Hi Gen Z, Let’s Speak Up Islam

Hi Gen Z, Let’s Speak Up Islam

“Sobat muslim, untuk dapat memahami semua konsep aturan di dalam Islam, maka sobat harus senantiasa mengkaji Islam secara intensif dan berkala. Tak hanya itu, sobat juga harus turut menyuarakan Islam di kalangan remaja dan masyarakat, agar para pemuda memahami syariat Islam dengan benar. So, let’s speak up Islam.”


Oleh. Firda Umayah
(Kontributor NarasiPost.Com)

NarasiPost.Com-Kamu termasuk generasi Z? Itu lho, generasi yang lahir antara tahun 1996 sampai 2009. Nah, bagi kamu yang merasa gen Z, kira-kira apa sih yang terjadi pada generasi Z saat ini?

Apakah generasi penuh prestasi? Atau generasi drakor? Generasi bucin? Atau yang lainnya?

Sobat, berbicara dengan generasi, maka tak jarang setiap generasi memiliki karakteristik yang berbeda. Seperti generasi Z saat ini. Pasalnya, generasi ini termasuk generasi yang turut mengalami naik turunnya kehidupan lantaran pernah merasakan masa pandemi Covid-19. Sebuah masa yang merenggut banyak nyawa, termasuk generasi muda. Ditambah lagi, dengan adanya sekolah via daring alias dalam jaringan turut membuat generasi saat itu sempat mengalami “learning loss” karena pembelajaran jarak jauh.

Akibatnya, karakter pemuda termasuk pemuda muslim sebagian besar turut mengalami degradasi moral. Tak jarang pemuda sekarang yang melakukan perbuatan kemaksiatan, seperti berzina, minum miras, memakai narkoba, dan mengalami gangguan kesehatan mental atau mental illness. Sebagian dari pemuda tak ragu saat melakukan tindakan self harm atau tindakan menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri. Bahkan, para pemuda juga tak segan melakukan tindakan kriminalitas, seperti yang terjadi akhir bulan Oktober lalu. Sebanyak 23 pelajar di Medan tertangkap karena melakukan tindakan onar dan merampok dua sepeda motor milik warga. Astagfirullah al-‘azim.

Sobat, kalau sudah seperti ini, adakah solusi untuk mengatasi degradasi moral yang terjadi di kalangan gen Z saat ini?

Sobat muslim, perlu disadari bahwa fenomena pemuda khususnya remaja saat ini, merupakan dampak dari penerapan ideologi kapitalisme. Di mana ideologi ini menjadikan sekularisme atau paham yang memisahkan aturan agama dari kehidupan menjadi landasan berpikirnya. Sehingga, landasan terbentuknya semua peraturan atau adanya sistem peraturan dalam kehidupan tak lepas dari sekularisme.

Dalam sistem pendidikan, ideologi kapitalisme menerapkan sistem pendidikan berbasis sekuler. Pendidikan agama yang di dalamnya terdapat nilai moral tak dianggap penting, bahkan dianggap radikal dalam pendidikan sekuler. Dalam sistem sosial diterapkan paham liberalisme atau kebebasan, khususnya dalam berperilaku, berpendapat, berkeyakinan, dan berpakaian. Para pemuda juga disuguhkan dengan kesenangan yang bersifat materi semata melalui food, fun, fashion, and make up.

Dalam sistem ekonomi, diterapkan ekonomi kapitalistik yang sarat untuk mendapatkan keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Sehingga melahirkan budaya konsumtif dan hedonis di tengah-tengah masyarakat. Karena dunia ekonomi selalu berinovasi dan mempromosikan kebutuhan hidup yang sejatinya hanya bersifat kesenangan dan bukan kebutuhan pokok. Dalam sistem hukum, terbebasnya remaja usia di bawah 18 tahun dari jeratan dan kurungan hukum turut memperparah kriminalitas yang terjadi di kalangan remaja.

Walhasil, semua itu menyebabkan terjadinya degradasi moral atau penurunan tingkah laku yang disebabkan tidak adanya kesadaran di dalam diri pemuda. Degradasi moral juga terjadi karena kemerosotan berpikir pemuda yang terbatas hanya untuk mencari kesenangan yang bersifat materi. Hal ini jelas sangat bertentangan dengan agama Islam.

Sobat muslim, harus dipahami bersama bahwa Islam bukan hanya agama dan akidah spiritual semata. Namun, Islam terdiri dari akidah ruhiyah (spiritual) seperti rukun iman dan juga akidah siyasah (politik) yang membahas konsep kepengurusan umat. Oleh karena itu, Islam tidak hanya mengatur ibadah spiritual namun Islam juga mengatur semua aspek kehidupan seperti aspek sosial, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Dalam sistem peraturan hidup dalam Islam, semua aturan dilandasi oleh keimanan kepada Allah Swt.. Semua peraturan yang diterapkan juga harus senantiasa sesuai dengan syariat Islam. Dalam sistem pendidikan, pendidikan Islam harus berlandaskan akidah Islam. Akidah Islam menjadi pembelajaran awal dan utama di setiap jenjang pendidikan. Dalam sistem sosial, Islam mengatur hubungan laki-laki dan perempuan, Islam mewajibkan seluruh muslim menutup aurat, memiliki akhlak mulia serta memiliki kepribadian yang islami.

Dalam sistem ekonomi, Islam melarang praktik ribawi, korupsi, investasi bodong, dan segala muamalah yang melanggar hukum syarak. Dalam bidang hukum, sanksi tegas diberikan kepada para pelanggar syariat Islam yang telah balig. Dalam bidang politik, kepengurusan segala urusan rakyat, termasuk pemuda diurus sesuai dalil-dalil syar’i yang terperinci. Pemuda muslim juga akan dipahamkan makna politik yang benar. Sehingga, pemuda muslim dapat menjadi agen perubahan dan menjadi pemuda visioner serta tidak mudah terjerumus ke dalam hawa nafsu semata.

Semua konsep aturan kehidupan di dalam ajaran Islam hanya dapat diterapkan secara keseluruhan dengan adanya sistem pemerintahan Islam. Sistem pemerintahan ini tentu membutuhkan institusi negara Islam sebagai penerap seluruh syariat Islam. Oleh karena itu, permasalahan yang menimpa pemuda khususnya remaja merupakan permasalahan kompleks yang membuat solusi secara sistemik.

Sobat muslim, untuk dapat memahami semua konsep aturan di dalam Islam, maka sobat harus senantiasa mengkaji Islam secara intensif dan berkala. Tak hanya itu, sobat juga harus turut menyuarakan Islam di kalangan remaja dan masyarakat, agar para pemuda memahami syariat Islam dengan benar. So, let’s speak up Islam. Karena ini merupakan kewajiban sebagai seorang muslim. Ini juga merupakan bagian dari kepedulian dan kecintaan kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Karena sesungguhnya, umat Islam yang satu dengan yang lain adalah bersaudara. Umat Islam juga ibarat satu kapal sebagaimana sabda Rasulullah saw.

Disebutkan dari Nu’man bin Basyir bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Permisalan untuk orang yang menjaga larangan-larangan Allah dan orang yang melanggar larangan-larangan Allah adalah bagaikan kelompok orang yang berada di dalam sebuah kapal. Ada sebagian orang yang mendapatkan bagian di atas dan sebagian lainnya di bagian bawah kapal itu. Ketika yang berada di bagian bawah ingin mengambil air, maka ia harus melewati orang-orang yang ada di atasnya. Mereka lalu berkata, “Andaikan kita membuat (satu) lubang di bawah kita, tentu tidak mengganggu orang yang ada di atas kita”. Seandainya orang yang berada di atas membiarkan orang yang di bawah melakukannya, maka semuanya akan binasa. Jika mereka (orang yang berada di atas) melarang perbuatan orang-orang yang berada di bawah demikian, maka mereka selamat dan selamat juga semua penumpang kapal itu.” (HR. Bukhari)

Wallahu a’lam bishawab.[]


Photo: Canva
Disclaimer: Www.NarasiPost.Com adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya.  NarasiPost.Com melakukan seleksi dan berhak menayagkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Www.NarasiPost.Com. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *