Ngaji Islam Kaffah

"Aktivis dakwah. Predikat yang tak kukenal dalam kamus masa kecilku. Yang kuingat, sejak kularikan kakiku meninggalkan kampung halaman, tekadku untuk hijrah sangat menggelora. Aku ingin membayar 'utang-utangku'. Berhijab dan mendalami Islam. Tak tebersit sedikitpun, aku akan terjun ke dunia pergerakan." (Kholda Najiyah, hlm. 1)


Judul: Ngaji Islam Kaffah
Penulis: Kholda Najiyah, dkk
Penerbit: Mozaik Indie Publisher
Tebal buku: xiv+ 214 hlm; 13 x 19 cm
Terbitan: April, 2019
Peresensi: Maya Rohmah

NarasiPost.com - Suara hati salah satu penulis di atas, mirip dengan yang saya rasakan di masa-masa awal kuliah. Dulu, saking semangatnya ingin memperluas pergaulan dan menambah wawasan, saya mengkaji Islam di beberapa tempat. Ada yang fokusnya ke masalah ibadah dan akhlak, yang satunya fokus ke mengkaji kitab kuning, yang ketiga lain lagi.

Seiring proses mengkaji Islam dan keterlibatan dengan teman-teman kajian, maka pemahaman saya pun berubah. Mau tak mau saya harus memilih, menentukan sikap. Tempat-tempat kajian yang saya tergabung ke dalamnya mempunyai perbedaan pemikiran (fikrah) dan metode (thariqah) dalam berjuang. Saya memilih untuk berada di wadah yang sekarang. Wadah yang menyadarkan saya bahwa Islam itu bukan sekadar agama, tapi Islam juga adalah ideologi. Ideologi Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, mulai akidah, syariah hingga politik (siyasah).

Meski ditulis oleh puluhan orang yang berbeda, namun karena mereka mengkaji kitab-kitab yang sama, maka pembahasannyapun bisa runut dan sistematis. Buku antologi ini membahas beragam topik. Mulai dari akidah hingga syariah. Ternyata Islam bukan hanya syahadat, salat, zakat, puasa dan haji. Tak berhenti sampai akhlak, sedekah, dan amalan sunah. Ada soal pakaian, hukum pergaulan, soal mahram, hadharah dan madaniyah, serta masih banyak lagi. Semuanya adalah tsaqofah Islam yang harus kita kaji secara menyeluruh (kaffah). Tak setengah-setengah.

Semua tulisan menarik untuk dibaca karena penulisannya dikemas dengan cara bercerita (story telling). Judul tiap tulisan dibuat sangat menarik dan memancing penasaran. Lihatlah, Kopi Boleh Pahit, Anakmu Jangan!, Tampak Bijak Padahal Menginjak, Ketika Kambing Tak Lagi Hitam, dan semacamnya. Total ada 27 tulisan yang ada di dalam buku para penggiat Komunitas Belajar Nulis—Revowriter–bentukan Asri Supatmiati ini.
.
Buku ini cocok dibaca oleh para pelajar, mahasiswa atau siapapun yang ingin mengenal Islam dengan lebih baik. Selamat membaca.


Picture Source by Facebook

Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Disclaimer

Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Previous
Eksistensi Kaum Pelangi di tengah Pandemi
Next
Pemuda dan Peradaban
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
bubblemenu-circle

You cannot copy content of this page

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram