambanya yang mengangkat tangan kepadanya dan kembali dalam keadaan hampa."

Rasulullah juga bersabda dalam HR. Abu Daud yang dinyatakan sahih oleh Al-Bani bahwa,

"Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Penutup Aib, Allah pun menyukai sifat malu dan menyukai sifat penutup aib."

Ketiga, sifat malu adalah kehormatan dan kemuliaan seorang wanita. Dengan rasa malu wanita terjaga, dihormati, dimuliakan. Tetapi sayang rasa malu telah pudar hingga ia lupa betapa berharganya dirinya, sehingga ia rela menjadi tontonan publik dengan gaya narsisnya yang menjadi pemuas hawa nafsu belaka. Naudzubillah.

Keempat, malu menentukan kadar penampilan dari seseorang. Dengan malu bisa menjaga seseorang dari memakai pakaian yang dilarang oleh Allah Subhana Wa Ta'ala. Dalam Islam seorang wanita dilarang berpakaian namun seperti tidak berpakaian (transparan, ketat sehingga terlihat bentuk tubuhnya, dan sebagainya).

Rasulullah bersabda,

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim, 2128).

Pakaian utama seorang wanita adalah rasa malu. Rasa malu membuatnya risih ketika pakaian yang dikenakannya dilarang oleh agama. Dengan rasa malu wanita lebih terjaga dalam penampilannya, lebih sempurna menutup auratnya, dan lebih terjaga dari fitnah.

Oleh sebab itu, rasa malu sangat penting dimiliki, apalagi oleh wanita muslimah. Bahkan ada satu kata "Mahkota seorang muslimah terletak pada rasa malunya." Jangan terlalu bangga dengan kecantikan yang ada pada dirimu, kecantikan paras itu tidaklah kekal, berjalan waktu demi waktu kecantikanmu akan layu, jadilah wanita yang kecantikannya terbalut oleh iman, takwa dan rasa malu.

Nah, begitu pentingnya rasa malu bahkan ia adalah perhiasan yang paling utama bagi wanita muslimah, rasa malu yang ada pada diri seorang wanita muslimah dapat menambah keimanannya dan membuat seorang wanita menjadi lebih berwibawa dan terjaga. Tanamkan rasa malu dalam diri, berbenah diri, dan selalu introspeksi diri setiap hari, dekatkan diri kepada Ilahi, jadilah wanita yang menginspirasi bagi orang lain dalam melakukan kebaikan.

Jadilah wanita akhir zaman yang lebih mengutamakan rasa malu, akhlak, dan ilmu. Wallahu a'lam bishawab.[]

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Kontributor NarasiPost.Com Dan Pegiat Pena Banua
Rani Widiya Astuti Kontributor NarasiPost.Com
Previous
Peran Pemuda dalam Menyongsong Kebangkitan Islam( Milad ke-2 NarasiPost.Com )
Next
Menyoal G20 dan Bangkitnya UMKM sebagai Program Kapitalis
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Yoyoh
Yoyoh
1 year ago

Maa syaa Allah,tegas dan lugas ,ana suka. , semoga dgn ini , akan menginspirasi kaum muslimah untuk segera menutup auratnya dgn sempurna, aamiin yaa Robbal alamiin

bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram