Paradigma Pentingnya Pendidikan dan Profesi

"Pendidikan dan profesi saling berkaitan, di mana pendidikan seseorang merupakan pandangan profesi di masa depannya. Tanpa pendidikan, seseorang akan kesulitan mendapatkan profesi yang sesuai dengan kemampuan dan bakatnya."

Oleh. Nila Choirotun Nisa
(Mahasiswa Program Studi Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

NarasiPost.Com-Pendidikan

Merujuk pada KBBI, pengertian dari pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran, pelatihan, proses, cara, dan perbuatan mendidik. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dari dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu proses di mana seseorang atau kelompok orang tumbuh dengan mengembangkan potensi dirinya dan sifat kedewasaannya. Secara umum, pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut:

Ilmu Pendidikan Bersifat Otonom

Ilmu pendidikan lebih tepat digolongkan ke dalam rumpun-rumpun ilmu perilaku, sosial, dan ilmu-ilmu budaya yang bersifat deskriptif dan reflektif.
Menurut penjelasan di atas pendidikan sangatlah penting untuk seseorang baik dalam masa balita, anak-anak, remaja, hingga dewasa. Seseorang tidak mempunyai batas dalam menempuh pendidikan. Semakin tinggi ilmu yang kita cari, semakin baik masa depan yang di nanti.

Profesi

Profesi menurut KBBI adalah bidang pekerjaan yang ditempuh melalui pendidikan keahlian, seperti kejuruan atau keterampilan tertentu. Menurut De George, profesi ialah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan mengandalkan suatu keahlian. Secara umum profesi memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Adanya pengetahuan yang khusus
  2. Adanya kaidah standar moral yang sangat tinggi
  3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat
  4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi
    Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

Dari penjelasan uraian di atas pendidikan dan profesi saling berkaitan, di mana pendidikan seseorang merupakan pandangan profesi di masa depannya. Tanpa pendidikan, seseorang akan kesulitan mendapatkan profesi yang sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Sangat disayangkan, sering kali seseorang kurang atau bahkan tidak mengembangkan bakat yang ada. Banyak orang lebih mementingkan profesi tanpa pendidikan, kurangnya dukungan dari orang tua, rasa malas yang berlebihan, dan bertempat pada lingkungan yang kurang peka akan pendidikan.

Ini merupakan beberapa faktor utama seseorang tidak melanjutkan pendidikannya dan lebih memilih profesi yang tidak sesuai dengan bidangnya.[]

Glubelwubel

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Rum: 41)"

Oleh. Afiyah Rasyad
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-"Dasar glubelwubel!" Atik bersungut-sungut sambil membanting daun pintu.

Ucapan Atik menggiring pandangan trio kembar ke arah sumber suara. Netra mereka mengekor langkah Atik yang tergesa. Bulir-bulir keringat sebesar biji jagung menghiasi wajah oval kakak kesayangan mereka.

Angin seakan sudah enggan bersahabat dengan manusia. Alih-alih hadirkan kesejukan, angin itu justru membawa hawa panas pada sekujur badan. AC bersuhu 16°C itu diam membisu tatkala beberapa pasang tangan sibuk menggaruk anggota badan yang gatal.

Hawa panas tanpa kesejukan menyapa alam dan manusia dengan sangat mesra. Lambaian barisan daun kelapa di sepanjang jalan menuju rumah tak mampu menyajikan sepiring kesejukan. Ruang ber-AC sekalipun tak mempan hadirkan hawa dingin dalam ruangan. Wallpaper HP Atik menunjukkan cuaca di angka 36°C. Rasa gerah datang bergelombang tiada henti.

Atik merapikan tasnya. Tangannya melepas kerudung dengan kasar. Kalau masih libur sekolah, dia pasti asik bercengkerama dengan boneka kesayangannya untuk mengarungi pulau kapuk. Tanpa permisi, dia duduk di antara trio kembar yang sedang asik berkipas ria.

"Gerah, ya!" ujar Atik sekenanya.

Tak ada sahutan dari trio kembar. Pernyataan retoris kakaknya itu tak memerlukan jawaban. Suara garukan berparade dengan napas-napas yang kepanasan. Silvana dengan lihai menuangkan jus melon segar ke dalam gelas sang kakak. Hal itu membuat Atik berbinar.

"Bismillah," ucap Atik langsung menandaskan segelas jus melon itu.

"Glubelwubel ini menyusahkan beud, deh!"

Trio kembar kembali mengernyitkan kening. Tanpa dikomando, netra mereka menatap Atik. Tampak wajah bingung penuh tanda tanya menghiasi ruangan itu. Pandangan ketiga gadis kembar itu menuntut jawaban pada sang kakak.

"Kompak beud, sih, kalian tuh, mandangnya gitu amat," ucap Atik sambil memasukkan stik kentang ke mulutnya.

Safina menowel hidung kakaknya, "Kak, coba ulang barusan ngomong apa?"

"Glubelwubel?" ucap Atik dengan ekspresi serius diikuti anggukan kepala trio kembar.

Kepala Atik dengan lincah menggeleng ke kanan dan ke kiri secara berulang. Dia mengelus dada kenapa ketiga adiknya ini gak paham. "Itu lho, fenomena pemanasan global."

Silvana, Safina, Sarina kompak ber-O ria. Suara cekikikan tertahan dengan syahdu di rongga mulut mereka. Tak ada maksud menertawakan sang kakak, tapi istilah "glubelwubel" itu menggelitik otak mereka. Global warming bergeser jauh jadi glubelwubel.

"Udah, ketawa aja kalian kalau merasa lucu. Kagak usah ditahan biar kagak jerawatan. Aku tahu kok, global warming namanya," ucap Atik membuat suasana senyap seketika.

Sinar matahari berhamburan di ruang berukuran 4×5 meter persegi saat gorden disibak oleh tangan mungil Sarina. Meski cahayanya tak membuat silau, tetapi rasa panas menjalar pada tiap pori-pori yang disapanya.

"Sekarang dan beberapa hari ke depan diprediksi akan ada heatwave. Global warming yang dimaksud Kak Atik tadi sudah lama terjadi. Bukan semata karena bumi sudah tua," Sarina menerawang ke jalanan luar yang bermandikan cahaya matahati.

Dia kemudian membacakan sebuah berita di salah satu website terkait fenomena alam ini. Namun, pandangan religiusnya turut menjabarkan kenapa mereka merasakan panas yang amat sangat dan membuat kulit mereka harus ekstra keras beradaptasi dengan panas ekstrem ini.

Menurut Sarina, semua ini juga tak lepas dari ulah tangan manusia. Lisannya fasih membaca surah Ar-Rum ayat 41,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ - ٤١

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

"Tapi, ini udah qada Allah juga, 'kan?" sanggah Atik.

"Kakak tahu? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab gelombang panas terjadi?" ucap Sarina.

"Suhu panas bulan April di wilayah Asia secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu matahari, namun lonjakan panas di wilayah sub-kontinen Asia Selatan, kawasan Indochina dan Asia Timur pada tahun 2023 ini termasuk yang paling signifikan lonjakannya. Para pakar iklim menyimpulkan bahwa tren pemanasan global dan perubahan iklim yang terus terjadi hingga saat ini berkontribusi menjadikan gelombang panas semakin berpeluang terjadi lebih sering. Itu diberitakan detik.com, lho, Kak," Silvana menambah penjelasan.

Sarina kembali memaparkan pemanasan global atau global warming itu terjadi karena banyak faktor ulah tangan manusia. Sebut saja tren rumah kaca dan produksi listrik dengan batu bara yang menimbulkan emisi global. Kesalahan dalam tata kelola energi oleh negara juga turut andil dalam proses global warming.

Menurut Sarina, negara harus membuat regulasi yang tepat dalam pengelolaan sumber energi, tidak boleh diserahkan pada swasta, asing ataupun lokal karena energi dihasilkan oleh sumber daya alam yang merupakan harta milik umum.

"Tambah panas, deh, dengerin kalian ngomong," Kak Atik kipas-kipas.

"Kira-kira lebih panas mana, Kak, dengan padang mahsyar?" tanya Safina.

"Duh, kok jadi ke sana urusannya?"

"Di sana glubelwubelnya unlimited Kak," ucap Sarina.

Atik mendengus kesal jika sudah berdebat dengan ketiga adik kembarnya itu. Dipikir-pikir, Atik ketinggalan jauh langkahnya. Ketiga adiknya ini semakin jago kalau berbicara, lebih sopan dan berisi ilmu.

Tanpa ia sadari, ada perubahan pada ketiganya. Bukan sebatas pakaiannya yang berubah, kalau ngobrol dengan mereka, Atik seakan diajak berdansa di atas altar keabadian. Selalu dan selalu, mereka mengajaknya berpikir tentang pembaharuan dan kehidupan yang abadi.

Memorinya berkelana pada tiga hari lalu. Di mana Safina mengajaknya memfungsikan akal dengan optimal. Tiga pertanyaan mendasar yang sederhana berhasil membuatnya pusing. Dari mana berasal, untuk apa hidup di dunia, dan akan ke mana setelah mati belum berani ia uraikan.

Kini, pertanyaan lebih panas mana dengan padang mahsyar tersaji sempurna, melengkapi rasa pusing yang belum reda. Jadi menyesal ia berkata glubelwubel di depan trio kembar. Dia akan lebih hati-hati jika berhadapan dengan trio kembar, tetapi nuraninya meronta butuh siraman dari mereka.[]

Haruskah Memperpanjang Kontrak dengan Freeport?

"Melalui konsep kebebasan kepemilikan, para pemilik modal berhak untuk melakukan usaha apa pun, dengan cara apa pun. Karena itu, dalam negara yang menggunakan sistem ekonomi kapitalisme, akan dilakukan liberalisasi di semua bidang. Bahkan, di bidang yang menyangkut hajat hidup banyak orang. Misalnya dalam bidang kesehatan dan pertambangan."

Oleh. Mariyah Zawawi
(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-PT Freeport Indonesia menyambut baik rencana pemerintah yang akan memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) bagi perusahaan ini. Katri Krisnati, Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, menyatakan bahwa Freeport merupakan aset penting pemerintah. Perusahaan ini mengelola sumber daya alam yang sangat melimpah dan memberikan manfaat yang signifikan bagi ekonomi Indonesia, khususnya rakyat Papua. (Detik.com, 29/4/2023)

Benarkah pengelolaan tambang emas di Papua ini memberikan manfaat ekonomi kepada rakyat Papua? Jika tidak, siapa yang diuntungkan dari kontrak ini? Bagaimana pandangan Islam terhadap pengelolaan sumber daya alam?

Harta Karun Luar Biasa

Awalnya, Freeport melakukan aktivitas penambangan di Erstberg. Tambang Erstberg (gunung bijih) ditemukan oleh seorang geolog Belanda bernama Jean Jacques Dozy pada tahun 1936. Laporan atas penemuan itu kemudian dimuat dalam sebuah majalah geologi di Leiden, Belanda pada tahun 1939. Pecahnya perang dunia saat itu membuat laporan Dozy tidak mendapat perhatian.

Informasi tentang Erstberg ini sampai di telinga Forbes K. Wilson. Pada tahun 1960, manajer eksplorasi Freeport Sulphur of Delaware ini pun melakukan ekspedisi ke sana. Sebelum melakukan ekspedisi, Wilson melakukan berbagai persiapan fisik. Mulai dari menghentikan kebiasaan merokok yang telah dilakukannya selama 30 tahun, hingga imunisasi dari hampir semua penyakit yang pernah menyerang manusia. Catatan perjalanan Wilson itu kemudian ditulis dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain.

Ekspedisi Wilson dan timnya yang terdiri dari geolog, botanikus, insinyur, hingga perwira polisi itu berhasil memastikan cadangan bahan tambang di Erstberg. Saat itu, cadangan bijih besinya diperkirakan sebesar 33 juta ton dan tembaganya mencapai 2,5%. Namun, Freeport Sulphur of Delaware yang saat itu baru saja kehilangan pertambangan bijih nikelnya di Kuba akibat nasionalisasi, belum dapat menindaklanjuti temuan itu. Freeport baru mendapatkan izin eksplorasi setelah situasi politik di Indonesia stabil melalui Kontrak Karya I dengan masa 30 tahun pada tahun 1967.

Pada tahun 1980, Freeport bergabung dengan McMoran, dan berganti nama menjadi Freeport-McMoRan dengan Freeport Indonesia sebagai anak perusahaannya. Cadangan tembaga di Erstberg yang diperkirakan habis pada tahun 1987, membuat Freeport melakukan upaya untuk mencari cadangan lainnya. Upaya itu mulai dilakukan pada tahun 1984. Setahun kemudian, mereka menemukan Grassberg (gunung rumput) yang hanya ditumbuhi rumput kasar. Dua tahun kemudian, Dave Potter, seorang geolog, berhasil mengambil contoh batuan dari puncak Grassberg. Setelah diuji di laboratorium, diketahui bahwa batuan tersebut memiliki kandungan emas dengan kadar sangat tinggi.

Freeport mulai melakukan penambangan di Grassberg pada tahun 1988. Tiga tahun kemudian, Kontrak Karya II dengan masa 30 tahun berhasil didapatkan. Setelah dikeruk selama hampir 30 tahun, cadangan emas dan tembaga di penambangan terbuka pun diperkirakan habis pada tahun 2017. Maka, sejak tahun 2010, mulai dilakukan penambangan bawah tanah. Penambangan ini menghasilkan emas, perak, dan tembaga, rata-rata 60 ribu ton bijih per hari. Puncak produksi Freeport terjadi pada tahun 2018. Saat itu, dihasilkan 2,69 juta ons emas.

Keuntungan bagi Asing, Kerugian bagi Indonesia

Dalam Kontrak Karya I, Indonesia sebagai pemilik wilayah penambangan, tidak memiliki saham sama sekali. Baru pada tahun 1976, Indonesia mendapat saham sebesar 8,5%. Jumlah saham itu naik sangat tipis menjadi 9,36%. Pada tahun 2018, Indonesia melakukan divestasi saham Freeport sebesar 51%. Saham yang dikuasai melalui PT Inalum (Persero) itu senilai USD3,85 miliar atau setara dengan Rp55 triliun.

Pemerintah berencana untuk menambah kepemilikan saham sebesar 10% sebagai syarat perpanjangan izin bagi PT Freeport Indonesia pada tahun 2041. Pemerintah berpendapat bahwa perpanjangan kontrak ini sangat penting. Sebab, jika kontrak itu berakhir, maka perusahaan akan berhenti beroperasi. Jika hal ini terjadi, akan mendatangkan kerugian bagi perusahaan negara ini.

Richard C. Adkerson, CEO Freeport-McMoRan, menguatkan pendapat pemerintah Indonesia. Menurut Adkerson, penerimaan negara akan bertambah dengan perpanjangan kontrak karya itu. Indonesia akan memperoleh pemasukan berupa pajak, dividen, royalti, dan sebagainya. Bahkan, sumbangan PT Freeport untuk kas negara hingga 2041 akan mencapai Rp1.214 triliun.

Namun, faktanya tidaklah seindah itu. PT Freeport sering mangkir dalam membayar pajak maupun royalti. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah Indonesia tidak mampu berbuat apa-apa.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia belum mendapatkan keuntungan dari eksplorasi tambang di Papua. Fakta yang ada justru menunjukkan sebaliknya. Berbagai dampak buruk telah dirasakan oleh masyarakat. Misalnya, dipindahkannya masyarakat adat dari tempat tinggal mereka.

Kerusakan lingkungan akibat eksplorasi juga banyak terjadi. Eksplorasi yang dilakukan oleh Freeport menghasilkan limbah tailing sebanyak 300 ribu ton setiap hari. Berdasarkan SK Gubernur No. 540/2002, ada empat sungai yang dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah, yaitu Sungai Aghawagon, Otomona, Ajkwa dan Minajerwi.

Pembuangan limbah ke sungai ini menyebabkan terjadinya sedimentasi serta pendangkalan. Di samping itu juga terjadi pencemaran air sungai. Masyarakat tidak dapat lagi mengakses transportasi sungai. Mereka juga kehilangan mata pencaharian karena ikan-ikan mati. Air bersih pun sulit dicari. Warga dari 23 desa di sekitar sungai yang tercemar itulah yang harus menanggung akibatnya.

Di samping itu, terjadi kerusakan sosial. Masuknya orang asing ke Papua menyebabkan tingginya penderita HIV AIDS. Bahkan, kota Timika yang menjadi pusat para penambang menjadi kota dengan penderita HIV AIDS tertinggi di Indonesia.

Meskipun pemerintah Indonesia telah mengambil alih 51% saham Freeport, tetapi hal itu tidak mengubah keadaan. Kerusakan alam tetap terjadi. Demikian pula dengan kerusakan sosial budaya masyarakat.

Kapitalisme Biang Penjajahan

Sesuai dengan namanya, kapitalisme merupakan sistem yang memberi kebebasan kepada setiap individu untuk melakukan usaha dalam meraih sebesar-besarnya materi. Karena itu, berbagai upaya pun dilakukan untuk mendapatkan harta. Sebab, hal itu merupakan tolok ukur kebahagiaan mereka.

Melalui konsep kebebasan kepemilikan, para pemilik modal berhak untuk melakukan usaha apa pun, dengan cara apa pun. Karena itu, dalam negara yang menggunakan sistem ekonomi kapitalisme, akan dilakukan liberalisasi di semua bidang. Bahkan, di bidang yang menyangkut hajat hidup banyak orang. Misalnya dalam bidang kesehatan dan pertambangan.

Para kapitalis ini pun bekerja sama dengan para penguasa untuk meraih tujuan mereka. Mereka tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu benar atau salah, menzalimi masyarakat atau tidak. Sikap individualis yang diciptakan oleh kapitalisme membuat mereka tak peduli dengan semua itu. Mereka yang kuat yang akan memenangkan pertarungan. Sebab, hukum rimba yang berlaku di sini.

Melalui para penguasa, mereka melakukan penjajahan secara halus. Para penguasa dipaksa untuk memberikan izin usaha dengan imbalan berupa dukungan kekuasaan.

Karena itu, para penguasa pun dengan sukarela memberikan pembelaan terhadap asing yang dianggap merugikan negara. Misalnya, pembelaan pemerintah negeri ini terhadap Freeport yang menyatakan perusahaan ini memberi banyak manfaat bagi Indonesia. Salah satunya adalah memberi lapangan pekerjaan. Menurut pemerintah, 98% karyawan Freeport adalah warga negara Indonesia.

Di samping itu, pemerintah juga menyatakan bahwa Freeport sekarang telah menjadi milik pemerintah Indonesia, yaitu milik PT Inalum (Persero). Padahal, sumber dana yang digunakan untuk membeli saham itu berasal dari obligasi internasional. Maka, Indonesia harus membayar utang plus bunganya. Hal ini tentu semakin membebani keuangan negara.

Sementara, kepemilikan saham mayoritas PT Inalum ternyata berada di tangan pemerintah Jepang. Sebab, 58,9% saham perusahaan ini dimiliki oleh Nippon Asahan Aluminium. Maka, sebagian besar keuntungannya akan masuk ke perusahaan ini.

Namun, untuk menghentikan kontrak itu juga tidak mudah. Jika kontrak karya itu tidak diperpanjang, Freeport bisa saja mengajukan Indonesia ke arbitrase internasional. Dalam situasi seperti ini, kecil sekali kemungkinannya Indonesia akan memenangkan perseteruan ini. Justru sebaliknya, Indonesia akan kalah dan harus membayar ganti rugi ke Freeport. Jika tidak mau membayar, aset Indonesia yang di luar negeri akan disita. Inilah penjajahan yang tidak langsung dirasakan oleh rakyat Indonesia saat ini.

Pengelolaan Bahan Tambang dalam Islam

Setiap manusia memiliki naluri mempertahankan diri. Salah satunya terwujud dalam kecintaannya terhadap harta. Agar naluri dari tiap orang tidak berbenturan dengan naluri yang lainnya, maka dibutuhkan aturan. Allah Swt. sebagai Sang Pencipta telah memberikan petunjuk kepada manusia untuk mengatur hal ini. Melalui risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw., kezaliman pun akan dapat dihindari.

Dalam mengatur pengelolaan bahan tambang, perlu diperhatikan apakah bahan tambang tersebut sedikit atau sangat banyak. Jika sedikit, boleh dikelola oleh pribadi. Sementara, jika jumlahnya sangat banyak, dimasukkan ke dalam kepemilikan umum yang harus dikelola oleh negara.

Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. saat Abyad bin Hamal meminta tambang garam. Awalnya, Beliau saw. memberikan tambang garam tersebut kepadanya. Namun, setelah diingatkan oleh sahabat akan besarnya tambang garam tersebut, Rasulullah saw. pun menariknya kembali.

Besarnya tambang ini menjadi illat bagi dilarangnya privatisasi terhadap barang tambang yang jumlahnya berlimpah. Demikian pula terhadap harta milik umum lainnya. Sebab, Rasulullah saw. bersabda dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Ahmad,

"Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal, padang rumput, api, dan air."

Karena itu, pengelolaan bahan tambang harus diserahkan kepada negara yang menerapkan sistem ekonomi Islam. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara umum, baik muslim maupun nonmuslim, kaya maupun miskin. Namun, sistem ekonomi ini hanya dapat diterapkan oleh negara yang menerapkan Islam secara kaffah. Wallaahu a'lam bi-ashshawaab.[]

Kontrak Freeport, Rakyat Tambah Repot

”Berdirinya Freeport di Indonesia adalah alat masuknya kepentingan Amerika untuk memengaruhi kebijakan politik dalam negeri Indonesia termasuk isu-isu keamanan di Papua yang sampai saat ini masih bergejolak dan sepertinya memang sengaja dipelihara untuk kepentingan kapitalisme.”

Oleh. Maman El Hakiem
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Rakyat akan semakin repot jika pemerintah kembali akan memperpanjang kontrak PT Freeport. Isu tersebut terendus publik setelah Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia membocorkannya kepada media.

Sekalipun Bahlil menyebut masih kemungkinan, namun pemerintah memikirkan melakukan perpanjangan, tapi dengan dua syarat, yaitu adanya penambahan saham kurang lebih 10 persen dan permintaan dibangunnya smelter di Papua (CNN Indonesia, 29/4/2023).

Sebagaimana diketahui PT Freeport Indonesia adalah sebuah perusahaan tambang asal Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia, terutama di Provinsi Papua. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Freeport-McMoRan, sebuah perusahaan tambang yang berbasis di Amerika Serikat.

Sejarah Berdirinya Freeport Indonesia

Adapun sejarah berdirinya PT Freeport Indonesia dimulai pada tahun 1936 ketika sebuah perusahaan Amerika bernama Freeport Sulphur Company mendapatkan hak eksplorasi di wilayah Louisiana, Amerika Serikat. Pada tahun 1959, Freeport Sulphur Company membentuk Freeport Minerals Company untuk mengelola bisnis tambang tembaga dan emas.

Pada tahun 1960, Freeport Minerals Company melakukan eksplorasi di wilayah Papua yang saat itu bernama Irian Jaya merupakan bagian dari Indonesia. Pada tahun 1967, Freeport Minerals Company dan pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian kontrak karya yang memberikan hak kepada perusahaan tersebut untuk mengelola tambang tembaga dan emas di wilayah Papua selama 30 tahun.

Pada tahun 1972, Freeport Minerals Company membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan pertambangan Indonesia, bernama PT Freeport Indonesia. Setelah kontrak karya awal berakhir pada tahun 1991, PT Freeport Indonesia dan pemerintah Indonesia menandatangani kontrak karya baru yang memberikan hak kepada perusahaan tersebut untuk terus mengelola tambang di wilayah Papua.

Sejak beroperasi di Papua, PT Freeport Indonesia sering kali menjadi sorotan karena konflik dengan masyarakat adat dan lingkungan hidup. Terdapat berbagai perdebatan terkait dampak lingkungan dan ekonomi yang dihasilkan oleh operasi tambang perusahaan ini di wilayah Papua.

Cengkeraman Imperialisme Modern

Jika mencermati latar belakang keberadaan Freeport di Indonesia, bisa dikatakan hal itu sebagai cengkeraman imperialisme modern dalam bidang ekonomi oleh sebuah negara yang saat ini menjadi pemain tunggal sebagai negara ideologis pascaruntuhnya kekuatan sosialisme Uni Soviet, yaitu Amerika Serikat. Amerika dikenal sebagai negara adidaya yang mengadopsi dan menyebarkan ideologi kapitalisme.

Dalam kitab Mafahim as Siyasah, Syekh Taqiyuddin An Nabhani menjelaskan tentang posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan utama negara yang berkuasa di dunia saat ini. Semua percaturan politik di dunia tidak akan lepas dari kendali kepentingan atau skenario besar (khittah siyasi) Amerika untuk mempertahankan pengaruh hegemoninya.

Dalam hal ini termasuk pengelolaan kekayaan sumber daya alam di Indonesia. Belajar dari catatan sejarah, lengsernya Orde Lama dan berganti dengan Orde Baru yang melahirkan rezim Soeharto yang bertahan sampai puluhan tahun lamanya tidak bisa dilepaskan dari kepentingan Amerika di dalamnya melalui pengaruh kekuasaan.

Di dalam sistem kapitalisme yang berkuasa adalah pemilik modal yang diberikan kebebasan dalam kepemilikan harta, termasuk kekayaan alam yang sejatinya merupakan harta milik umum. Berdirinya Freeport di Indonesia adalah alat masuknya kepentingan Amerika untuk memengaruhi kebijakan politik dalam negeri Indonesia termasuk isu-isu keamanan di Papua yang sampai saat ini masih bergejolak dan sepertinya memang sengaja dipelihara untuk kepentingan kapitalisme.

Kekayaan alam Papua yang melimpah adalah surganya kapitalisme karena bongkahan emas dikeruknya, sementara rakyat Papua hanya menjadi korban atas opini yang selalu disebarkan oleh kapitalisme sebagai rakyat tertindas dan terbelakang. Adanya gerakan kekerasan di Papua selalu diangkat ke forum internasional oleh kapitalisme global tentu dengan tujuan disintegrasi bangsa yang akhirnya menjadikan kekayaan alam Papua bisa dimiliki asing dengan sebebas-bebasnya.

Syariat Islam Memberikan Solusi Tuntas

Syariat Islam memiliki cara pandang yang khusus tentang solusi tuntas persoalan Papua, terutama berkenaan dengan pengelolaan harta kekayaan milik umum, seperti barang tambang, mata air, hutan, migas dan lainnya. Kaitannya dengan hal ini, Syekh Abdul Qadim Zallum dalam kitab Al Amwal merinci tentang apa yang dimaksud harta kekayaan milik umum. Yaitu harta yang tidak boleh dimiliki secara pribadi atau golongan, hanya pemanfaatannya saja yang dibolehkan, sedangkan pengelolaannya harus oleh negara.

Jenis harta milik umum tersebut ada yang berupa sarana umum yang diperlukan seluruh rakyat dalam kehidupan sehari-hari, semisal fasilitas jalan raya, sarana pendidikan dan kesehatan.

Kemudian ada jenis harta yang keadaan asalnya terlarang bagi individu tertentu untuk dimiliki semisal mata air, kepemilikannya tidak boleh bersifat individu, namun jika keberadaannya tidak mengganggu kepentingan orang lain untuk dengan mudah mendapatkannya, maka boleh dimiliki individu semisal sumur pompa air untuk kebutuhan rumah tangga.

Dan terakhir harta milik umum yang depositnya melimpah dan menguasai hajat hidup orang banyak, semisal barang tambang, emas, tembaga, nikel, dan lainnya. Harta milik umum kategori inilah yang menjadi topik dan isu politik keberadaan Freeport di Papua yang saat ini kembali mengemuka dengan akan diperpanjangnya kontrak oleh pemerintah.

Harusnya pemerintah secara tegas memutus kontrak kerja Freeport karena selama ini kekayaan alam tersebut hanya dinikmat segelintir orang, yaitu para oligarki kekuasaan. Rakyat Papua mayoritas miskin dan termarginalkan dengan isu-isu keamanannya. Ada kesan masyarakat Papua terkucilkan di tengah kekayaan alamnya yang membuat kantong para penguasa dapat menikmati surga dunia.

Solusi tuntasnya bukan saja membutuhkan kemauan penguasa untuk mengakhiri kontrak kerja Freeport, namun yang terpenting adanya kesadaran dari semua pihak, bahwa pengelolaan kekayaan alam oleh negara adalah amanah yang diberikan Allah Swt. sebagaimana bunyi hadis dari Abu Khuraisy dari sebagian sahabat Nabi saw. Bahwa Rasulullah saw. bersabda, yang artinya, "Kaum muslim itu berserikat dalam tiga hal, yaitu sumber air (kekayaan laut), padang rumput (kekayaan hutan), serta api (barang tambang dan migas).” (HR. Abu Dawud)
Wallahu a’lam bi ash-shawwab.[]

Mewaspadai Sekte Sesat di Kenya

”Pihak aparat Kenya menyadari, betapa berbahayanya sekte sesat tersebut. Hanya saja mereka tak bisa berkutik. Sebab, tersandung sistem hukum yang ada yaitu adanya aturan bebas beragama bagi warga negara.”

Oleh. Bunga Padi
(Tim Redaksi NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Puasa adalah perintah Allah Swt. yang bernilai ibadah dan juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, apa jadinya jika berpuasa malah mengancam keselamatan jiwa hingga meregang nyawa.

Heboh! Jadi perhatian dan perbincangan warganet dan media sosial lainnya. Dunia maya saat ini digemparkan dengan ramainya pemberitaan tewasnya sejumlah korban akibat menjalani ritual sesat puasa. Di mana korban didoktrin berpuasa hingga mati kelaparan agar dapat berjumpa Yesus. Semua korban merupakan pengikut Odero di Gereja dan Pusat Doa Kehidupan Baru, Kota Mavueni, Kenya.

Polisi segera menangkap Pendeta Odero atas kelalaian tewasnya orang-orang tersebut di kediamannya. Tetapi sebelumnya aparat telah lebih dahulu menangkap pemimpin sekte Good News International Church yakni Paul Mackenze Nthenge.

Dalam peristiwa nahas tersebut dikabarkan korban tewas sekitar 109 orang. Ditemukan kebanyakan masih anak-anak dan meninggal karena kelaparan serta sebagian korban mengalami kekerasan fisik. Para korban telah dikuburkan di hutan Shakahola seluas 800 hektar berdekatan dengan gerejanya di pesisir pantai. (Cnnindonesia.com, 29/4/ 2023)

Sekularisme Menyuburkan Sekte Sesat

Kasus sekte sesat yang terjadi di Kenya sungguh memprihatinkan. Selain korban meninggal dunia, ada juga yang selamat dan mengalami kekerasan. Para korban didoktrin oleh seorang pastor, Paul Mackenze Nthenge bahwa perut yang lapar merupakan cara mudah untuk menemui Tuhan. Menurut sebuah penelitian dan berdasarkan data pemerintah, ajaran sesat menyesatkan seperti ini sudah ada sejak lama di Kenya. Bahkan 4.000 lebih gereja yang berdiri dengan jemaatnya sekitar 50 juta jiwa. Beberapa di antaranya telah dinyatakan sesat.

Penyimpangan agama pasti ada yang melatarbelakanginya di antaranya karena motif ekonomi, kemiskinan, pendidikan yang rendah, dangkalnya akidah, minimnya informasi dan kemudahan mengakses khotbah hiburan melalui internet. Di mana gereja sesat selalu memanfaatkan peluang untuk mendapatkan simpati korban kemudian memerasnya. Tatkala telah menjadi jemaatnya, para korban tersebut diminta menyumbangkan sejumlah uang yang tinggi, lalu melalui doktrin dijanjikan masuk surga serta bertemu Tuhannya dengan melakukan ritual puasa. Mirisnya lagi, menurut profesor agama Stephen Akaranga, kepada ÀFP para pastor tersebut tidak pernah mengenyam pendidikan teologi. Meski demikian banyak masyarakat yang mengikutinya akibat kebodohan dan sedikitnya pengetahuan.

Pihak aparat Kenya menyadari, betapa berbahayanya sekte sesat tersebut. Hanya saja mereka tak bisa berkutik. Sebab, tersandung sistem hukum yang ada yaitu adanya aturan bebas beragama bagi warga negara. Sehingga, ketika ada persoalan penyesatan akidah warga tidak ada sanksi hukum yang jelas bagi pelaku aliran sesat. Tersebab kebebasan beragama justru dilindungi dan dijamin dalam sistem sekuler kapitalisme itu sendiri. Maka menjadi sangat wajar jika kemudian aliran-aliran sesat tumbuh subur bak jamur di musim hujan.

Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada sanksi hukum yang bisa memutus mata rantai aliran sesat hingga ke akarnya. Tentu akan sangat membahayakan persatuan umat, merusak moral, kemaksiatan merajalela dan nyawa warga dengan mudah melayang. Berbeda halnya dengan kapitalisme, Islam sangat menjaga keyakinan beragama (akidah) dan nyawa manusia.

Islam Menjaga Akidah Umat

Islam sebagai ajaran paripurna nan komprehensif, ternyata bukan sekadar agama tetapi juga sebuah ideologi yang sangat menjaga akidah umat dan melindungi setiap pemeluknya. Dalam perjalanan catatan sejarah. Di masa Rasulullah saw. telah terjadi penyimpangan beragama atau aliran sesat yang dilakukan oleh Musailamah Al-Kadzdzab dan sikap nyeleneh seorang Dzul Khuwaishirah soal pembagian harta rampasan perang, yang akhirnya ini menjadi cikal bakal gerakan khawarij.

Pada awalnya gerakan ini mengaku Islam, lama kelamaan jauh dari ajaran Islam yang lurus. Melihat kejadian itu dengan cepat Rasulullah merespons dan mengambil tindakan tegas terhadap sekte tersebut. Hal pertama yang dilakukan beliau saw. adalah tabayun yaitu mendapatkan/menggali informasi yang benar langsung ke sumbernya (klarifikasi) selaras perintah Allah Swt. dalam surah Al-Hujurat ayat 6, yang memerintahkan kepada orang-orang beriman, apabila ada seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kau tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan, yang akhirnya membuat kau menyesali perbuatanmu itu.

Rasulullah saw. saat mendengar berita tentang nabi palsu di bumi Yamamah, beliau segera mengirimkan utusan untuk mengetahui kebenarannya. Bahkan, ketika Musailamah datang ke Madinah upaya klarifikasi langsung dilakukan Beliau saw. dalam rangka menyadarkannya dari pemahaman yang salah. Tidak cukup sampai di situ, Beliau saw. juga mengirimkan para utusan untuk melakukan mediasi secara persuasif melalui jalur korespondensi terhadap Musailamah.

Sebagaimana dalam hadis dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-Ash r.a., Rasulullah saw. menuturkan, "Tiadalah seorang dari kalian beriman hingga hawa nafsunya mengikuti risalah yang aku bawa."

Pun begitu juga perlakuan terhadap Dzul Khuwaishirah pada 8 H yang mempertanyakan keadilan kepada Rasulullah saw. soal pembagian harta rampasan perang pada masa itu. Rasulullah saw. dengan penuh kasih sayang namun tetap tegas menyampaikan sabdanya, "Siapakah yang lebih adil dariku jika aku dianggap tidak adil." (HR. Ibnu Majah)

Ajaran Islam sangat tegas mengantisipasi adanya sekte atau aliran menyimpang yang akan berkembang di kemudian hari. Jika berbagai upaya penyadaran dilakukan tidak digubris maka pelaku penyimpangan agama akan dieksekusi alias dibunuh. Selaras perintah Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 178 yang berbunyi, "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu melaksanakan qhisas berkenaan dengan orang yang dibunuh."

Tentu saja yang melaksanakan hukuman adalah otoritas negara, bukan individu atau kelompok. Seperti kasus Musailamah Al-Kadzdzab karena tetap mempertahankan kesombongannya, akhirnya berhasil ditumpas pada saat perang Yamamah 12 H oleh Wahsyi (Al-Rahiq Al-Maktum, 416)

Sedangkan pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib berhasil meluluhlantakkan kaum Khawarij, peristiwa yang terjadi pada perang Nahrawan 38 H. (Ibnu Khayyat, Tarikh Khalifah 197)

Ketika negara Khilafah menjalankan fungsinya sebagai ra'in dan junnah, maka bisa dipastikan akidah, nyawa, harta, dan kehormatan umat terjaga dan terlindungi dari berbagai ancaman. Tidak akan ada yang berani melakukan penyimpangan agama dan keselamatan umat.

Selain itu, Khilafah juga akan memastikan suasana keimanan umat tetap kondusif, mewajibkan kepada laki-laki atau perempuan untuk menuntut ilmu agama, ilmu pengetahuan, ilmu serapan, dan lain-lain. Serta kondisi lingkungan masyarakat yang aman dan saling peduli. Membangun perekonomian masyarakat dengan hanya menerapkan sistem ekonomi Islam, pengelolaan SDA dan sumber kekayaan lainnya hanya dengan aturan Islam, yang kemudian hasilnya untuk memenuhi hajat dasar umat. Sehingga terwujudlah masyarakat makmur, adil, damai, dan sejahtera.

Masyaallah tabarakallah. Begitu indah dan harmonisnya ketika kehidupan umat manusia dalam aturan Islam kaffah. Setiap orang yang beriman wajib terikat, tunduk, dan patuh pada hukum-hukum Allah Swt. secara totalitas baik dalam ruang privat atau publik, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara.

Dengan demikian, sudah selayaknya kaum muslimin di seluruh dunia untuk terus memperjuangkan hukum-hukum Allah tegak di muka bumi ini dalam naungan Khilafah Rasyidah di bawah satu kepemimpinan yaitu seorang Khalifah. Tersebab hanya dengannya keamanan dan perlindungan hakiki bagi umat manusia seluruhnya bisa terwujud.
Wallahu a'lam bi ash-shawwab.[]

Menjemur Bayi, Diharuskan atau Membahayakan?

"Karena tubuh manusia tidak mampu memproduksi vitamin D dengan sendirinya dan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D pada bayi, sinar matahari pagi menjadi solusi agar bayi memperoleh pemenuhan vitamin D yang cukup. Meskipun demikian, bukan berarti si kecil harus dijemur setiap hari."

Oleh. Nurjanah Triani
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Menjemur bayi sudah banyak dilakukan oleh para orang tua sejak dahulu. Tradisi ini diyakini para orang tua bisa menghindarkan bayi dari penyakit kuning. Sinar matahari pagi memang memiliki manfaat yang dibutuhkan oleh manusia, tak terkecuali bayi.

Tetapi, amankah menjemur bayi dilakukan tanpa busana? Lantas, bagaimana rambu-rambu yang perlu diperhatikan para orang tua agar bayi tetap mendapatkan manfaat sinar matahari? Perlukah bayi dijemur setiap hari?

Menjemur bayi memang boleh dilakukan, tetapi harus dengan cara yang benar. Sebab, kulit bayi masih tipis dan lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Untuk orang dewasa saja, saat keluar rumah perlu menggunakan sunscreen sebagai pelindung, maka perlindungan saat menjemur bayi perlu sangat diperhatikan lebih ketat lagi. Sama halnya dengan orang dewasa, kulit bayi bisa terbakar sinar matahari dan mengalami kerusakan kulit, bahkan lebih parah lagi.

Tidak Harus Dijemur Setiap Hari

Menjemur bayi tidak ada kaitannya dengan menurunkan risiko bayi baru lahir agar terhindar dari penyakit kuning. Namun, anjuran menjemur bayi di pagi hari tetap ada. Karena, sinar matahari sebelum pukul 10.00 mengandung sinar ultraviolet yang bila diserap oleh kulit akan menghasilkan vitamin D.

Vitamin D memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan bayi, yaitu membantu tubuh menggunakan kalsium untuk membangun dan memelihara tulang dan gigi yang kuat. Vitamin ini juga menjaga kesehatan otot-otot bayi dan membangun sistem imun tubuh yang kuat. Bayi yang kekurangan vitamin D akan berisiko mengalami kelainan pertumbuhan tulang atau rakitis. Serta beberapa penelitian menemukan kaitan antara kekurangan vitamin D pada masa bayi dan meningkatnya kejadian eksim atau alergi.

Karena tubuh manusia tidak mampu memproduksi vitamin D dengan sendirinya, dan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D pada bayi, sinar matahari pagi menjadi solusi agar bayi memperoleh pemenuhan vitamin D yang cukup. Meskipun demikian, bukan berarti si kecil harus dijemur setiap hari. Bayi yang terkena paparan matahari terlalu lama dapat mengakibatkan dehidrasi serta sinar UV juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan kulit, bahkan kanker kulit di kemudian hari.

Agar bayi dapat mendapatkan manfaat sinar matahari tanpa khawatir dengan efek sampingnya, maka bunda perlu memperhatikan beberapa hal saat menjemur si kecil:

1. Jemur bayi menggunakan pakaian

Tradisi kebanyakan orang tua biasanya menjemur si kecil tanpa menggunakan kain sehelai pun. Kebiasaan ini perlu diubah, sebab saat bayi terkena paparan matahari secara langsung akan meningkatkan risiko kulit bayi terbakar matahari. Gunakanlah pakaian yang dapat menutupi tangan dan kakinya, dengan bahan yang lembut dan longgar.

2. Pakaikan topi atau pelindung kepala

Pelindung kepala seperti topi dan kacamata perlu digunakan saat menjemur bayi, agar sinar matahari tidak langsung mengenai kepala, mata, dan wajahnya. Sebab, paparan matahari secara langsung dapat mencederai retina mata, memicu katarak dan masalah mata lainnya.
Bila si kecil masih di bawah 6 bulan, bunda bisa memberikan perlindungan ekstra dengan payung atau kereta dorong dengan tirai yang menutupinya.

3. Gunakan tabir surya pada bayi di atas 6 bulan

Tabir surya dapat bunda berikan pada si kecil saat usianya sudah di atas 6 bulan. Sama halnya dengan orang dewasa, tabir surya juga melindungi bayi dari paparan matahari dan menghalau dampak buruk sinar ultraviolet untuk kulitnya.
Pilihlah tabir surya khusus anak dengan SPF 30 dengan label hypoallergenic dan bebas pewangi. Namun, sebelum pemakaian lama, harap lakukan tes alergi terlebih dahulu pada bayi.

4. Jangan terlalu lama menjemur bayi

Bayi hanya perlu dijemur 10-15 menit sehari sebelum jam 10.00 pagi. Jika terlalu lama, dapat mengakibatkan dehidrasi pada bayi. Menjemur bayi juga tidak disarankan di atas jam 10.00 pagi, sebab paparan sinar ultraviolet sudah terlalu tinggi dan dapat merusak kulit bayi.

Itulah rambu-rambu yang bunda perlu perhatikan saat menjemur si kecil. Namun, menjemur bayi tidak berkaitan secara langsung dalam mengatasi penyakit kuning pada bayi. Umumnya, warna kulit dan mata pada bayi akan berangsur normal setelah beberapa hari. Tetapi, jika tidak berangsur normal, bunda bisa konsultasikan dengan dokter.

Saat si kecil mengalami kulit terbakar oleh paparan sinar matahari, maka akan menimbulkan kemerahan dan radang kulit. Luka bakar biasanya akan mulai muncul 2 hingga 4 jam setelah terkena paparan sinar matahari. Warna pada permukaan kulit yang terkena luka bakar akan memuncak setelah 12 hingga 14 jam kemudian. Kulit yang terbakar ini akan memburuk dan mulai melepuh. Kemudian, warna kemerahan akan mulai memudar dalam 2 atau 3 hari, dan kulit biasanya mulai mengelupas.

Dilansir dari jurnal U.S. National Library of Medicine, kulit yang terbakar pada bayi atau anak-anak, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena melanoma ganas, yaitu kanker kulit yang paling mematikan ketika dewasa. Para peneliti memperkirakan bahwa 90 persen kanker kulit disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan.

Mengatasi Kulit Terbakar pada Bayi

  1. Tempelkan kain basah sekitar 10-15 menit pada kulit si kecil yang terbakar sinar matahari. Ulangi hal tersebut hingga beberapa kali. Hindari menempelkan es secara langsung pada kulit bayi karena akan membuat kulitnya terasa perih.
  2. Segera berikan ASI atau susu formula untuk mencegah dehidrasi.
  3. Aplikasinya losion berbahan dasar air yang bebas alkohol dan parfum, atau berikan gel lidah buaya.
  4. Pilih beberapa produk pelembab seperti krim hypoallergenic. Hindari penggunaan petroleum jelly seperti vaseline, karena dapat membuat kulit anak terperangkap dalam panas serta memblokir pori-pori hingga keringat tidak dapat keluar dan meningkatkan risiko infeksi. Rutinkan penggunaan pelembab atau gel lidah buaya agar kulit si kecil dapat tetap terhidrasi dengan baik.
  5. Dalam beberapa kasus, bunda dapat memberikan krim antibiotik tropikal Neosporin atau Bacitracin. Namun, penggunaannya perlu dikonsultasikan dan dalam pemantauan dengan dokter anak.
  6. Jika si kecil mengalami demam atau tampak kesakitan, bunda bisa memberikan paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan dokter.

Matahari adalah salah satu makhluk Allah Swt. yang diciptakan dalam kehidupan manusia. Sebagaimana Allah Swt. tidak menciptakan sesuatu pun melainkan ada manfaat atas penciptaan tersebut, begitu pula dengan matahari. Allah Swt. berfirman,

وَالشَّمۡسِ وَضُحٰٮهَا

Artinya: "Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari." (QS. Asy-Syams: 1)

Dalam tafsir ayat ini menjelaskan, Allah bersumpah dengan matahari dan cahayanya pada waktu duha (pagi hari) yang sangat terang dan kontras dengan sesaat sebelumnya di mana kegelapan menutup alam ini. Kemudian Allah bersumpah dengan bulan yang bertolak belakang dengan matahari. Sebab ia bukan sumber cahaya, tetapi hanya menerima cahaya dari matahari.

Berdasarkan kajian ilmiah, cahaya di pagi hari adalah yang paling lengkap kekayaan panjang gelombangnya. Oleh karena itu, cahaya matahari pagi paling baik khasiatnya bagi manusia.

Matahari adalah sumber energi utama bagi manusia, sedang cahayanya terdiri dari cahaya tampak, inframerah, dan ultraviolet. Cahaya tampak memiliki tujuh spektrum yang berbeda dan masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda bagi tubuh manusia. Cahaya inframerah bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pada otot-otot, dan ultraviolet berfungsi sebagai fitokatalis yang mempercepat perubahan provitamin D yang ada pada kulit manusia menjadi vitamin D.

Selain itu, bagi manusia secara keseluruhan, matahari memiliki manfaat yang luar biasa, di antaranya menyehatkan tulang, meningkatkan kualitas tidur, menjaga kesehatan mental, menyembuhkan beberapa penyakit, dan masih banyak lagi.

Lantas, sebagai manusia yang Allah Swt pilih untuk menjadi khalifah di bumi, sudah semestinya kita menjaga apa yang Allah Swt. ciptakan, baik tubuh kita ataupun lingkungan hidup kita. Agar seluruh ciptaan-Nya dapat memberikan manfaat sebagaimana mestinya, hingga keberkahan rahmat hadir dari langit dan bumi, termasuk di dalamnya matahari.

Maha Suci Allah Swt. dengan segala ciptaan-Nya.

Allahu a'lam bish- shawwab.[]

You cannot copy content of this page